Musim Semi 2013, beberapa pekan sebelum keberangkatan, kami memutuskan untuk secepatnya memulai pengajian di Claustal. ada beberapa orang student Indonesia sedang belajar disana, mulai dari Bachelor sampai Master. Sudah sejak beberapa pekan sebelumnya, student muslim di Claustal meminta diadakan pengajian di kotanya.
Akhirnya, suatu pagi di medio 2013 kami berempat (Joharsyah, Indera, Reza F, & Jahar), memutuskan diri
Claustal dujuluki "in the heart of germany", karena secara geografis berada ditengah-tengah Jerman. merupakan kota kecil di area pegunungan Harz. Kota yang saat kota-kota disekitarnya sudah masuk musim semi, biasanya Claustal masih bersalju, atau saat kota lain belum bersalju, biasanya kota Claustal sudah memulai panen salju. Juga bisa terjadi saat kota-kota sekitarnya sudah mulai menghangat, Claustal masih bertahan dengan dinginnya yang menusuk. Singkat cerita, karena terletak diarea pegunungan, lebih sering dinginnya dari pada panas. Kemudian kota tanpa sarana tram, yang ada adalah bus, yang menghubungkan satu titik dengan titik lainnya.
Claustal memiliki satu kampus yaitu Technische Universitat (TU) Claustal, TU Claustal terkenal dengan jurusan pertambangan dan juga kimia.
Claustal memiliki satu kampus yaitu Technische Universitat (TU) Claustal, TU Claustal terkenal dengan jurusan pertambangan dan juga kimia.
Di fasilitasi dengan mobilnya akh Joharsyah, dari Hannover, kami berangkat bertiga, masuk ke tol menuju Goslar, lama perjalanan lebih kurang satu jam-an. Di Goslar sudah menunggu akh Reza yang datang dari Goeetingen. Setelah menjemput akh Reza di Goslar hbf, kami mulai berjalan mengikuti jalan nan indah, berkelok-kelok menaiki bukit dengan jurang di kiri dan kanan, dengan jalan berkualitas tinggi dan luas.
Kami sangat menikmati perjalanan ini, berasa seperti rihlah, padahal saya sendiri baru sampai dirumah dinihari sekitar pukul 02.00 dari mengisi acara di KJRI Hamburg. Disela-sela pegunungan Harz yang indah, kami bisa menemukan ladang yang menghampar luas dan rapi, dedanau yang indah, hotel-hotel tempat peristirahatan musim panas yang asri. Diperjalanan sempat muncul ide untuk mengadakan mukhoyyam di area ini. semoga ide ini bisa difollow up menjadi ide yang nyata.
Perjalanan lebih kurang 45 menit dari Goslar, setelah dihidangkan dengan alam yang luar biasa indah, sampailah kami ke kota kecil berbukitan, disanalah tempat berdirinya TU Claustal, sambil mencari alamat, kami sempatkan diri untuk berputar sebentar, dan tentunya berfoto di depan kantor pusat TU Claustal, yang ternyata berada dipusat kota.
Sama halnya dengan beberapa kampus besar lain, sepertinya kota Claustal, hidup karena adanya TU Claustal, andai TU Claustal dipindahkan ke tempat lain, maka kota Claustalpun akan meredup sesuai dengan jumlah orang yang tersisa.
Akhirnya, setelah mengontak teman-teman di Claustal, Yuda menjemput kami didepan TU Claustal, dan kami dipandu untuk sampai ke rumah dimana pengajian akan diadakan. Ditempat ini telah berkumpul beberapa orang ditambah dua orang akhwat yang akan menjadi kelompok pengajian ini.
Sudah menjadi biasa, kalau ditempat-tempat yang orang Indonesianya sedikit, maka tidak menjadi masalah jika laki-laki dan perempuan digabung pengajiannya dalam satu kelompok. Memang tidak ideal, namun ini dilakukan dalam rangka mensiasati jumlah orang yang sedikit, saat yang sama jumlah muwajih juga tidak tersedia banyak.
Hari itu, merupakan hari yang bersejarah bagi Claustal, karena setelah bertahun-tahun tidak ada pengajian di kota ini, mulai hari itu akan rutin diadakan pengajian setiap dua pekan sekali. Akh Indera akan datang secara rutin ke Claustal untuk melakukan pembinaan dan setahap demi setahap membangunkan jiwa keIslaman dari diri para kader dakwah di Claustal.
Mari kita do'akan agar grup pengajian ini, melahirkan kader dakwah yang tangguh, seperti tangguh dan eloknya alam Claustal, menjadi da'i yang kuat dan mengabdi kepada kejayaan umat, dengan menjadi mahasiswa terbaik dan saat yang sama menjadi muslim yang kaffah. Aamiin ya robbil alamin.
Dituliskan setelah beberapa bulan perjalanan dilakukan.
Musim panas, Hannover, 21 Juli 2013
Kabar duka, terdengar dari sahabat dekat di Jambi, melalui fb dikabarkan istri akhuna Joko Suyitno, telah berpulang ke pemilik sesungguhnya diri kita. Beliau adalah alm ukhti Hervaleni, SPd.
Saya mengenal akh Joko, dari aktivitas bersama sejak tahun 1996 s.d 2000, akh Joko adek tingkat di FE Unja, pertemanan kita tidak hanya karena hubungan satu fakultas, namun yang lebih dalam adalah sesama ingin berkontribusi dalam pengembangan dakwah di kampus, tidak hanya sampai disitu persahabatan kita berlanjut diluar kampus, dengan berbagai kegiatan keIslaman dan kemasyarakatan, semisal di KAMMI Jambi dan DPW PKS Jambi.
Saya masih ingat jiwa akh Joko yang selalu bergelora, beliau juga memiliki kemampuan bela diri yang bagus, jadi ingat bagaimana akh Joko siap untuk berkelahi sekalipun, jika itu untuk kepentingan dakwah.
