Assalamu alaikum wr.wb.
Ba'da tahmid wa shalawat.
Semoga ustadz selalu sehat, dan dimudahkan dalam urusan kebajikan.amin.
O, ya sebelum lupa, saya sekeluarga mengucapkan mohon maaf lahir dan bathin, ngak lama lagi ramadhan nih ustadz.
Afwan nih ustadz, Saya dapat pertanyaan dari masyarakat, dan pertanyaan tersebut, juga menjadi pertanyaan saya pribadi, dan saat ini sedang kita diskusikan di Jerman, seputar menjama sholat maghrib dan Isya pada saat Summer sekarang ini, karena waktunya sudah larut. Sholat Maghrib saat ini pk 21.20 dan sholat Isya pkl 23.15. sementara sholat shubuh sudah masuk pkl 03.09. Kondisi ini cukup merepotkan, apalagi untuk anak-anak yang besok paginya sekolah.
Nah, dikalangan orang arab dan Turki, ada edaran, yg intinya sholat maghrib dan Isya bisa di jama', setelah kita diskusikan, ada juga yg bilang, niatnya tidak di jama.
Hal yang sama juga terjadi saat musim dingin, dzhuhur dan ashar waktunya sangat berdekatan dan sempit, padahal itu waktu aktif bekerja.
nah yang menjadi pertanyaan:
1. Apakah boleh menjama sholat maghrib dan isya pada musim summer, serta dzuhur dan ashar pada musim dingin?
2. Apakah niatnya menjama'a atau bagaimana?
3. Kalau dibolehkan bisa dishare ke kami dalil-dalinya ustadz, karena ini menjadi pertanyaan masyarakat.
4. Jika ternyata bisa dijama'/digabung, kapan waktu mulainya (misalnya adakah tanggal yg specifik)
5. Bagaimana dengan anak-anak, kalaupun tidak boleh (asumsi), apakah untuk pembelajaran bisa digabung sholat maghrib dan Isya?
6. Untuk ramadhan nantinya, kami dapat kabar,. ada masjid yg mempraktekkan, sholat magrib , ifthar, serta istirahat , kemudian sholat isya dan Tarawih, sebelum waktu resminya,
intinya, pertanyaan kami ustadz,
mohon penjelasan seputar jama' sholat tersebut, disertai dalil-dalilnya.
mohon maaf, jika merepotkan ustadz.
Wassalamu alaikum wr.wb.
Jaharuddin di Hannover, 28 Mei 2013
Jawaban Dr. Abas Mansur Tamam MA (Seorang Ustadz, Lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, Tahun 2012 pernah mengunjungi beberapa kota di Jerman dan eropa)
Ba'da tahmid wa shalawat.
Semoga ustadz selalu sehat, dan dimudahkan dalam urusan kebajikan.amin.
O, ya sebelum lupa, saya sekeluarga mengucapkan mohon maaf lahir dan bathin, ngak lama lagi ramadhan nih ustadz.
Afwan nih ustadz, Saya dapat pertanyaan dari masyarakat, dan pertanyaan tersebut, juga menjadi pertanyaan saya pribadi, dan saat ini sedang kita diskusikan di Jerman, seputar menjama sholat maghrib dan Isya pada saat Summer sekarang ini, karena waktunya sudah larut. Sholat Maghrib saat ini pk 21.20 dan sholat Isya pkl 23.15. sementara sholat shubuh sudah masuk pkl 03.09. Kondisi ini cukup merepotkan, apalagi untuk anak-anak yang besok paginya sekolah.
Nah, dikalangan orang arab dan Turki, ada edaran, yg intinya sholat maghrib dan Isya bisa di jama', setelah kita diskusikan, ada juga yg bilang, niatnya tidak di jama.
Hal yang sama juga terjadi saat musim dingin, dzhuhur dan ashar waktunya sangat berdekatan dan sempit, padahal itu waktu aktif bekerja.
nah yang menjadi pertanyaan:
1. Apakah boleh menjama sholat maghrib dan isya pada musim summer, serta dzuhur dan ashar pada musim dingin?
2. Apakah niatnya menjama'a atau bagaimana?
3. Kalau dibolehkan bisa dishare ke kami dalil-dalinya ustadz, karena ini menjadi pertanyaan masyarakat.
4. Jika ternyata bisa dijama'/digabung, kapan waktu mulainya (misalnya adakah tanggal yg specifik)
5. Bagaimana dengan anak-anak, kalaupun tidak boleh (asumsi), apakah untuk pembelajaran bisa digabung sholat maghrib dan Isya?
6. Untuk ramadhan nantinya, kami dapat kabar,. ada masjid yg mempraktekkan, sholat magrib , ifthar, serta istirahat , kemudian sholat isya dan Tarawih, sebelum waktu resminya,
intinya, pertanyaan kami ustadz,
mohon penjelasan seputar jama' sholat tersebut, disertai dalil-dalilnya.
mohon maaf, jika merepotkan ustadz.
Wassalamu alaikum wr.wb.
Jaharuddin di Hannover, 28 Mei 2013
Jawaban Dr. Abas Mansur Tamam MA (Seorang Ustadz, Lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, Tahun 2012 pernah mengunjungi beberapa kota di Jerman dan eropa)
Waalaikumsalam..
Semoga antum dan keluarga, serta teman-teman di Hannover baik-baik.
Masalah fiqih yang antum tanyakan sudah dibahas oleh Majlis Fatwa Eropa di Cologne, Jerman (22 Mei 1999). Fatwa Majlis itu sama dengan fatwa Syeikh Yusuf Qardhawi.
Bahwa pada musim panas, diperbolehkan untuk menjama taqdim antara shalat magrib dan shalat isya. Atau menjama antara shalat dzuhur dan ashar baik jama taqdim atau jama takhir, pada musim dingin.
Kedua fatwa itu bersandar kepada hadits Nabi Saw.:
عن بن عَبَّاسٍ قال: (جَمَعَ رسول اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بين الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ، وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ، بِالْمَدِينَةِ، في غَيْرِ خَوْفٍ ولا مَطَرٍ، في حديث وَكِيعٍ قال قلت لابن عَبَّاسٍ: لِمَ فَعَلَ ذلك؟ قال: كَيْ لَا يُحْرِجَ أُمَّتَهُ. وفي حديث أبي مُعَاوِيَةَ قِيلَ لابن عَبَّاسٍ: ما أَرَادَ إلى ذلك؟ قال: أَرَادَ أَنْ لَا يُحْرِجَ أُمَّتَهُ) (صحيح مسلم 1/705)
Ibn Abbas meriwayatkan: “Rasulullah Saw. menjama antara dzhur dan ashar, magrib dan isya di Madinah. Tidak disebabkan karena khauf (takut/dalam kondisi perang) tidak juga karena hujan”. Dalam riwayat Waqi: aku bertanya kepada Ibn Abbas: mengapa Rasulullah melakukan itu? Beliau menjawab: supaya tidak menyulitkan umatnya. Dalam riwayat Abu Muawiyah, ada seseorang yang bertanya kepada Ibn Abbas: apa maksud Rasulullah Saw. melakukan itu? Beliau menjawab: Nabi menginginkan supaya tidak menyulitkan umatnya (Shaheh Muslim, vol. 1, no. 705).
Dalam hadits ini, Rasulullah Saw. seolah mengetahui akan ada kondisi sulit seperti yang dialami oleh umat Islam di Eropa, untuk bisa menunaikan shalat dzuhur dan ashar, atau magrib dan isya, sebagaimana lazimnya. Dalam kondisi yang sulit ini, diperbolehkan untuk menjama shalat, sama dengan kebolehan ketika melakukan safar (perjalanan).
Alasan mengapa Nabi Saw. menjama kedua shalat itu (dzuhur dan ashar, atau magrib dan isya) jelas untuk menghilangkan kesulitan dalam menjalankan kewajiban-kewajiban agama. Kaidahnya, kesulitan mendatangkan keringanan. Hal itu seperti disebutkan dalam ayat-ayat berikut ini:
مَا يُرِيدُ اللّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ (المائدة: 6)
“Allah tidak hendak menyulitkan kamu” (al-Maidah: 6)
وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ (الحج: 78)
“Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan” (al-Hajj: 78).
Dengan demikian:
1. Boleh menjama takdim shalat maghrib dan isya pada musim panas, atau dzhur dan ashar pada musim dingin, baik jama takdim atau takhir.
