Batas waktu sebagai motivasi beramal kebaikan

Oleh: Jaharuddin
Si A, pagi ini bergegas, karena pukul 07.00 sudah ada janjian untuk bertemu seseorang. Si B hari ini juga harus memasukkan berkas beasiswanya, karena hari ini adalah hari terakhir aplikasi. si C pekan ini cukup stress karena batas akhir menyerahkan laporan kemajuan riset. si D harus bermalam di bandara karena pagi pukul 07.00 berangkat ke Indonesia dari bandara Frankfurt, dan seterusnya....

Dan tentunya masing-masing kita mempunyai pengalaman, tentang bergegasnya kita dalam melaksanakan suatu aktivitas karena waktunya hampir habis, atau hari terakhir hal tersebut dikerjakan. Coba sama-sama kita renungkan mengapa kita bergegas, menerabas semua hambatan dan rasa malas yang bisa jadi timbul, jawabannya adalah karena adanya batas waktu.

Batas waktu, sadar atau tidak mendorong setiap diri kita untuk melaksanakan suatu amal (pekerjaan) sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, dengan harapan mendapatkan apa yang kita inginkan. Walaupun berat, susah, penuh rintangan ketika batas waktu sudah ditetapkan, maka setiap orang berupaya maksimal untuk mengejar batas waktu yang telah ditetapkan.

Sadarkah kita, bahwa sesungguhnya kita semua mempunyai batas waktu yang pasti, dan setiap detik kita menghabiskan batas waktu yang kita miliki. Ajaibnya kita tidak tahu persis kapan batas waktu tersebut menghampiri kita. 

Paling tidak ada dua respon terhadap batas waktu ini : (1). Karena batas waktu diri kita masing-masing abstrak, hanya Allah yang tahu kepastiannya, sebagian orang menganggapnya biasa saja, dan nikmati detik demi detik, dengan apa adanya. (2). Karena sadar batas waktu adalah pasti, maka setiap orang berhati-hati memanfaatkan waktu yang dimiliki untuk suatu amal yang bermanfaat dan memberikan dampak pemberat timbangan kebaikan di akhirat kelak.

Musim semi, Hannover, 17 april 2013

,

0 comments

Write Down Your Responses

catatan2 universitas Kehidupan

"Inti dari Kecerdasan adalah Bermanfaat" . Powered by Blogger.