Tahun 2001-an, saya berpindah kota ke Bogor dan berlanjut ke Jakarta, memang secara fisik kita jarang bertemu karena berbeda geografis, namun kita masih sering kontak melalui media fb. Melalui pemilu yang lalu, akh Joko mendapat amanah menjadi anggota DPRD. Kiprah akh Joko, sebagai aktivis dakwah dituntut semakin besar, bahkan saat ini beliau menjadi tokoh masyarakat. Berbagai aktivitas dakwah, sosial kemasyarakatan beliau lakukan, saat yang sama, beliau masih sempat menyelesaikan studi masternya di FH Unja. Suatu prestasi yang sangat membanggakan, dengan berbagai amanah dakwah, dan tuntutan masyarakat, masih sempat menambah ilmu secara formal, prestasi yang pantas diacungi Jempol.
Berbagai keberhasilan tersebut, tentunya tidaklah diukir dengan mandiri, ada seseorang yang luar biasa disamping akh Joko yang menjadi "pemain di balik layar". Dan pemain dibalik layar tersebut adalah istrinya sendiri yaitu Hervaleni Spd.
Hervaleni Spd, adalah seorang aktivis muslimah, yang sudah berkiprah dalam dakwah, sosial kemasyarakatan sejak lama. Sejak di FKIP Unja, berbagai posisi strategis pernah diamanahkan kepada beliau, salah satunya adalah ketua bidang keputrian FSI FKIP. Saya masih bertemu dengan Hervaleni ketika di kampus, saya kenal beliau dan Insya Allah beliau juga kenal saya.
Nah, sejak beberapa waktu yang lalu, pemain dibalik layar itulah yang terbaring tak berdaya di rumah sakit, sampai akhirnya di rujuk ke rumah sakit di kota Jambi. dan akhirnya Allah memanggilnya dibulan ramadhan yang penuh berkah ini. (sedih).
Saya mengenal akh Joko, dari aktivitas bersama sejak tahun 1996 s.d 2000, akh Joko adek tingkat di FE Unja, pertemanan kita tidak hanya karena hubungan satu fakultas, namun yang lebih dalam adalah sesama ingin berkontribusi dalam pengembangan dakwah di kampus, tidak hanya sampai disitu persahabatan kita berlanjut diluar kampus, dengan berbagai kegiatan keIslaman dan kemasyarakatan, semisal di KAMMI Jambi dan DPW PKS Jambi.
Saya masih ingat jiwa akh Joko yang selalu bergelora, beliau juga memiliki kemampuan bela diri yang bagus, jadi ingat bagaimana akh Joko siap untuk berkelahi sekalipun, jika itu untuk kepentingan dakwah.
Tahun 2001-an, saya berpindah kota ke Bogor dan berlanjut ke Jakarta, memang secara fisik kita jarang bertemu karena berbeda geografis, namun kita masih sering kontak melalui media fb. Melalui pemilu yang lalu, akh Joko mendapat amanah menjadi anggota DPRD. Kiprah akh Joko, sebagai aktivis dakwah dituntut semakin besar, bahkan saat ini beliau menjadi tokoh masyarakat. Berbagai aktivitas dakwah, sosial kemasyarakatan beliau lakukan, saat yang sama, beliau masih sempat menyelesaikan studi masternya di FH Unja. Suatu prestasi yang sangat membanggakan, dengan berbagai amanah dakwah, dan tuntutan masyarakat, masih sempat menambah ilmu secara formal, prestasi yang pantas diacungi Jempol.
Berbagai keberhasilan tersebut, tentunya tidaklah diukir dengan mandiri, ada seseorang yang luar biasa disamping akh Joko yang menjadi "pemain di balik layar". Dan pemain dibalik layar tersebut adalah istrinya sendiri yaitu Hervaleni Spd.
Hervaleni Spd, adalah seorang aktivis muslimah, yang sudah berkiprah dalam dakwah, sosial kemasyarakatan sejak lama. Sejak di FKIP Unja, berbagai posisi strategis pernah diamanahkan kepada beliau, salah satunya adalah ketua bidang keputrian FSI FKIP. Saya masih bertemu dengan Hervaleni ketika di kampus, saya kenal beliau dan Insya Allah beliau juga kenal saya.
Nah, sejak beberapa waktu yang lalu, pemain dibalik layar itulah yang terbaring tak berdaya di rumah sakit, sampai akhirnya di rujuk ke rumah sakit di kota Jambi. dan akhirnya Allah memanggilnya dibulan ramadhan yang penuh berkah ini. (sedih).
Saya membaca status akh Joko:
18:49»dibwh
niur tua melambai sedih, tertanam jasad seorang wanita luar biasa, yg
hampir wkt n perhatian hidupnya u org lain, u
anak&kluarganya,binaannya,muri dnya&umat lingkungnnya ,MOHON MAAFKAN KEKHILAFAN HIDUPNYA!dialah istriku tercinta (kotosalak/ kerinci:istriQ inmemoriam)
Mencoba meraba rasakan kesedihan sahabat, tidaklah mudah menghadapi duka yang sangat dalam seperti ini, kekasih yang mengiringi langkah perjuangan, sejak memulai bahtera rumah tangga, ternyata kemarin ditakdirkan lebih dahulu menghadap rabb pemilik sejati jiwa kita
.
.
Saya teringat dengan salah satu taujih ust Anis Matta, kalau kita mau tahu siapa diri kita sesungguhnya, maka bayangkan anda diantarkan orang ramai-ramai ke tempat peristirahatan terakhir, kemudian seluruh prosesi pemakaman selesai, setelah itu dilanjutkan dengan pidato dari orang-orang dekat anda, apapun mereka bisa katakan, dan saat itu anda tidak mempunyai hak jawab.