2. Niatnya jelas niat jama’.
3. Kapan waktu mulainya? Sejauh ini, belum ada komentar para ulama yang terlacak tentang bulan apa dan tanggal berapa baik musim panas atau musim dingin yang diperbolehkan menjama’ seperti disebutkan di atas. Intinya, kapan kesulitan dalam menunaikan shalat pada waktunya itu dirasakan betul (bukan kondisi malas).
4. Tentu berlaku untuk pendidikan terhadap anak-anak. Bahkan Syeikh Yusuf Qardhawi membolehkan menjama’, jika mahasiswa dalam kondisi tertentu seperti karena perkuliahan, di laboratorium, atau dokter yang sedang dalam praktek, dan tidak memungkinkan meninggalkan pekerjaan itu. Karena Imam Ahmad dan Ibn Sirin pernah berfatwa, boleh menjama dua shalat, disebabkan karena kesulitan atau keperluan tertentu.
5. Jika isya sudah dijama takdim (dengan maghrib), maka otomatis setelah selesai isya diperbolehkan untuk menunaikan shalat tarawih.
Demikian yang bisa ana jelaskan dari pertanyaan antum..wallahu a’lam..
Akhukum..
Abas Mansur Tamam
---------
SHALAT JAMA' MAGHRIB & ISYA' DI JERMAN
Pada tanggal 18 Mei s.d. 8 Agustus secara umum diperbolehkan menjama' Maghrib dan Isya' di Jerman. Jama' artinya begitu shalat yang pertama selesai, maka diikuti oleh shalat yang kedua dengan tanpa jeda waktu.
Alasan: sulitnya memastikan waktu Isya' di Jerman (yakni posisi matahari 18° di bawah horison).
SHALAT TARAWIH
Dalam dokumen tsb. ada 3 alternatif:
1. Begitu masuk maghrib, maka dilakukan iftar (makan dan minum). 1 jam atau 1,5 jam kemudian maka dilaksanakan shalat maghrib, lalu dijama' isya', lalu Tarawih.
2. Begitu masuk maghrib maka dilakukan shalat maghrib, setelah itu ifthar (makan+minum). 1 jam atau 1,5 jam kemudian baru isya'+tarawih.
Maka praktik ini sebenarnya juga menjama' shalat namun dengan diselingi jeda waktu (pendapat Ibn Taimiyah dan Ibn Qayyim).
3. Masjid yang tidak melakukan shalat jama' maghrib+isya', disarankan utk mengikuti jadwal daerah latitude (Breitengrad) 45°.
IQAMAH SHALAT SHUBUH
Iqamah disarankan untuk diakhirkan, supaya mempermudah orang datang ke masjid.
Kemudian disebutkan dalam fatwa tsb. bahwa dalam hal2 seperti ini biasa ada perbedaan pendapat. Yang dikedepankan adalah sikap toleran. Oleh karena itu silahkan saja jika mengikuti perhitungan atau pendapat lain yang ada, yang dengan pendapat yang lain tsb. manusia bisa melaksanakan shalat dengan mudah (tidak sulit) dan dengan tidak terpaksa.
Insitusi tsb. menyeru kpd masjid2 di Jerman utk mampu bersepakat menyusun jadwal shalat setahun yang seragam (dengan tetap memperhitungkan perbedaan waktu antar regional di jerman).
Demikian terjemahnya, semoga bermanfaat.
===================
Tambahan dari saya: daerah 45° contohnya: Perancis bagian selatan, Italia (Turin, Milan, Venesia), Kroatia. Bandingkan: jerman paling selatan 47°. Jerman utara misalnya Hamburg pada posisi 53°.
Saya pribadi, selama ini memang belum pernah mengetahui detail penentuan shalat isya' di masjid Turki atau masjid islamic center nürnberg, 2 buah masjid yang saya shalat berjamaah di sana.
Contoh jadwal hari Selasa 16 Juli:
Masjid Turki: maghrib 21:23 isya 22:53
Masjid Islamic Center: maghrib 21:17 isya 22:47
Kalau diperiksa jadwal tiap harinya di bulan Juli ini: maka antara maghrib dan isya' bedanya selalu konstant = 1,5 jam. Apakah ini berarti waktu isya' di 2 masjid tsb. berdasarkan pendapat 1,5 jam jarak maghrib dan isya'? Jadi sebenarnya tidak menentukan isya' dengan posisi matahari, namun lebih pada waktu maghrib + 1,5 jam ? Jika demikian, maka sebenarnya yang dilakukan oleh ke 2 masjid ini adalah opsi tarawih no. 2 yakni: maghrib on-time. Lalu makan minum, kemudian 1,5 jam kemudian shalat isya'. Maka seandainya waktu isya'nya belum masuk (menurut ukuran posisi matahari), berarti kami melakukan shalat jama' maghrib isya' dengan jeda 1,5 jam.
Semoga antum dan keluarga, serta teman-teman di Hannover baik-baik.
Masalah fiqih yang antum tanyakan sudah dibahas oleh Majlis Fatwa Eropa di Cologne, Jerman (22 Mei 1999). Fatwa Majlis itu sama dengan fatwa Syeikh Yusuf Qardhawi.
Bahwa pada musim panas, diperbolehkan untuk menjama taqdim antara shalat magrib dan shalat isya. Atau menjama antara shalat dzuhur dan ashar baik jama taqdim atau jama takhir, pada musim dingin.
Kedua fatwa itu bersandar kepada hadits Nabi Saw.:
عن بن عَبَّاسٍ قال: (جَمَعَ رسول اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بين الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ، وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ، بِالْمَدِينَةِ، في غَيْرِ خَوْفٍ ولا مَطَرٍ، في حديث وَكِيعٍ قال قلت لابن عَبَّاسٍ: لِمَ فَعَلَ ذلك؟ قال: كَيْ لَا يُحْرِجَ أُمَّتَهُ. وفي حديث أبي مُعَاوِيَةَ قِيلَ لابن عَبَّاسٍ: ما أَرَادَ إلى ذلك؟ قال: أَرَادَ أَنْ لَا يُحْرِجَ أُمَّتَهُ) (صحيح مسلم 1/705)
Ibn Abbas meriwayatkan: “Rasulullah Saw. menjama antara dzhur dan ashar, magrib dan isya di Madinah. Tidak disebabkan karena khauf (takut/dalam kondisi perang) tidak juga karena hujan”. Dalam riwayat Waqi: aku bertanya kepada Ibn Abbas: mengapa Rasulullah melakukan itu? Beliau menjawab: supaya tidak menyulitkan umatnya. Dalam riwayat Abu Muawiyah, ada seseorang yang bertanya kepada Ibn Abbas: apa maksud Rasulullah Saw. melakukan itu? Beliau menjawab: Nabi menginginkan supaya tidak menyulitkan umatnya (Shaheh Muslim, vol. 1, no. 705).
Dalam hadits ini, Rasulullah Saw. seolah mengetahui akan ada kondisi sulit seperti yang dialami oleh umat Islam di Eropa, untuk bisa menunaikan shalat dzuhur dan ashar, atau magrib dan isya, sebagaimana lazimnya. Dalam kondisi yang sulit ini, diperbolehkan untuk menjama shalat, sama dengan kebolehan ketika melakukan safar (perjalanan).
Alasan mengapa Nabi Saw. menjama kedua shalat itu (dzuhur dan ashar, atau magrib dan isya) jelas untuk menghilangkan kesulitan dalam menjalankan kewajiban-kewajiban agama. Kaidahnya, kesulitan mendatangkan keringanan. Hal itu seperti disebutkan dalam ayat-ayat berikut ini:
مَا يُرِيدُ اللّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ (المائدة: 6)
“Allah tidak hendak menyulitkan kamu” (al-Maidah: 6)
وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ (الحج: 78)
“Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan” (al-Hajj: 78).
Dengan demikian:
1. Boleh menjama takdim shalat maghrib dan isya pada musim panas, atau dzhur dan ashar pada musim dingin, baik jama takdim atau takhir.
2. Niatnya jelas niat jama’.
3. Kapan waktu mulainya? Sejauh ini, belum ada komentar para ulama yang terlacak tentang bulan apa dan tanggal berapa baik musim panas atau musim dingin yang diperbolehkan menjama’ seperti disebutkan di atas. Intinya, kapan kesulitan dalam menunaikan shalat pada waktunya itu dirasakan betul (bukan kondisi malas).
