Putihnya Salju

Oleh: Jaharuddin
Saat ini saya berada di rumah, yang berada dilantai 3 kawasan wisata kota tua Hannover, persis dihadapan saya terlihat atap gedung museum kota Hannover, dan beberapa gedung lainnya, termasuk menara gereja yang menjulang tinggi. Saya memandangi salju berjatuhan dari ruang angkasa, berjatuhan dan dihembus oleh anggin seperti kapas yang menari-nari. Berasa mimpi ternyata ini adalah negeri non tropis berjarak beribu-ribu kilometer dari kampung saya dilahirkan.

Sebagian dari salju hinggap didahan pohon yang daunnya tersisa coklat kehitaman, karena pada musim gugur kemarin daun-daunnya meninggalkan tangkai untuk mempersiapkan dahan dan ranting menerima salju yang akan hinggap. Sebagian salju lainnya, berjatuhan ke lantai, jalan raya, atap rumah, mobil dan apa saja yang bisa dihinggapinya.

Dinggin memang disalah satu web cuaca saya lihat saat ini nol derjat celcius, namun keindahan salju menari-nari dari angkasa luar meliuk-liuk dengan begitu indahnya bergumpalan dengan diamaeter lebih kurang  satu centimeter. Pernah suatu hari terfikirkan oleh saya, sebesar apakah freezer buatan Allah yang mencurahkan bunga es yang bertebaran ini. Allahu Akbar.

Jalan-jalan, dan semua area yang terbuka dipenuhi oleh salju, untuk musim salju ini, para petugas kebersihan di jalan raya beralih fungsi dari membersihkan daun pepohonan dan sampah menjadi membuldozer menyingkirkan salju dari jalan-jalan umum yang dilalui warga, dan menyebarkan kerikil kecil agar salju tidak licin, serta menyiramkan garam agar salju mencair. Setiap saat para petugas ini bersiaga, sesuai dengan intensitas salju yang turun.

Jasa petugas kebersihan ini sangat membantu warga, karena jika salju tidak disingkirkan dari jalan umum, maka salju menebal dan membuat susah untuk dilewati, sebagai analoginya mungkin kalau kasus di Indonesia  ibarat jalan raya yang dipenuhi lumpur, jadi susah dilewati, licin, dan bisa menimbulkan kecelakaan. Untuk musim dingin ini, kendaraan juga diharuskan menganti bannya menjadi ban khusus untuk musim dingin, jadi bisa meminimalisir kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

Karena salju bertebaran menutupi tanah-tanah yang terbuka, termasuk juga atap rumah, maka kalau anda terbangun sebelum shubuh, misalnya pada pukul 04.00 CET, lihatlah keluar, suasananya seolah-olah sudah siang, karena putihnya salju membuat suasana menerangi sekitarnya, padahal itu masih malam, karena pada musim dingin waktu sholat shubuh baru masuk sekitar pukul 06.30 an, dan akan berakhir pada pukul 08.30 an.

Yang juga unik, kalau salju turun, maka tidak menyebabkan suara brisik di atap, jadi tidak seperti hujan air, karena salju-salju itu akan hinggap diatap, atau dihembus angin untuk mencari tempat yang lebih rendah.

Peluang Ibadah
Karena ini musim dingin, maka waktu matahari pada siang harinya sebentar, coba anda bayangkan sholat shubuh berakhir pada pukul 08.30an, sholat dzhuhur mulai pukul 12.20an, sholat ashar 13.55an, sholat maghrib 16.10an, dan sholat Isya 17.55an, jadi sholat dzhuhur, ashar, maghrib dan Isya berdekatan, dan akhirnya malam panjang.

Ini menjadi peluang bagi muslim di eropa, untuk memperbanyak sholat malam (Tahajud, witir dan sholat sunnah lainnya), dan sangat dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah, karena waktunya singkat, walaupun karena dingin maka perut terasa cepat lapar.
Musim salju, Hannover, 12 desember 2012

, ,

0 comments

Write Down Your Responses

catatan2 universitas Kehidupan

"Inti dari Kecerdasan adalah Bermanfaat" . Powered by Blogger.