Berikut ini saya kutipkan beberapa komentar para sahabat terhadap ukthi Hervaleni SPd:
"Selamat jalan kakakku Hervaleni Spd, kau
adalah guru terbaikku, kau hantarkan aku kejalan tarbiyah, kau ajarkan
aku arti hidup yg sesungguhnya, nasihat2 mu masih terngiang jelas
ditelingaku, Blum banyak ku belajar dari mu.namun Allah telah memanggilmu
terlebih dahulu.Allah lebih menyayangimu dan pasti tempat terbaikpun
tlah disediakan untukmu. kami rela atas kehendak-MU Ya Allah.
Wiwit Rafa Azzahra
"KehendakNya
telah berjalan, sebagai hamba terbaik sikap adalah bersabar karena
sesungguhNya Allah SWT sedang mempersiapkan antum Akh Joko untuk
menerima karuniaNya yang lebih baik, yakinlah. Untuk almarhummah tugas
terbaik dalam hidup telah engkau tunaikan dan berakhir dalam bulan suci,
semoga Allah mensucikanmu dengan karyamu saat menghadapNya seperti suci
engkau diutusNya.
Agus Supriadi dan Keluarga
"Kebersamaan dengan mu telah mempertemukan antara kelembutan dan ketegasan dalam sebuah harmoni persahabatan. Kita bersua di jamaah dakwah ini..terkadang kita berbeda tapi aku sangat mengerti engkau pendukung ide perubahan. Sahabat kini..engkau telah pergi..kuhantarkan hingga engkau terlelap dalam tidur panjangmu..dan kuberharap Allah akan mempertemukan kita menjadi anggota jamaah surga-Nya.amin"
Risdayanti Sudarsono
"Kenangan dengan Mba Hervaleni Spd dulu..ketika ana jadi mahasiswa, beliau lah yang menyemangati ana maju jadi ketua HMJ PMIPA, beliau jugalah yang pertama kali menyarankn masuk KAMMI...Semoga amal ibadah beliau diterima disisi Allah Swt,mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah Swt"
Recky Aprialmi
"Inalillahi wainaillahirojiun ...
Selamat jln dek ... Banyak kenangan telah kita ukir bersama ... Ketabahan dan semangat mu dlm dakwah patut jd contoh ... Semoga Allah mempermudahkan semua jalanmu ... Menuju surga - Nya ..
Rts Riana Rita Sari
#ukhti Hervaleni, in memoriam#selamat jalan ukhti hervaleni (MTK FKIP
UNJA'98), semoga Allah SWT akan mengampuni segala kekhilafanmu, menerima
amal ibadahmu, dan menempatkanmu di sisi-Nya yg mulia- kami semua
merasa kehilangan, sungguh- kami
menjadi saksi bahwa engkau telah melukiskan dan menorehkan sejarah dalam
perjalanan aktivitas kita selama ini- darimu, kami semua belajar ttg
keikhlasan dan ketegaran/keteguhan- insya Allah, dua orang putramu yg
gagah ini (muhandis dan faza) akan selalu mengirimkan do'a dan
mengalirkan pahala untukmu- yg lebih penting lagi, mereka siap
meneruskan dan mewujudkan cita2 besarmu, amiin#
Syafrudin Dwi Aprianto
#Renungan#dlm pekan ini- dua orang sahabat terbaik telah berpulang ke rahmatullah- sy mjd teringat salah satu nasehat imam ghazali- dimana beliau menyampaikan bhw yg paling 'dekat' dari diri kita adalah maut- ia datang tanpa pemberitahuan awal- krn itu, mjd semakin tersadar bhw hidup adalah sarana utk penyiapan 'bekal' berupa amal sholeh- jika kita sejenak merenungi hal itu, masih adakah ruang 'kesombongan' dan 'ketamakan' dlm diri kita- apalagi utk hal2 yg bersifat keduniawian?
Syafrudin Dwi Aprianto
Dan maasiiiih banyaaaak komentar tertulis maupun tidak tertulis dari para sahabat terhadap beliau. Mari kita do'akan almarhumah Allahumaghfirlaha warhamha wa'afi'i wa'fu'anha". dan keluarga yang ditinggalkan tabah, sabar, ikhlas atas duka ini. Bagi sahabatku akh Joko, kalaupun harus melakukan konsolidasi sejenak, itu adalah bagian dari upaya untuk melejit jauh lebih tinggi, untuk kegemilangan dakwah Islam, kami sekeluarga yang sedang merantau, tidak bisa hadir langsung bertemu, namun hati kami dekat dengan antum sekeluarga. Do'a dan emphati yang bisa kami berikan, dan ikut meng aminkan do'a sahabat yang lain di bulan penuh berkah ini. Aamin ya robbil alamin.
Musim Panas, Hannover, Jerman, 19 Juli 2013
Kami sekeluarga yang turut berduka atas duka yang menimpa sahabat perjuangan.
Catatan: kalau ada yang kurang berkenan dengan penyebutan "pemain di balik layar', karena ukhti Hervalini SPd, pada dasarnya juga pemain di depan layar, maka untuk itu saya mohon maaf, dan saya belum ketemu kata yang lebih tepat.
"Kebersamaan dengan mu telah mempertemukan antara kelembutan dan ketegasan dalam sebuah harmoni persahabatan. Kita bersua di jamaah dakwah ini..terkadang kita berbeda tapi aku sangat mengerti engkau pendukung ide perubahan. Sahabat kini..engkau telah pergi..kuhantarkan hingga engkau terlelap dalam tidur panjangmu..dan kuberharap Allah akan mempertemukan kita menjadi anggota jamaah surga-Nya.amin"
Risdayanti Sudarsono
"Kenangan dengan Mba Hervaleni Spd dulu..ketika ana jadi mahasiswa, beliau lah yang menyemangati ana maju jadi ketua HMJ PMIPA, beliau jugalah yang pertama kali menyarankn masuk KAMMI...Semoga amal ibadah beliau diterima disisi Allah Swt,mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah Swt"
Recky Aprialmi
"Inalillahi wainaillahirojiun ...