4. Tentu berlaku untuk pendidikan terhadap anak-anak. Bahkan Syeikh Yusuf Qardhawi membolehkan menjama’, jika mahasiswa dalam kondisi tertentu seperti karena perkuliahan, di laboratorium, atau dokter yang sedang dalam praktek, dan tidak memungkinkan meninggalkan pekerjaan itu. Karena Imam Ahmad dan Ibn Sirin pernah berfatwa, boleh menjama dua shalat, disebabkan karena kesulitan atau keperluan tertentu.
5. Jika isya sudah dijama takdim (dengan maghrib), maka otomatis setelah selesai isya diperbolehkan untuk menunaikan shalat tarawih.
Demikian yang bisa ana jelaskan dari pertanyaan antum..wallahu a’lam..
Akhukum..
Abas Mansur Tamam
---------
Tambahan.
FATWA TERKAIT PELAKSANAAN SHOLAT TARAWIH DI JERMAN (diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia)
Assalamualaikum wr wb
Beberapa waktu lalu telah didiskusikan seputar pendapat/fatwa institusi bernama RIGD yg berkantor di Frankfurt terkait pelaksanaan shalat tarawih. Namun karena file PDF fatwa tsb bhs arab dan jerman, tampaknya masih belum difahami isinya oleh sebagian orang. Ini saya ringkaskan dalam bahasa indonesia.
Posting saya ini bukan dalam memberikan fatwa, akan tetapi sekedar meringkaskan hal yang sudah ada dalam bhs indonesia. Fatwa mana yang diikuti, asal jelas dalilnya, maka pilihan masing2.
==============================
Beberapa waktu lalu telah didiskusikan seputar pendapat/fatwa institusi bernama RIGD yg berkantor di Frankfurt terkait pelaksanaan shalat tarawih. Namun karena file PDF fatwa tsb bhs arab dan jerman, tampaknya masih belum difahami isinya oleh sebagian orang. Ini saya ringkaskan dalam bahasa indonesia.
Posting saya ini bukan dalam memberikan fatwa, akan tetapi sekedar meringkaskan hal yang sudah ada dalam bhs indonesia. Fatwa mana yang diikuti, asal jelas dalilnya, maka pilihan masing2.
==============================
Disebutkan dalam dokumen tsb bahwa pada intinya mereka mengikuti fatwa dari European Council for Fatwa and Research
PUASA Di Jerman masih bisa diketahui waktu Shubuh/Imsak dan Maghrib. Oleh karena itu jadwal puasa di Jerman mengikuti lokasi setempat dan tidak mengikuti Makkah
SHALAT JAMA' MAGHRIB & ISYA' DI JERMAN
Pada tanggal 18 Mei s.d. 8 Agustus secara umum diperbolehkan menjama' Maghrib dan Isya' di Jerman. Jama' artinya begitu shalat yang pertama selesai, maka diikuti oleh shalat yang kedua dengan tanpa jeda waktu.
Alasan: sulitnya memastikan waktu Isya' di Jerman (yakni posisi matahari 18° di bawah horison).
SHALAT TARAWIH
Dalam dokumen tsb. ada 3 alternatif:
1. Begitu masuk maghrib, maka dilakukan iftar (makan dan minum). 1 jam atau 1,5 jam kemudian maka dilaksanakan shalat maghrib, lalu dijama' isya', lalu Tarawih.
2. Begitu masuk maghrib maka dilakukan shalat maghrib, setelah itu ifthar (makan+minum). 1 jam atau 1,5 jam kemudian baru isya'+tarawih.
Maka praktik ini sebenarnya juga menjama' shalat namun dengan diselingi jeda waktu (pendapat Ibn Taimiyah dan Ibn Qayyim).
3. Masjid yang tidak melakukan shalat jama' maghrib+isya', disarankan utk mengikuti jadwal daerah latitude (Breitengrad) 45°.
IQAMAH SHALAT SHUBUH
Iqamah disarankan untuk diakhirkan, supaya mempermudah orang datang ke masjid.
Kemudian disebutkan dalam fatwa tsb. bahwa dalam hal2 seperti ini biasa ada perbedaan pendapat. Yang dikedepankan adalah sikap toleran. Oleh karena itu silahkan saja jika mengikuti perhitungan atau pendapat lain yang ada, yang dengan pendapat yang lain tsb. manusia bisa melaksanakan shalat dengan mudah (tidak sulit) dan dengan tidak terpaksa.
Insitusi tsb. menyeru kpd masjid2 di Jerman utk mampu bersepakat menyusun jadwal shalat setahun yang seragam (dengan tetap memperhitungkan perbedaan waktu antar regional di jerman).
Demikian terjemahnya, semoga bermanfaat.
===================
Tambahan dari saya: daerah 45° contohnya: Perancis bagian selatan, Italia (Turin, Milan, Venesia), Kroatia. Bandingkan: jerman paling selatan 47°. Jerman utara misalnya Hamburg pada posisi 53°.
Saya pribadi, selama ini memang belum pernah mengetahui detail penentuan shalat isya' di masjid Turki atau masjid islamic center nürnberg, 2 buah masjid yang saya shalat berjamaah di sana.
Contoh jadwal hari Selasa 16 Juli:
Masjid Turki: maghrib 21:23 isya 22:53
Masjid Islamic Center: maghrib 21:17 isya 22:47
Kalau diperiksa jadwal tiap harinya di bulan Juli ini: maka antara maghrib dan isya' bedanya selalu konstant = 1,5 jam. Apakah ini berarti waktu isya' di 2 masjid tsb. berdasarkan pendapat 1,5 jam jarak maghrib dan isya'? Jadi sebenarnya tidak menentukan isya' dengan posisi matahari, namun lebih pada waktu maghrib + 1,5 jam ? Jika demikian, maka sebenarnya yang dilakukan oleh ke 2 masjid ini adalah opsi tarawih no. 2 yakni: maghrib on-time. Lalu makan minum, kemudian 1,5 jam kemudian shalat isya'. Maka seandainya waktu isya'nya belum masuk (menurut ukuran posisi matahari), berarti kami melakukan shalat jama' maghrib isya' dengan jeda 1,5 jam.
Wallahua'lam saya sendiri tidak tahu bagaimana
menandai waktu isya' di musim panas ini dg ukuran alam. Ada yang bilang,
di musim panas ini langit tidak akan pernah gelap.
Semoga bermanfaat
Wassalam
a.fatih
Semoga bermanfaat
Wassalam
a.fatih
Nuernberg, 17 Juli 2013
Data menunjukkan bahwa, Indonesia saat ini merupakan negara primadona untuk investasi, didasarkan faktor-fakto berikut: (1). Penduduk nomor 4 terbesar di dunia. (2). Negara nomor 3 demokrasi terbesar. (3). Ekonomi nomor 16 di dunia dan masuk G20. (4). 60% Penduduk Indonesia berusia dibawah 30 tahun. (5). Pertumbuhan ekonomi 6% pertahun
Data tersebut sangat mendukung tumbuh suburnya usaha dan sekaligus pasar yang sangat menjanjikan, penduduk nomor 4 terbesar didunia memberi peluang untuk memasarkan produk secara luas dan massal, pasar domestik saja sudah sangat besar. Demokratisasi memberikan peluang perbaikan secara bertahap. Data demografi menunjukkan sebagian besar penduduk pada usia muda dan produktif, memberikan peluang tumbuhnya kebutuhan kelompok muda terhadap berbagai produk, kelompok muda ini akan bekerja, berpenghasilan, menikah, butuh rumah, punya anak, butuh kendaraan, membutuhkan sekolah berkwalitas tinggi untuk anak-anaknya. Saat yang sama ekonomi tumbuh jauh di atas negara maju, ini memberi arti bahwa generasi muda, secara bertahap akan mempunyai daya beli yang menjanjikan.
Tidak aneh, beberapa merk international, tidak akan membiarkan peluang ini berlalu begitu saja, sebagai contoh Air Asia saat ini menjadikan Indonesia sebagai kantor pusatnya. Bahwasanya ada hiruk pikuk politik lokal dan nasional, serta pemberitaan media yang tidak positif terhadap bangsanya sendiri, adalah bagian dari proses domokratisasi yang dulu terlalu lama dikungkung oleh orde baru. Secara bertahap demokratisasi tersebut, akan sampai pada equibilirium baru, sehingga akan lebih baik, dan saat yang sama, akan muncul kesadaran bahwa cara-cara media mengkuliti bangsanya sendiri secara berlebihan, akan membuat jenuh dan letih masyarakat, dan mulailah muncul kesadaran secara kolektif untuk berbenah, kearah yang lebih mencerdaskan.