Selamat jln dek ... Banyak kenangan telah kita ukir bersama ... Ketabahan dan semangat mu dlm dakwah patut jd contoh ... Semoga Allah mempermudahkan semua jalanmu ... Menuju surga - Nya ..
Rts Riana Rita Sari
#ukhti Hervaleni, in memoriam#selamat jalan ukhti hervaleni (MTK FKIP
UNJA'98), semoga Allah SWT akan mengampuni segala kekhilafanmu, menerima
amal ibadahmu, dan menempatkanmu di sisi-Nya yg mulia- kami semua
merasa kehilangan, sungguh- kami
menjadi saksi bahwa engkau telah melukiskan dan menorehkan sejarah dalam
perjalanan aktivitas kita selama ini- darimu, kami semua belajar ttg
keikhlasan dan ketegaran/keteguhan- insya Allah, dua orang putramu yg
gagah ini (muhandis dan faza) akan selalu mengirimkan do'a dan
mengalirkan pahala untukmu- yg lebih penting lagi, mereka siap
meneruskan dan mewujudkan cita2 besarmu, amiin#Syafrudin Dwi Aprianto
#Renungan#dlm pekan ini- dua orang sahabat terbaik telah berpulang ke rahmatullah- sy mjd teringat salah satu nasehat imam ghazali- dimana beliau menyampaikan bhw yg paling 'dekat' dari diri kita adalah maut- ia datang tanpa pemberitahuan awal- krn itu, mjd semakin tersadar bhw hidup adalah sarana utk penyiapan 'bekal' berupa amal sholeh- jika kita sejenak merenungi hal itu, masih adakah ruang 'kesombongan' dan 'ketamakan' dlm diri kita- apalagi utk hal2 yg bersifat keduniawian?
Syafrudin Dwi Aprianto
Dan maasiiiih banyaaaak komentar tertulis maupun tidak tertulis dari para sahabat terhadap beliau. Mari kita do'akan almarhumah Allahumaghfirlaha warhamha wa'afi'i wa'fu'anha". dan keluarga yang ditinggalkan tabah, sabar, ikhlas atas duka ini. Bagi sahabatku akh Joko, kalaupun harus melakukan konsolidasi sejenak, itu adalah bagian dari upaya untuk melejit jauh lebih tinggi, untuk kegemilangan dakwah Islam, kami sekeluarga yang sedang merantau, tidak bisa hadir langsung bertemu, namun hati kami dekat dengan antum sekeluarga. Do'a dan emphati yang bisa kami berikan, dan ikut meng aminkan do'a sahabat yang lain di bulan penuh berkah ini. Aamin ya robbil alamin.
Musim Panas, Hannover, Jerman, 19 Juli 2013
Kami sekeluarga yang turut berduka atas duka yang menimpa sahabat perjuangan.
Catatan: kalau ada yang kurang berkenan dengan penyebutan "pemain di balik layar', karena ukhti Hervalini SPd, pada dasarnya juga pemain di depan layar, maka untuk itu saya mohon maaf, dan saya belum ketemu kata yang lebih tepat.
Beberapa
waktu lalu telah didiskusikan seputar pendapat/fatwa institusi bernama RIGD yg
berkantor di Frankfurt terkait pelaksanaan shalat tarawih. Namun karena file
PDF fatwa tsb bhs arab dan jerman, tampaknya masih belum difahami isinya oleh
sebagian orang. Ini saya ringkaskan dalam bahasa indonesia.
Posting
saya ini bukan dalam memberikan fatwa, akan tetapi sekedar meringkaskan hal
yang sudah ada dalam bhs indonesia. Fatwa mana yang diikuti, asal jelas
dalilnya, maka pilihan masing2.
==============================
Disebutkan
dalam dokumen tsb bahwa pada intinya mereka mengikuti fatwa dari European
Council for Fatwa and Research
PUASA Di
Jerman masih bisa diketahui waktu Shubuh/Imsak dan Maghrib. Oleh karena itu
jadwal puasa di Jerman mengikuti lokasi setempat dan tidak mengikuti Makkah
SHALAT
JAMA' MAGHRIB & ISYA' DI JERMAN
Pada
tanggal 18 Mei s.d. 8 Agustus secara umum diperbolehkan menjama' Maghrib dan
Isya' di Jerman. Jama' artinya begitu shalat yang pertama selesai, maka diikuti
oleh shalat yang kedua dengan tanpa jeda waktu.
Alasan:
sulitnya memastikan waktu Isya' di Jerman (yakni posisi matahari 18° di bawah
horison).
SHALAT
TARAWIH
Dalam
dokumen tsb. ada 3 alternatif:
1. Begitu
masuk maghrib, maka dilakukan iftar (makan dan minum). 1 jam atau 1,5 jam
kemudian maka dilaksanakan shalat maghrib, lalu dijama' isya', lalu Tarawih.
2. Begitu
masuk maghrib maka dilakukan shalat maghrib, setelah itu ifthar (makan+minum).
1 jam atau 1,5 jam kemudian baru isya'+tarawih.
Maka
praktik ini sebenarnya juga menjama' shalat namun dengan diselingi jeda waktu
(pendapat Ibn Taimiyah dan Ibn Qayyim).
3. Masjid
yang tidak melakukan shalat jama' maghrib+isya', disarankan utk mengikuti
jadwal daerah latitude (Breitengrad) 45°.
IQAMAH
SHALAT SHUBUH
Iqamah
disarankan untuk diakhirkan, supaya mempermudah orang datang ke masjid.
Kemudian
disebutkan dalam fatwa tsb. bahwa dalam hal2 seperti ini biasa ada perbedaan
pendapat. Yang dikedepankan adalah sikap toleran. Oleh karena itu silahkan saja
jika mengikuti perhitungan atau pendapat lain yang ada, yang dengan pendapat
yang lain tsb. manusia bisa melaksanakan shalat dengan mudah (tidak sulit) dan
dengan tidak terpaksa.
Insitusi
tsb. menyeru kpd masjid2 di Jerman utk mampu bersepakat menyusun jadwal shalat
setahun yang seragam (dengan tetap memperhitungkan perbedaan waktu antar
regional di jerman).
Demikian
terjemahnya, semoga bermanfaat.
===================
Tambahan
dari saya: daerah 45° contohnya: Perancis bagian selatan, Italia (Turin, Milan,
Venesia), Kroatia. Bandingkan: jerman paling selatan 47°. Jerman
utara misalnya Hamburg pada posisi 53°.
Saya
pribadi, selama ini memang belum pernah mengetahui detail penentuan shalat
isya' di masjid Turki atau masjid islamic center nürnberg, 2 buah masjid yang
saya shalat berjamaah di sana.
Contoh
jadwal hari Selasa 16 Juli:
Masjid
Turki: maghrib 21:23 isya 22:53
Masjid
Islamic Center: maghrib 21:17 isya 22:47
Kalau
diperiksa jadwal tiap harinya di bulan Juli ini: maka antara maghrib dan isya'
bedanya selalu konstant = 1,5 jam. Apakah ini berarti waktu isya' di 2 masjid
tsb. berdasarkan pendapat 1,5 jam jarak maghrib dan isya'? Jadi sebenarnya
tidak menentukan isya' dengan posisi matahari, namun lebih pada waktu maghrib +
1,5 jam ? Jika demikian, maka sebenarnya yang dilakukan oleh ke 2 masjid ini
adalah opsi tarawih no. 2 yakni: maghrib on-time. Lalu makan minum, kemudian
1,5 jam kemudian shalat isya'. Maka seandainya waktu isya'nya belum masuk
(menurut ukuran posisi matahari), berarti kami melakukan shalat jama' maghrib
isya' dengan jeda 1,5 jam.
Wallahua'lam
saya sendiri tidak tahu bagaimana menandai waktu isya' di musim panas ini dg
ukuran alam. Ada yang bilang, di musim panas ini langit tidak akan pernah
gelap.
Semoga
bermanfaat
Wassalam
a.fatih
Nuernberg,
17 Juli 2013
| di rumah pak Bintoro& Bu Maryam, Oldernburg, 16 Juli 2013, p' Hendry S, mas Afik Hadanto lagi ngak bisa hadir |
Akhy
Tak terasa sejak ana mengenal akhi telah bergulir
Menggulung satukan kita dalam tawa dan getir
Ada peluh yang kita reguk dalam dahaga
Ada tawa yang menghiasi langkah kita
Akhy
Jalan dakwah tiada berujung
Meski ruang dan waktu tak lagi satu
Namun do'a untukmu senantiasa mengiringi
Biar kini ruang dan waktu tak satu lagi
Namun hati dan langkah ini tak pernah terbagi
Langkahku langkahmu kan tetap sama
Dalam dakwah dan naungan Islam sempurna
Do'akan kami dan kita istiqomah dalam perjuangan
-NHKKB-
Akhi...doakan saya tetap istiqomah
Selamat menjalani episode kehidupan selanjutnya, kembali kealam nyata....
Semoga shilaturahim ini tetap terjaga
Inget2 kami akh Jahar, antum konglomerat hati kami
Mae, JCK, RF, BIN S, IND,ICH, HS
Mba Nana....perasaan cepet banget yach dah mo pulang aja, huhu...padahal perasaan saya baru ketemu beberapa waktu yang lalu, :(
Selamat kembali mengabdi di tanah air Indonesia tercinta ya mba & semangat berda'wah serta menyebar kebaikan disana untuk mba Nana sekeluarga.
Semoga nanti perjalanan pulangnya lancar & selamat sampai tujuan & berkumpul kembali dengan keluarga tercinta.
Salam ta'ddzim dari kami untuk keluarga besar mba & pak jahar di Indo ya...
O ya, ini ada sedikit oleh2 kaos untuk pak jahar & mainan pesawat untuk Zaky & Alif. mudah2an nanti bisa jadi pilot, he..he..sekaligus perancang pesawat seperti Habibie :)
Wassalamu alaikum wr.wb.
Maemun&Nida
---
From Germany with Love
Liebe mba Nana...semoga barokah, sukses, lancar urusannya.
Dari kami L? NHKKB
---
From Germany with Love
Liebe mba Nana...semoga barokah, sukses, lancar urusannya.
Dari kami L? NHKKB
Saat ini, Mesir sedang bergejolak, sejak DR. Mursi menjabat sebagai presiden terpilih melalui proses demokrasi yang bersejarah. Pemerintahan yang mendapat legitimasi dari rakyat tersebut, selalu saja di ganggu, sampai-sampai DR. Mursi, seolah-olah tidak cakap dalam mengelola negaranya. Awalnya saya menduga, salah satu target "merecoki" pemerintahan Mursi, diskenariokan Mursi gagal memperbaiki ekonomi bangsanya, dan ini menjadi senjata bagi oposisi untuk dijadikan bahan kampanye saat pemilu selanjutnya.
Waktu itu saya membayangkan, pihak oposisi akan mengatakan "tuh, lihat kalau aktivis Islam yang menjadi pemimpin, maka ekonomi Mesir semakin porak poranda". Namun kisah Mesir ternyata penuh kejutan. Pihak Oposisi tidak sabar mencatatkan sejarahnya, yang dilakukan adalah kudeta militer, dan dilakukan oleh orang-orang yang tidak tahu berterima kasih, padahal diangkat oleh presiden sah rakyat Mesir yaitu DR. Mursi.