Nah, jangan sampai usahawan lokal mengabaikan potensi ini, termasuk bagi anda calon, serta usahawan pemula, kinilah saatnya anda mulai masuk dan serius menjadi pengusaha, karena pasar Indonesia sangat menjanjikan, generasi usia muda akan tumbuh dan membutuhkan banyak kebutuhan, dan ini peluang!. Cobalah anda lihat di Jakarta misalnya, Mall tumbuh terus menerus, appartemen menjamur dan sudah sold out sebelum dibangun, perumahan menjamur dan juga terjual, minimarket menjamur, supermaket menjamur, mobil dan motor terjual dalam jumlah yang spektakuler, sekolah-sekolah berkualitas tinggi menjamur, ....
Mengapa usaha tersebut menjamur dan terus berkembang, jawabannya karena permintaan semakin tinggi, fakta menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia sangat menjanjikan, bahkan diprediksi pada tahun 2025 ekonomi Indonesia akan menjadi nomor 10 di dunia, dan pada tahun 2050 akan menjadi nomor 5 di dunia.
Jangan sampai menjadi penonton
Jangan sampai, saat Indonesia dilihat sangat prospek oleh usahawan dari bangsa lain, orang-orang Indonesia hanya menjadi penikmat (konsumen) dari potensi tersebut. Bagi sahabat yang saat ini sedang di luar negeri, inilah saatnya anda memikir ulang visi kontribusi yang akan anda berikan terhadap Indonesia, jika anda mempunyai visi menjadi usahawan dengan bekal pengalaman dan pengetahuan anda di luar negeri, maka jangan terlalu lama berfikir, bersegeralah action!. Mulailah membangun usaha di Indonesia.
Untuk membangun usaha, ada beberapa langkah yang disarankan oleh pengusaha Nasional sukses, Bapak Teddy P Rachmat yang berhasil membesarkan Astra International, mendirikan United Tractor, ADIRA, PAMA, ADARO dan Triputra. Dalam salah satu diskusi di Jakarta beliau mengungkapkan strategi membangun usaha, sebagai berikut:
1. Cari angin yang paling besar
"Jika anda ingin bermain layang-layang, dan layang-layang anda ingin terbang tinggi, maka carilah angin yang kuat", pelajarannya adalah agar usaha anda tumbuh sukses maka anda harus cerdas dalam menentukan bidang yang tepat yang akan anda kerjakan. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara menentukan angin yang kuat?, caranya adalah perbanyaklah ilmu dan pengetahuan dibidang yang anda ingin geluti, saat yang sama bergaullah dengan orang yang tepat yang juga usahawan. Dan yang terpenting adalah mulailah membangun usaha, dengan cara itu anda belajar lebih cepat dan terus mengasah feeling anda dalam menentukan bidang yang tepat.
2. Ciptakan differensiasi
Selanjutnya adalah ciptakan differensiasi atau keunikan usaha anda. Pertanyaan dasarnya adalah apa bedanya/uniknya usaha anda dengan usaha orang lain yang sejenis. Untuk mengukur seberapa kuat differensiasi usaha anda, maka bayangkan usaha anda berada persis disebelah pesaing anda, apakah produk anda yang dibeli konsumen atau tidak.
Sebagai contoh differensiasi adalah: Lion Air mengunakan differensiasi "dengan pesawat baru, harga paling murah". Air Asia "Effisiensi", ADARO "Cadangan yang banyak".
3. Leveraging dibidang yang kita unggul
Anda harus tahu persis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman usaha anda. Dengan demikian anda tahu peta keunggulan usaha anda agar bisa bersaing dan memaksimalkan keunggulan tersebut, dan meraih peluang maksimal. Saat yang sama menyadari dengan baik kelemahan dan ancaman yang bisa muncul, dan mengantisipasinya dengan membuat mitigasi resiko.
4. Berani mengambil keputusan (Execution)
Berani dengan cepat dan tepat dalam pemilihan orang, mengikuti dan menghargai proses, dan transparan dalam menjalankan perusahaan.
5. Jadilah atau cari leader yang baik.
Untuk menjalankan usaha dengan baik, maka diperlukan leader yang baik, paling tidak ada dua hal yang harus dipenuhi, yaitu mempunyai reputasi dan kompetensi yang baik.
Bersemangatlah untuk menjadi usahawan dan berharap warga Indonesialah yang akan menjadi pemain utama perekonomian Indonesia, semakin besar usaha anda, semakin banyak orang yang bisa mengambil manfaat dari usaha anda, artinya anda mendapatkan pahala yang besar dalam membuka lapangan pekerjaan, anda menjadi wasilah (sarana) banyak orang mendapatkan rezeki, dengan cara itu Indonesia akan lebih sejahtera, semakin bermartabat, dan setara dalam pergaulan international. Tentunya akan semakin besar pula kontribusi Indonesia di dunia, dan ingat sebagian besar penduduk Indonesia adalah muslim, artinya jihad anda membangun usaha di Indonesia dan mensejahterakan Indonesia, pada dasarnya adalah jihad anda meninggikan Izzah (martabat) umat Islam terbesar didunia.
Musim panas, dengan cuaca dingin, Hannover, Jerman, 27 Mei 2013
Referensi: diolah dari berbagai sumber

Apa yang paling dikhawatirkan dari badai yang saat ini menempa PKS, yaitu resiko yang muncul dari badai tersebut.
Untuk itu, mari sama-sama kita identifikasi resiko yang diharapkan terjadi dari sudut pandang orang luar PKS, seperti:
*PKS dibubarkan, sehingga semakin sedikit pesaing di pemilu 2014
*PKS suaranya terjun bebas, bahkan kalau perlu tidak lolos parliement treshold, jadi tidak ada anggota DPR RI dari PKS
*Kader PKS melemah semangatnya, sehingga malas membicarakan PKS apalagi mengkamapnyekannya
*Kader PKS merasa malu, dengan perilaku sebagian elit partainya
*Kader PKS merasa pusing dengan berbagai serangan bom di media massa yang memojokkan PKS
*Kader PKS berbondong-bondong keluar dari Partainya
*PKS karena sesuatu hal (misalnya tidak memenuhi syarta ikut pemilu) batal mengikuti pemilu
*Para Elit PKS dipenjarakan, dengan harapan demotivasi kepada kader dan simpatisan
*Elit PKS dikampanyekan hidup mewah dari korupsi, dan juga "main" wanita, sehingga runtuh moralitas para elitnya diharapkan mempengaruhi ukhuwah diantara kader, dan antara kader dan qiyadah.
*Para simpatisan PKS yang sudah mau ikut liqo, satu persatu mebundurkan diri, diharapkan bisa menganggu kaderisasi PKS
*Para orang tua merasa khawatir kalau anak-anaknya ikut pengajian-pengajian yang diadakan kader PKS
*Kader PKS merasa malu, saking malunya tidak berani lagi melihat berita di media, tidak berani lagi bertegur sapa dengan tetangga, apalagi ngobrol, diskusi atau mengkampanyekan PKS
*PKS diharapkan bisa menjadi "produk cacat", sehingga ditawarkan dengan cara yang tidak meyakinkan, dan kalau perrlu diobral.
*dll
Setelah kita mengetahui dampak yang diharapkan, dan bisa jadi perlahan namun pasti, muncul gejala itu pada diri kita, misalnya seperti malas membaca berita terkait PKS, karena isinya provokasi dan membikin mual, maka pertanda sasaran antara dari operasi ini mulai berhasil.
Untuk itu
Beberapa hari ini, berita tentang PKS dimedia kembali menghangat, lanjutan dari episode sinetron kasus LHI, semakin menarik karena salah seorang artis dipaksakan untuk dikaitkan, akhirnya semakin seksi untuk dikomentari. Saya mengikuti berita melalui media online, dan juga ikut membaca beberapa komentar dibawahnya, pro dan kontra muncul, bahkan ada yang berkomentar bahwa perlu diwaspadai PKS melakukan cuci otak terhadap kader-kadernya, karena kader-kader PKS diduga semakin militan saat pimpinannya ditangkap dan dizhalimi.