Saya sangat yakin, ketergesaan pihak oposisi, pada dasarnya sedang menggali kuburannya sendiri, dan jadilah kudeta militer berimplikasi serius terhadap kestabilan keamanaan Mesir. Sudah ratusan orang yang menjadi syuhada, dan ribuan orang luka-luka, dan jutaan orang turun ke jalan mensuarakan kebenaran dengan resiko dibunuh dan diintimidasi.
Saat ramadhan ini, mereka rela meninggalkan suasana ceria berbuka puasa bersama istri dan anak-anak, untuk turun ke jalan. Mereka menjadikan jalan-jalan dan lapangan menjadi rumah Allah, disana mereka mengadakan sholat wajib berjama'ah, sholat sunnah, tarawih, sahur, tilawah, tadarus, murojaah hapalan, menambah hapalan, berbuka, bersama-sama di tempat perjuangan.
Yang menjadi pertanyaan bagi saya, kok mereka mau meninggalkan berbuka puasa dengan menu yang enak bersama keluarga, instirahat nyaman dirumah-rumah mereka, untuk sebuah perjuangan, dan saat yang sama mereka sadar sesadarnya bahwa setiap saat mereka bisa ditembak oleh sniper, atau diberondong senjata mesin yang berakibat berpulangnya nyawa ke pemilik sesungguhnya.
Yang menjadi pertanyaan bagi saya, kok mereka mau meninggalkan berbuka puasa dengan menu yang enak bersama keluarga, instirahat nyaman dirumah-rumah mereka, untuk sebuah perjuangan, dan saat yang sama mereka sadar sesadarnya bahwa setiap saat mereka bisa ditembak oleh sniper, atau diberondong senjata mesin yang berakibat berpulangnya nyawa ke pemilik sesungguhnya.
Coba anda bayangkan, istri dan anak-anak merekapun juga sadar akan implikasi bahwa, membolehkan putranya, suaminya, keluarganya, untuk bergabung dengan pejuang lainnya, pertanda bahwa anak-anak mereka, suami dan keluarga mereka bisa jadi sudah tidak pulang lagi kerumah mereka. Bahkan kita menyaksikan kaum wanita dan anak-anak pun, juga ikut berpartisipasi dalam perjuangan ini.
Merinding saya membayangkan jika itu terjadi pada diri kita, sanggupkah kita?
Mengapa mereka mau melakukan itu?
Apa Motivasi mereka?
Apa perjuangan mereka?
Saya menduga motivasi mereka yang paling utama adalah keimanan. Keimananlah yang mengerakkan mereka berjuang melawan kedzholiman yang dilakukan militer dan kelompok pendukung kudeta. Tidaklah mungkin berjuta-juta orang turun ke jalan dengan mengambil resiko maksimal, dikarenakan motivasi duniawi semata.
Saya berkeyakinan bahwa mereka melakukan itu karena sangat yakin bahwa jika resiko terburuk terjadi, seperti kematian, mereka sadar bahwa itu adalah jalan perjuangan yang benar, maka Allah akan membalasnya dengan balasan para syuhada.
Pelajaran
Mari kita telusuri beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah Mesir saat ini :
(a). Totalitas perjuangan didasarkan keimanan.
Fragmen sejarah terus mengingatkan kita bahwa totalitas perjuangan dan kecintaan terhadap bangsa dan negara, terjadi jika motivasi dasarnya adalah keimanan. Jadi teringat dengan pahlawan Indonesia yang juga adalah para ulama, mereka berjuang melawan penjajahan tanpa pernah berfikir akan mendapatkan tanda jasa dari bangsanya. Mereka berjuang karena keimanan dan tidak mau didzholimi oleh bangsa manapun. Sebutlah Imam Bonjol, Teungku Umar, Pangeran Diponegoro, KH. Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asyari, Buya HAMKA, Cut Nyak Din, dan banyak pejuang lainnya, yang mengukir sejarah dalam pendirian Indonesia, saat yang sama mereka adalah para ulama.
Dalam Sejarah Islam, kita akan menemukan banyak contoh serupa, tentara digerakkan karena keimanan, dan sadar sesadarnya pertaruhannya adalah nyawa.
(b). Waspadalah dengan upaya menjauhkan agama dengan negara
Upaya segelintir orang yang menginginkan dijauhkannya agama dengan politik dan negara, perlu dicermati dengan serius, upaya ini a-historis dalam sejarah Indonesia. Segelintir orang tersebut tidak membaca sejarah Indonesia dengan utuh, sisi pejuang yang juga religius dan ulama dihilangkan dalam pemahaman mereka. Jika perjuangan memisahkan agama dengan sendi kehidupan bernegara ini menjadi arus utama, saya sangat yakin, pada dasarnya gerakan tersebut adalah gerakan melemahkan bangsa. Telah banyak bukti ketika nilai agama jauh dari sendi kehidupan bernegara, terjadi "kebingunan massal". Standar apa yang menjadi acuan bersama dalam menentukan kebenaran dalam kehidupan sosial, kemasyarakatan dan bernegara. Muncullah asumsi-asumsi yang kebenarannya nisbi, dan tidak bisa menjadi acuan jika sudah berbeda tempat. Agama jika difahami dengan baik, akan menjadi perekat dan standar yang berlaku dimanapun, dan pasti kebenarannya.
Pelajarilah bangsa-bangsa yang punah, karena jauh dari nilai agama. Contoh yang masih bisa diamati saat ini adalah, Eropa yang hari ini sedang sakit, dan menuju paraduannya karena mencampakkan agama dari nilai kesehariannya masyarakatnya. Fakta menunjukkan bahwa dengan agamalah perjuangan membangun bangsa, berkorban untuk bangsa dan negara menjadi totalitas.
(c). Mengambil pelajaran dari Sirah Nabawiyah dan para sahabat
Pada dasarnya sejarah terus berulang, kejadian masa modern, dalam lakon dan episode yang tidak jauh berbeda, pada dasarnya pengulangan sejarah dalam waktu yang berbeda. Inilah makna penting "jangan pernah melupakan sejarah". Tinggal kemauan kita untuk membuka, mempelajarinya dan mengaktualisasi sejarah untuk menghadapi tantangan zaman.
(d). Persiapkanlah diri dan keluarga jika Allah memberi kemenangan pada aktivis Islam
Perjuangan meninggikan kalimat Allah, selalu menghendaki cinta yang besar, dan cinta tersebut akan meminta pengorbanan yang paling anda cintai sekalipun. Cinta yang besar terhadap perjuangan Islam, bisa jadi meminta nyawa kita, itulah yang saya fahami dari Mesir hari ini, ketika gerakan dakwah diberi kesempatan untuk memimpin, dan itu baru dalam hitungan bulan, maka Allah menguji para pejuangnya dengan kudeta militer, yang meminta pengorbanan yang besar.
Dan hanya pejuang-pejuang yang tangguhlah, yang akan diuji oleh Allah dengan ujian yang besar. Kita melihat panjangnya perjuangan gerakan dakwah di Mesir untuk mencapai tahapan pengelolaan negara, dan perjuangan tersebut mereka lalui dengan berbagai trubulensi. Penjara, penyiksaan, hilang, dijebloskan ke dalam penjara tanpa pengadilan, sudah menjadi training dakwah dalam keseharian aktivis dakwah di Mesir. Coba anda bayangkan, saat kita di Indonesia, masih menjadikan mukhoyyam, latsar, dauroh, dll sebagai arena menempa diri, agar lebih tangguh dalam menghadapi tantangan dakwah. Saudara kita di Mesir, sudah terbiasa menjadikan hotel prodeo dan siksaan menjadi dauroh bagi mereka. Hasilnya, menghasilkan pejuang-pejuang yang tangguh, dan belum selesai...perjuangan itu saat ini menghendaki cinta dan pengorbanan yang lebih besar.
Cinta akan meminta apapun yang paling kita cintai, dan bergeraklah selalu, selalu luruskan niat, perbaiki amal, karena dengan cara itulah kebahagiaan dan jannah-Nya kita dapatkan.
Jaharuddin
Pelajaran
Mari kita telusuri beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah Mesir saat ini :
(a). Totalitas perjuangan didasarkan keimanan.
Fragmen sejarah terus mengingatkan kita bahwa totalitas perjuangan dan kecintaan terhadap bangsa dan negara, terjadi jika motivasi dasarnya adalah keimanan. Jadi teringat dengan pahlawan Indonesia yang juga adalah para ulama, mereka berjuang melawan penjajahan tanpa pernah berfikir akan mendapatkan tanda jasa dari bangsanya. Mereka berjuang karena keimanan dan tidak mau didzholimi oleh bangsa manapun. Sebutlah Imam Bonjol, Teungku Umar, Pangeran Diponegoro, KH. Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asyari, Buya HAMKA, Cut Nyak Din, dan banyak pejuang lainnya, yang mengukir sejarah dalam pendirian Indonesia, saat yang sama mereka adalah para ulama.
Dalam Sejarah Islam, kita akan menemukan banyak contoh serupa, tentara digerakkan karena keimanan, dan sadar sesadarnya pertaruhannya adalah nyawa.
(b). Waspadalah dengan upaya menjauhkan agama dengan negara
Upaya segelintir orang yang menginginkan dijauhkannya agama dengan politik dan negara, perlu dicermati dengan serius, upaya ini a-historis dalam sejarah Indonesia. Segelintir orang tersebut tidak membaca sejarah Indonesia dengan utuh, sisi pejuang yang juga religius dan ulama dihilangkan dalam pemahaman mereka. Jika perjuangan memisahkan agama dengan sendi kehidupan bernegara ini menjadi arus utama, saya sangat yakin, pada dasarnya gerakan tersebut adalah gerakan melemahkan bangsa. Telah banyak bukti ketika nilai agama jauh dari sendi kehidupan bernegara, terjadi "kebingunan massal". Standar apa yang menjadi acuan bersama dalam menentukan kebenaran dalam kehidupan sosial, kemasyarakatan dan bernegara. Muncullah asumsi-asumsi yang kebenarannya nisbi, dan tidak bisa menjadi acuan jika sudah berbeda tempat. Agama jika difahami dengan baik, akan menjadi perekat dan standar yang berlaku dimanapun, dan pasti kebenarannya.
Pelajarilah bangsa-bangsa yang punah, karena jauh dari nilai agama. Contoh yang masih bisa diamati saat ini adalah, Eropa yang hari ini sedang sakit, dan menuju paraduannya karena mencampakkan agama dari nilai kesehariannya masyarakatnya. Fakta menunjukkan bahwa dengan agamalah perjuangan membangun bangsa, berkorban untuk bangsa dan negara menjadi totalitas.
(c). Mengambil pelajaran dari Sirah Nabawiyah dan para sahabat
Pada dasarnya sejarah terus berulang, kejadian masa modern, dalam lakon dan episode yang tidak jauh berbeda, pada dasarnya pengulangan sejarah dalam waktu yang berbeda. Inilah makna penting "jangan pernah melupakan sejarah". Tinggal kemauan kita untuk membuka, mempelajarinya dan mengaktualisasi sejarah untuk menghadapi tantangan zaman.
(d). Persiapkanlah diri dan keluarga jika Allah memberi kemenangan pada aktivis Islam
Perjuangan meninggikan kalimat Allah, selalu menghendaki cinta yang besar, dan cinta tersebut akan meminta pengorbanan yang paling anda cintai sekalipun. Cinta yang besar terhadap perjuangan Islam, bisa jadi meminta nyawa kita, itulah yang saya fahami dari Mesir hari ini, ketika gerakan dakwah diberi kesempatan untuk memimpin, dan itu baru dalam hitungan bulan, maka Allah menguji para pejuangnya dengan kudeta militer, yang meminta pengorbanan yang besar.