Entah mengapa, saya agak terusik dengan frasa "cuci otak" ini, padahal saya bukan siapa-siapanya PKS, bukan pengurus PKS, cuma simpatik berat dengan PKS, karena kader-kadernya sejak awal kuliah membina saya. Saya mendapatkan pencerahan dan manfaat yang sangat besar, ketika Allah mempertemukan saya dengan para kader PKS. Semoga saya dan keluarga bisa istiqomah, berjuang dalam barisan orang-orang yang mengutamakan Cinta, Kerja dan Harmoni ini. Amin ya robbil alamin.
Nah, pertanyaan selanjutnya adalah, apakah saya dan keluarga merasakan otak saya dicuci oleh kader-kader PKS, sehingga buta mata hati dan fikiran serta membela membabi buta ketika PKS dipojokkan, pimpinannya ditangkap, dibully dimedia, dan seterusnya.
Untuk menjawabnya, izinkan saya bercerita pengalaman saya dengan kader-kader PKS wabil khusus pertemuan-pertemuan saya dengan pengajian-pengajian dan acara-acara yang diadakan oleh kader-kader PKS. Sejak awal kuliah, saya ikut proses pembinaan yang diadakan rutin setiap pekan, sesekali diadakan Dauroh (pelatihan) dengan berbagai tema, dan juga dilibatkan dalam mengelola beberapa aktivitas dakwah, Saat itu belum ada partai.
Begitu telatennya mereka membina kami, setiap pekan didatangi, diberi arahan, dibantu kuliahnya, dibantu mencarikan rumah, dibantu dalam segala urusan, bahkan jika uang kiriman dari orang tua terhambat, hal ini juga bisa dikonsultasikan ke murobbi (pembina).
Saya punya pengalaman unik, murobbi saya pernah mendatangi saya ke kost-kostan pada jam sholat shubuh (sebenarnya dia baru pulang dari masjid sholat shubuh berjama'ah), padahal rumahnya berlawanan arah dengan rumah saya dari masjid. Sepertinya dia tidak melihat saya sholat shubuh berjama'ah di masjid, maka dia mengecek saya ke rumah. dan apa yang terjadi?...saya gelagapan , karena masih tertidur, jadi belum sholat shubuh...:) :(
Begitulah, salah satu cara mereka dalam membina kami, agar kami sholat shubuh berjama'ah di masjid, atau paling tidak sholat diawal waktu, dengan cara yang tepat mengajak kami untuk melakukan amal sholeh. Ada pula program tahajud call, dimana sekitar jam 02.00 malam, kami satu persatu ditelepon oleh murobbi kami, atau teman sekelompok pengajian untuk dibangunkan agar mudah melaksanakan sholat tahajjud.
Ada pula, ifthor jama'i (berbuka puasa bersama) pada hari Senin dan Kamis, agar kami terbiasa melaksanakan sunnah, ada pula bertukar hadiah, tadabur alam, rihlah (wisata), outbound, olah raga .....itu semua dalam kerangka mentadaburi ayat-ayat Allah yang terhampar dimuka bumi ini.
Dari Jambi saya merantau ke Bogor, proses merantau inipun dikonsultasikan ke murobbi, sehingga bisa diberikan masukan konstuktif untuk kebaikan bersama, saya dibekali surat mutasi, sehingga saat sampai di Bogor sudah ada yang menunggu dan menjemput, dan ajaibnya seolah-olah kita berdialog, berinteraksi seperti orang yang sudah kenal lama, dan selanjutnya saya ditempatkan kembali dalam grup pengajian yang telah ditentukan. Budaya yang dulu saya dapatkan, juga saya temukan di Bogor, kami diminta aktif dikampus, mengelola dakwah, mengorganisasi aktivitas mahasiswa, asrama, masjid, dll.
Dari Bogor saya pindah ke Jakarta. Saya kembali dibekali surat mutasi sehingga langsung bergabung dengan teman-teman di Jakarta. Meneruskan budaya yang sama dalam rangka amar ma'ruf nahi mungkar. Saat di Jakarta ini pulalah, ada kenangan special yang tidak bisa dilupakan, dimana murobbi saya membantu dengan sepenuh hati (moril dan materil) proses pernikahan saya, padahal saya adalah anak perantauan dari Riau yang tidak mempunyai keluarga di Jakarta. Namun, percaya atau tidak, teman-teman grup pengajian saya mengurusi pernikahan saya, seolah-olah saya, adalah saudara kandung mereka, sampai akhirnya proses pernikahan berjalan lancar.
Di Jakarta saya bekerja, menikah, mempunyai anak-anak dan menetap sekitar 9 tahun, dan sampai pada episode selanjutnya, kami sekeluarga merantau ke Jerman. dari Jakarta kami dibekali selembar surat "sakti" yang sudah saya rasakan saktinya ketika pindah ke Bogor dan Jakarta. Ternyata hal yang sama juga saya rasakan ketika pindah ke Jerman, surat sakti tersebut, benar-benar sangat sakti dan membantu adaptasi kami dinegeri orang yang jauh dari keluarga dan muslim adalah minoritas.
Kami diterima seperti keluarga yang sudah lama tidak bertemu, kami dibantu urusan visa, rumah, sekolah anak-anak, studi dan semua aspek diurus, dan mereka ini adalah kader-kader PKS. Jadi, kalau ada orang yang berpandangan tidak relevan PKS disebut sebagai partai dakwah, saya dan keluarga sudah membuktikan dan merasakan bahwa politik bagi PKS hanya bagian dari aktivitasnya, dan jauh lebih banyak urusan lainnya yang juga dikelola dengan baik dan konsisten oleh PKS. bahkan ketika kami sudah mempunyai anak-anak, ada panduan yang dibuat dengan matang tentang pendidikan anak-anak, yang diberi nama Tarbiyah Anak Kader, Proses pembinaan yang dirancang agar anak-anak menjadi pribadi yang sholeh, cerdas dan bermanfaat bagi orang tuanya, bangsa dan agamanya.
Singkat cerita PKS mengurusi sejak dari anak-anak, remaja, dewasa, menikah, punya anak, sampai meninggalpun juga diurusi oleh kader-kader PKS. Coba partai mana yang mempunyai bidang khusus yang mengurusi pernikahan, keluarga dan anak-anak para kadernya, serta anak-anak muslim lainnya.
Kembali pada topik, benarkah PKS melakukan cuci otak?
Coba anda tarik sendiri kesimpulan, dari cerita saya diatas, apakah saya dan keluarga dicuci otaknya?, kalau kita mau berkata jujur, terlihat dengan jelas, tidak ada proses cuci otak, yang ada adalah jiwa-jiwa kami dicuci dari kejelekan, dan diajak untuk amar ma'ruf nahi mungkar, dengan rasa cinta, dilayani secara konsisten oleh kader-kader PKS. Bisa jadi awalnya kami ikut-ikutan, atau terbawa oleh lingkungan, namun seiring dengan waktu, kami sadar inilah jalan yang baik dan benar, bahkan kami juga ingin menyebarkan cinta-cinta kami kepada semakin banyak orang, untuk ikut dalam pengajian-pengajian kami, agar kami bisa berbagi cinta kepada khalayak ramai, sehingga kami memimpikan orang-orang yang cerdas yang mengetahui hak dan kewajibannya sebagai anak bangsa, dan muslim yang baik.
Saya merasakan proses pembinaan yang dilakukan oleh kader PKS adalah proses menjadikan orang-orang yang cerdas semakin cerdas, dianjurkan semakin banyak membaca, semakin banyak tahu, dan saya melihat langsung kader-kader PKS banyak sekali yang berpendidikan tinggi, apalagi di Jerman, rata-rata mereka adalah mahasiswa mulai dari S1 sampai S3, ada yang bekerja secara profesional dengan disiplin ilmu yang dalam dan specifik, bahkan banyak dari mereka adalah orang-orang yang sangat beprestasi dibidangnya masing-masing.
Saya ikut dalam pengajian-pengajiannya mereka, saya melihat mereka rela merogoh kantong untuk membiayai dakwah mereka, juga mengalokasikan waktu akhir pekan mereka untuk ikut pengajian, mengelola masjid, mengelola pengajian kota, mengisi pengajian , rapat, dauroh, dan seabrek kegiatan dakwah dan sosial lainnya, dalam rangka memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat.
Pengajian-pengajian di Jerman, tidak mudah dilaksanakan layaknya di Indonesia, saya pernah diajak seorang sahabat untuk ikut pengajian, dan ternyata antar kota, saya tinggal di Hannover (bagian baratnya Jerman), dan ternyata saya diajak ikut pengajian di kota Dresden (bagian timurnya Jerman), yang berjarak 373 km dari kota saya, atau kalau naik kereta ekonomi, lama perjalanannya sekitar +/- 7 jam perjalanan sekali perjalanan, dan ternyata lagi, mereka datang ke Dresden, bukan hanya dari Hannover, tapi juga ada dari kota lainnya, seperti Berlin dan Erfurt. Pengajian ini mereka adakan setiap dua pekan, mereka rutin bertemu, dengan biaya sendiri.
Saya juga pernah diikutkan dalam dauroh se-Eropa yang diadakan disalah satu kota di Jerman, pesertanya dari beberapa negara di Eropa, panitia menyewa hotel untuk tempat acara dan penginapan, dan belakangan saya baru tahu, panitia merogoh kantongnya lebih dari 9.000 euro (+/- Rp. 108jt). Dari mana mereka dapatkan uang sebesar itu?, ternyata para kader yang sudah bekerja diminta pengorbanan hartanya, sebagian dari gaji mereka diinfaqkan untuk dakwah, salah satunya untuk dauroh ini. Termasuk juga mengongkosi sebagian student yang tidak bisa ikut acara karena tidak ada ongkos.
Coba anda bayangkan, mungkinkah mereka, para Associate Profesor, calon profesor, doktor, master dan orang-orang cerdas ini, bergerak karena otaknya sudah disalah gunakan PKS?, anda sendiri yang bisa menjawab, bahkan saking semangatnya mereka, saya pernah mendengar kata-kata "PKS itu hanya wajihah/kendaraan", kalaupun PKS dibubarkan, atau dibekukan, dakwah kami tetap berjalan, dan tidak akan memudar".
Begitulah semangat mereka dalam berdakwah, walaupun muslim minoritas di Jerman, dan terpisah-pisah antar kota, namun mereka, karena cintanya kepada Allah dan Rasulullah SAW, mereka terus bergerak seolah-olah tidak pernah capek, untuk menyebarkan cinta kepada ummat muslim dimanapun berada.
Jadi, kalau anda percaya kader-kader PKS telah dicuci otaknya, bisa jadi benar, PKS telah mencuci hati-hati para kadernya, sehingga Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, telah mengerakkan hati dan fisik mereka untuk bekerja, memberi cinta dan mengidamkan terjadinya pribadi, keluarga, lingkungan, masyarakat, negara bahkan dunia yang harmoni, jiwa-jiwa yang selamat dunia dan akhirat.Amin ya robbil alamin.
Nah, pertanyaan selanjutnya adalah, apakah saya dan keluarga merasakan otak saya dicuci oleh kader-kader PKS, sehingga buta mata hati dan fikiran serta membela membabi buta ketika PKS dipojokkan, pimpinannya ditangkap, dibully dimedia, dan seterusnya.
Untuk menjawabnya, izinkan saya bercerita pengalaman saya dengan kader-kader PKS wabil khusus pertemuan-pertemuan saya dengan pengajian-pengajian dan acara-acara yang diadakan oleh kader-kader PKS. Sejak awal kuliah, saya ikut proses pembinaan yang diadakan rutin setiap pekan, sesekali diadakan Dauroh (pelatihan) dengan berbagai tema, dan juga dilibatkan dalam mengelola beberapa aktivitas dakwah, Saat itu belum ada partai.
Begitu telatennya mereka membina kami, setiap pekan didatangi, diberi arahan, dibantu kuliahnya, dibantu mencarikan rumah, dibantu dalam segala urusan, bahkan jika uang kiriman dari orang tua terhambat, hal ini juga bisa dikonsultasikan ke murobbi (pembina).
Saya punya pengalaman unik, murobbi saya pernah mendatangi saya ke kost-kostan pada jam sholat shubuh (sebenarnya dia baru pulang dari masjid sholat shubuh berjama'ah), padahal rumahnya berlawanan arah dengan rumah saya dari masjid. Sepertinya dia tidak melihat saya sholat shubuh berjama'ah di masjid, maka dia mengecek saya ke rumah. dan apa yang terjadi?...saya gelagapan , karena masih tertidur, jadi belum sholat shubuh...:) :(
Begitulah, salah satu cara mereka dalam membina kami, agar kami sholat shubuh berjama'ah di masjid, atau paling tidak sholat diawal waktu, dengan cara yang tepat mengajak kami untuk melakukan amal sholeh. Ada pula program tahajud call, dimana sekitar jam 02.00 malam, kami satu persatu ditelepon oleh murobbi kami, atau teman sekelompok pengajian untuk dibangunkan agar mudah melaksanakan sholat tahajjud.
Ada pula, ifthor jama'i (berbuka puasa bersama) pada hari Senin dan Kamis, agar kami terbiasa melaksanakan sunnah, ada pula bertukar hadiah, tadabur alam, rihlah (wisata), outbound, olah raga .....itu semua dalam kerangka mentadaburi ayat-ayat Allah yang terhampar dimuka bumi ini.
Dari Jambi saya merantau ke Bogor, proses merantau inipun dikonsultasikan ke murobbi, sehingga bisa diberikan masukan konstuktif untuk kebaikan bersama, saya dibekali surat mutasi, sehingga saat sampai di Bogor sudah ada yang menunggu dan menjemput, dan ajaibnya seolah-olah kita berdialog, berinteraksi seperti orang yang sudah kenal lama, dan selanjutnya saya ditempatkan kembali dalam grup pengajian yang telah ditentukan. Budaya yang dulu saya dapatkan, juga saya temukan di Bogor, kami diminta aktif dikampus, mengelola dakwah, mengorganisasi aktivitas mahasiswa, asrama, masjid, dll.
Dari Bogor saya pindah ke Jakarta. Saya kembali dibekali surat mutasi sehingga langsung bergabung dengan teman-teman di Jakarta. Meneruskan budaya yang sama dalam rangka amar ma'ruf nahi mungkar. Saat di Jakarta ini pulalah, ada kenangan special yang tidak bisa dilupakan, dimana murobbi saya membantu dengan sepenuh hati (moril dan materil) proses pernikahan saya, padahal saya adalah anak perantauan dari Riau yang tidak mempunyai keluarga di Jakarta. Namun, percaya atau tidak, teman-teman grup pengajian saya mengurusi pernikahan saya, seolah-olah saya, adalah saudara kandung mereka, sampai akhirnya proses pernikahan berjalan lancar.
Di Jakarta saya bekerja, menikah, mempunyai anak-anak dan menetap sekitar 9 tahun, dan sampai pada episode selanjutnya, kami sekeluarga merantau ke Jerman. dari Jakarta kami dibekali selembar surat "sakti" yang sudah saya rasakan saktinya ketika pindah ke Bogor dan Jakarta. Ternyata hal yang sama juga saya rasakan ketika pindah ke Jerman, surat sakti tersebut, benar-benar sangat sakti dan membantu adaptasi kami dinegeri orang yang jauh dari keluarga dan muslim adalah minoritas.
Kami diterima seperti keluarga yang sudah lama tidak bertemu, kami dibantu urusan visa, rumah, sekolah anak-anak, studi dan semua aspek diurus, dan mereka ini adalah kader-kader PKS. Jadi, kalau ada orang yang berpandangan tidak relevan PKS disebut sebagai partai dakwah, saya dan keluarga sudah membuktikan dan merasakan bahwa politik bagi PKS hanya bagian dari aktivitasnya, dan jauh lebih banyak urusan lainnya yang juga dikelola dengan baik dan konsisten oleh PKS. bahkan ketika kami sudah mempunyai anak-anak, ada panduan yang dibuat dengan matang tentang pendidikan anak-anak, yang diberi nama Tarbiyah Anak Kader, Proses pembinaan yang dirancang agar anak-anak menjadi pribadi yang sholeh, cerdas dan bermanfaat bagi orang tuanya, bangsa dan agamanya.
Singkat cerita PKS mengurusi sejak dari anak-anak, remaja, dewasa, menikah, punya anak, sampai meninggalpun juga diurusi oleh kader-kader PKS. Coba partai mana yang mempunyai bidang khusus yang mengurusi pernikahan, keluarga dan anak-anak para kadernya, serta anak-anak muslim lainnya.
Kembali pada topik, benarkah PKS melakukan cuci otak?
Coba anda tarik sendiri kesimpulan, dari cerita saya diatas, apakah saya dan keluarga dicuci otaknya?, kalau kita mau berkata jujur, terlihat dengan jelas, tidak ada proses cuci otak, yang ada adalah jiwa-jiwa kami dicuci dari kejelekan, dan diajak untuk amar ma'ruf nahi mungkar, dengan rasa cinta, dilayani secara konsisten oleh kader-kader PKS. Bisa jadi awalnya kami ikut-ikutan, atau terbawa oleh lingkungan, namun seiring dengan waktu, kami sadar inilah jalan yang baik dan benar, bahkan kami juga ingin menyebarkan cinta-cinta kami kepada semakin banyak orang, untuk ikut dalam pengajian-pengajian kami, agar kami bisa berbagi cinta kepada khalayak ramai, sehingga kami memimpikan orang-orang yang cerdas yang mengetahui hak dan kewajibannya sebagai anak bangsa, dan muslim yang baik.
Saya merasakan proses pembinaan yang dilakukan oleh kader PKS adalah proses menjadikan orang-orang yang cerdas semakin cerdas, dianjurkan semakin banyak membaca, semakin banyak tahu, dan saya melihat langsung kader-kader PKS banyak sekali yang berpendidikan tinggi, apalagi di Jerman, rata-rata mereka adalah mahasiswa mulai dari S1 sampai S3, ada yang bekerja secara profesional dengan disiplin ilmu yang dalam dan specifik, bahkan banyak dari mereka adalah orang-orang yang sangat beprestasi dibidangnya masing-masing.
Saya ikut dalam pengajian-pengajiannya mereka, saya melihat mereka rela merogoh kantong untuk membiayai dakwah mereka, juga mengalokasikan waktu akhir pekan mereka untuk ikut pengajian, mengelola masjid, mengelola pengajian kota, mengisi pengajian , rapat, dauroh, dan seabrek kegiatan dakwah dan sosial lainnya, dalam rangka memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat.
Pengajian-pengajian di Jerman, tidak mudah dilaksanakan layaknya di Indonesia, saya pernah diajak seorang sahabat untuk ikut pengajian, dan ternyata antar kota, saya tinggal di Hannover (bagian baratnya Jerman), dan ternyata saya diajak ikut pengajian di kota Dresden (bagian timurnya Jerman), yang berjarak 373 km dari kota saya, atau kalau naik kereta ekonomi, lama perjalanannya sekitar +/- 7 jam perjalanan sekali perjalanan, dan ternyata lagi, mereka datang ke Dresden, bukan hanya dari Hannover, tapi juga ada dari kota lainnya, seperti Berlin dan Erfurt. Pengajian ini mereka adakan setiap dua pekan, mereka rutin bertemu, dengan biaya sendiri.
Saya juga pernah diikutkan dalam dauroh se-Eropa yang diadakan disalah satu kota di Jerman, pesertanya dari beberapa negara di Eropa, panitia menyewa hotel untuk tempat acara dan penginapan, dan belakangan saya baru tahu, panitia merogoh kantongnya lebih dari 9.000 euro (+/- Rp. 108jt). Dari mana mereka dapatkan uang sebesar itu?, ternyata para kader yang sudah bekerja diminta pengorbanan hartanya, sebagian dari gaji mereka diinfaqkan untuk dakwah, salah satunya untuk dauroh ini. Termasuk juga mengongkosi sebagian student yang tidak bisa ikut acara karena tidak ada ongkos.
Coba anda bayangkan, mungkinkah mereka, para Associate Profesor, calon profesor, doktor, master dan orang-orang cerdas ini, bergerak karena otaknya sudah disalah gunakan PKS?, anda sendiri yang bisa menjawab, bahkan saking semangatnya mereka, saya pernah mendengar kata-kata "PKS itu hanya wajihah/kendaraan", kalaupun PKS dibubarkan, atau dibekukan, dakwah kami tetap berjalan, dan tidak akan memudar".
Begitulah semangat mereka dalam berdakwah, walaupun muslim minoritas di Jerman, dan terpisah-pisah antar kota, namun mereka, karena cintanya kepada Allah dan Rasulullah SAW, mereka terus bergerak seolah-olah tidak pernah capek, untuk menyebarkan cinta kepada ummat muslim dimanapun berada.
Jadi, kalau anda percaya kader-kader PKS telah dicuci otaknya, bisa jadi benar, PKS telah mencuci hati-hati para kadernya, sehingga Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, telah mengerakkan hati dan fisik mereka untuk bekerja, memberi cinta dan mengidamkan terjadinya pribadi, keluarga, lingkungan, masyarakat, negara bahkan dunia yang harmoni, jiwa-jiwa yang selamat dunia dan akhirat.Amin ya robbil alamin.
Hannover, Musim bunga (Cinta) di Jerman, 5052013
Banyak catatan yang bisa dibuat saat kedatangan rombongan presiden PKS Anis Matta dan rombongan ke Turki dalam rangka konsolidasi kader PKS diseluruh dunia yang tersebar dibanyak negara. Saya tidak membahas tentang taujih yang beliau sampaikan, karena sudah banyak yang menulis, salah satunya disini http://www.pkspiyungan.org/2013/04/orasi-di-antara-benua-eropa-asia-anis.html
Sisi lain yang mau saya tulis adalah kedatangan Ustadz Anis Matta dan rombongan yang disambut dan dijamu oleh Duta Besar RI di Turki, Ibu Nahari Agustini. Sedikit nostalgia, dulu saat ustadz datang kesuatu negara biasanya menjauh dari kedutaan, karena khawatir dengan berbagai resiko yang muncul.
Suatu ketika saya teringat dengan pengalaman pribadi mendampingi salah seorang sahabat yang diundang oleh ikhwah dari salah satu negara tetangga ke Polandia. Saat kami sampai di bandara Lotnisko Chopina w Warzawie, Polandia, kami tidak langsung di jemput, walaupun ternyata rombongan ikhwah yang ditugaskan menjemput sudah berada dibandara sebelum kami landing, dan belakangan kami baru tahu, ternyata saat bersamaan dengan kedatangan kami, ada pegawai kedutaan, yang juga datang. Ikhwah menghindar supaya tidak kelihatan dan ketahuan dari pegawai kedutaan tersebut.
Sisi lain yang mau saya tulis adalah kedatangan Ustadz Anis Matta dan rombongan yang disambut dan dijamu oleh Duta Besar RI di Turki, Ibu Nahari Agustini. Sedikit nostalgia, dulu saat ustadz datang kesuatu negara biasanya menjauh dari kedutaan, karena khawatir dengan berbagai resiko yang muncul.
Suatu ketika saya teringat dengan pengalaman pribadi mendampingi salah seorang sahabat yang diundang oleh ikhwah dari salah satu negara tetangga ke Polandia. Saat kami sampai di bandara Lotnisko Chopina w Warzawie, Polandia, kami tidak langsung di jemput, walaupun ternyata rombongan ikhwah yang ditugaskan menjemput sudah berada dibandara sebelum kami landing, dan belakangan kami baru tahu, ternyata saat bersamaan dengan kedatangan kami, ada pegawai kedutaan, yang juga datang. Ikhwah menghindar supaya tidak kelihatan dan ketahuan dari pegawai kedutaan tersebut.
Begitulah gambaran umum kekhawatiran ikhwah dibanyak negara dengan pegawai dan corps kedutaan, karena sudah menjadi rahasia umum, pada dasarnya para diplomat, disamping perwakilan resmi negara (Ambassador and Networking), pada saat yang sama melekat dalam diri mereka fungsi Collecting Information.
Tidak aneh, kalau dulu seorang ustadz yang jaulah dari satu negara ke negara lainnya, diusahakan tidak meninggalkan jejak, agar bisa meminimalisir resiko yang mungkin terjadi terhadap ikhwah yang berada pada negara tersebut, dalam rangka menyelamatkan studi atau kerja ikhwah di negara tersebut.
Sepertinya zaman mulai berubah, kedatangan ustadz di Turki disambut oleh duta besar, artinya terang-terangan datang dan diketahui, dan saat yang sama mengadakan konsolidasi ikhwah sedunia, juga dihadiri oleh duta besar dan timnya, bisa jadi karena ustadz Anis Matta mantan wakil ketua DPR RI, dan saat yang sama ada ketua Komisi I DPR RI, yang juga ikut dalam rombongan ustadz Anis Matta, yang salah satu fungsinya membidangi hubungan luar negeri.
Jadi, mau tidak mau kedutaan, menyambut dan saat yang sama, collecting information bisa dilakukan. Jadi ...ya.....mutallisme...lah...:). Zaman, berubah dan terus berubah, gerakan dakwah harus selalu dijaga orisinalitasnya, dan saat yang sama adabtif terhadap perkembangan zaman.
Jadi, mau tidak mau kedutaan, menyambut dan saat yang sama, collecting information bisa dilakukan. Jadi ...ya.....mutallisme...lah...:). Zaman, berubah dan terus berubah, gerakan dakwah harus selalu dijaga orisinalitasnya, dan saat yang sama adabtif terhadap perkembangan zaman.
Selamat menyebarkan Cinta, Kerja dan Harmoni di Turki yang menjadi jembatan asia ke Eropa.
Musim semi (Musim cinta), Hannover, 28 April 2013
Oleh: Jaharuddin
Sebagian dari kita pernah merasakan gembiranya saat anda dinyatakan lulus dan mendapat beasiswa untuk kuliah di luar negeri.Suatu karunia Allah yang patut untuk disyukuri dalam rangka mendekatkan diri pada sang pencipta alam dan semua makhluk, Allah Azza wa jalla.
Pagi ini, saya bertemu dengan seorang sahabat penerima beasiswa dari suatu lembaga (sengaja nama tidak disebutkan), dan bercerita, alhamdulilah setelah 4 bulan menunggu, akhirnya beasiswanya cair juga, dan ini bukan cerita pertama yang saya dengar, cukup banyak cerita sejenis dengan variasinya masing-masing. Saya tergelitik, untuk menuliskan kisah ini, untuk diambil pelajaran, sama sekali tidak bermaksud menjelek-jelekkan pihak manapun. Point utama yang saya mau share adalah pelajaran yang bisa diambil, sehingga siapapun bisa lebih siap, ketika berangkat studi ke luar negeri, dengan specifikasi kasus di Jerman.
Mungkin ada juga yang berfikiran, "sudah beruntung anda mendapatkan beasiswa, artinya dibiayai oleh sponsor untuk kuliah, bukankah sebagian besar mahasiswa kuliah dengan berjuang sendiri, bisa dari beasiswa orang tua atau bekerja banting tulang untuk menyelesaikan studi". Sekali lagi saya tidak memungkiri, siapapun anda yang saat ini mendapatkan beasiswa, berupayalah untuk mensyukuri kondisi yang anda alami dan banyak mengambil pelajaran dari tantangan yang anda hadapi.
Pelajaran
Ketika anda sudah mengambil keputusan untuk aplikasi sekolah dan beasiswa ke luar negeri, maka dari awal anda harus menyiapkan mental, siap menghadapi tantangan yang mungkin timbul dalam proses perjuangan menyelesaikan studi. Tantangan mungkin timbul sejak anda aplikasi sampai anda akhirnya benar-benar selesai, bahkan sebagian harus pulang tidak sesuai harapan. Beberapa tantangan tersebut bisa berupa: (1). Kesiapan untuk jauh dari keluarga, terutama bagi anda yang sudah menikah, karena tidak banyak pihak pemberi beasiswa yang meng cover biaya membawa keluarga, sepengetahuan saya untuk ke Jerman, yang juga meng cover biaya untuk keluarga adalah DAAD. (2). Kesiapan jika beasiswa tidak teratur, seperti terlambat, bahkan bisa jadi diputus. Untuk mengantisipasi kondisi ini, ada baiknya menyisihkan sebagian dari beasiswa pada setiap bulannya untuk tabungan, sehingga jika kondisi kritis terjadi maka ada cadangan dana yang bisa dipakai. Alternatif lain yang bisa dilakukan, adalah bekerja paruk waktu. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan kerja paruk waktu, terutama dikota-kota di Jerman. Bisa bekerja di Kampus, seperti penjaga perpustakaan, membantu di lab, bekerja di toko, sampai menjadi loper koran pada pagi hari. Dari bekerja paruh waktu ini biasanya bisa mencukupi untuk biaya sendiri. Ada beberapa agency yang bisa di hubungi seperti: job center, http://www.rasant-personal-leasing.de/, dll (3).
Pelajaran
Ketika anda sudah mengambil keputusan untuk aplikasi sekolah dan beasiswa ke luar negeri, maka dari awal anda harus menyiapkan mental, siap menghadapi tantangan yang mungkin timbul dalam proses perjuangan menyelesaikan studi. Tantangan mungkin timbul sejak anda aplikasi sampai anda akhirnya benar-benar selesai, bahkan sebagian harus pulang tidak sesuai harapan. Beberapa tantangan tersebut bisa berupa: (1). Kesiapan untuk jauh dari keluarga, terutama bagi anda yang sudah menikah, karena tidak banyak pihak pemberi beasiswa yang meng cover biaya membawa keluarga, sepengetahuan saya untuk ke Jerman, yang juga meng cover biaya untuk keluarga adalah DAAD. (2). Kesiapan jika beasiswa tidak teratur, seperti terlambat, bahkan bisa jadi diputus. Untuk mengantisipasi kondisi ini, ada baiknya menyisihkan sebagian dari beasiswa pada setiap bulannya untuk tabungan, sehingga jika kondisi kritis terjadi maka ada cadangan dana yang bisa dipakai. Alternatif lain yang bisa dilakukan, adalah bekerja paruk waktu. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan kerja paruk waktu, terutama dikota-kota di Jerman. Bisa bekerja di Kampus, seperti penjaga perpustakaan, membantu di lab, bekerja di toko, sampai menjadi loper koran pada pagi hari. Dari bekerja paruh waktu ini biasanya bisa mencukupi untuk biaya sendiri. Ada beberapa agency yang bisa di hubungi seperti: job center, http://www.rasant-personal-leasing.de/, dll (3).
Oleh: Jaharuddin
Si A, pagi ini bergegas, karena pukul 07.00 sudah ada janjian untuk bertemu seseorang. Si B hari ini juga harus memasukkan berkas beasiswanya, karena hari ini adalah hari terakhir aplikasi. si C pekan ini cukup stress karena batas akhir menyerahkan laporan kemajuan riset. si D harus bermalam di bandara karena pagi pukul 07.00 berangkat ke Indonesia dari bandara Frankfurt, dan seterusnya....
Dan tentunya masing-masing kita mempunyai pengalaman, tentang bergegasnya kita dalam melaksanakan suatu aktivitas karena waktunya hampir habis, atau hari terakhir hal tersebut dikerjakan. Coba sama-sama kita renungkan mengapa kita bergegas, menerabas semua hambatan dan rasa malas yang bisa jadi timbul, jawabannya adalah karena adanya batas waktu.
Batas waktu, sadar atau tidak mendorong setiap diri kita untuk melaksanakan suatu amal (pekerjaan) sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, dengan harapan mendapatkan apa yang kita inginkan. Walaupun berat, susah, penuh rintangan ketika batas waktu sudah ditetapkan, maka setiap orang berupaya maksimal untuk mengejar batas waktu yang telah ditetapkan.
Sadarkah kita, bahwa sesungguhnya kita semua mempunyai batas waktu yang pasti, dan setiap detik kita menghabiskan batas waktu yang kita miliki. Ajaibnya kita tidak tahu persis kapan batas waktu tersebut menghampiri kita.
Paling tidak ada dua respon terhadap batas waktu ini : (1). Karena batas waktu diri kita masing-masing abstrak, hanya Allah yang tahu kepastiannya, sebagian orang menganggapnya biasa saja, dan nikmati detik demi detik, dengan apa adanya. (2). Karena sadar batas waktu adalah pasti, maka setiap orang berhati-hati memanfaatkan waktu yang dimiliki untuk suatu amal yang bermanfaat dan memberikan dampak pemberat timbangan kebaikan di akhirat kelak.
Musim semi, Hannover, 17 april 2013