Dan hanya pejuang-pejuang yang tangguhlah, yang akan diuji oleh Allah dengan ujian yang besar. Kita melihat panjangnya perjuangan gerakan dakwah di Mesir untuk mencapai tahapan pengelolaan negara, dan perjuangan tersebut mereka lalui dengan berbagai trubulensi. Penjara, penyiksaan, hilang, dijebloskan ke dalam penjara tanpa pengadilan, sudah menjadi training dakwah dalam keseharian aktivis dakwah di Mesir. Coba anda bayangkan, saat kita di Indonesia, masih menjadikan mukhoyyam, latsar, dauroh, dll sebagai arena menempa diri, agar lebih tangguh dalam menghadapi tantangan dakwah. Saudara kita di Mesir, sudah terbiasa menjadikan hotel prodeo dan siksaan menjadi dauroh bagi mereka. Hasilnya, menghasilkan pejuang-pejuang yang tangguh, dan belum selesai...perjuangan itu saat ini menghendaki cinta dan pengorbanan yang lebih besar.
Cinta akan meminta apapun yang paling kita cintai, dan bergeraklah selalu, selalu luruskan niat, perbaiki amal, karena dengan cara itulah kebahagiaan dan jannah-Nya kita dapatkan.
Jaharuddin
Musim Panas, 2 Ramadhan 1434 H / 11 Juli 2013 M pukul 08.26 CET, di Hannover, Jerman
Jerman, terkenal dengan negara nomor wahid dibidang teknologi. Nah ternyata Islam itu sangat bisa diaplikasikan dalam kehidupan riil. Ada seorang murobbiyah mengambil master dibidang IT, jadilah berbgai macam agenda halaqoh berbasiskan teknologi.
O, ya kami di Jerman, terpisah-pisah antar kota, bahkan ada yang terpisah antar negara, untuk itu diadakanlah halaqoh darat dan online, jadi sebagian yang kotanya berdekatan berumpul pada satu tempat, sementara yang lain karena jaraknya tidak memungkinkan maka mengikutinya via online, bisa mengunakan skype dan YM.
yang datang antar kota, ada yang naik kereta sampai 3 - 4 jam perjalanan, dengan biaya bisa sampai puluhan bakan ratusan euro (kalau di Indonesia setara jutaan rupiah), namun nikmat.
Untuk mutaba'ah yaumiyah, bisa mengunakan aplikasi tertentu di handphone, seperti astrid Task.
Ramadhan kali ini merupakan kali ketiga, saya merasakan ramadhan dinegeri orang, dan beberapa tahun belakangan ini, ramadhan bertepatan dengan musim panas, lumayan terik. Ada beberapa keunikan ramadhan di Hannover, dibandingkan dengan ramadhan yang ngangenin di Indonesia.
Penetapan 1 Ramadhan
Selama ini, persoalan penetapan 1 ramadhan tidak menimbulkan perbedaan, biasanya para pengurus pengajian kota merujuk ke Zentralrat der Muslime Deutschland (www.islam.de), dan nanti akan dikonfirmasi saat malam sebelum ramadhan ke pihak masjid, yang juga akan mengumumkan secara resmi. Pihak pengurus pengajian, biasanya mengutus utusan ke beberapa masjid, dan informasi itu akan dirilis secara resmi oleh pengurus pengajian kota kepada masyarakat muslim Indonesia melalui milis dan fb, serta media lainnya.
Waktu
Selama ini, persoalan penetapan 1 ramadhan tidak menimbulkan perbedaan, biasanya para pengurus pengajian kota merujuk ke Zentralrat der Muslime Deutschland (www.islam.de), dan nanti akan dikonfirmasi saat malam sebelum ramadhan ke pihak masjid, yang juga akan mengumumkan secara resmi. Pihak pengurus pengajian, biasanya mengutus utusan ke beberapa masjid, dan informasi itu akan dirilis secara resmi oleh pengurus pengajian kota kepada masyarakat muslim Indonesia melalui milis dan fb, serta media lainnya.
Waktu
Karena beberapa tahun belakangan ini ramadhan bertepatan pada musim panas, implikasinya waktu berpuasa akan semakin panjang, 18 jam lebih, hampir 19 jam. Kami di Hannoverr, sholat shubuh pada pukul 02.42 dan nanti akan berbuka puasa pada 21.43. Jadwal Sholat juga berubah, sholat Dzuhur pukul 13.27, sholat Ashar 17.49. yang berdekatan adalah sholat waktu sholat Isya pada pukul 23.48 dan sholat shubuh pukul 02.52.
Sholat Tarawih
Karena waktu sholat maghrib sudah larut, apalagi sholat Isya. Ada sebagian masjid yang menjama' taqdim sholat magrib dan Isya, jadi setelah adzan, dilanjutkan berbuka, kemudian sholat maghrib, istirahat sebentar dan dilanjutkan sholat Isya, setelah sholat Isya, maka dilanjutkan sholat tarawih. di Masjid Shalaheddin al- ayyubi di dekat dengan rumah saya, sholat tarawihnya 24 rakaat.
Sahur
Ramadhan yang penuh tantangan karena kami akan sahur sekita pukul 02.00, karena pukul 02.52 sudah sholat shubuh. Ini cukup merepotkan bagi pendidikan anak-anak untuk mulai berpuasa, walaupun biasanya pada saat ramadhan ini, anak-anak sudah mulai libur musim panas.
Ramadhan yang penuh tantangan karena kami akan sahur sekita pukul 02.00, karena pukul 02.52 sudah sholat shubuh. Ini cukup merepotkan bagi pendidikan anak-anak untuk mulai berpuasa, walaupun biasanya pada saat ramadhan ini, anak-anak sudah mulai libur musim panas.
Suasana
Ini yang tidak bisa tergantikan dengan suasana di tanah air. Hari ini, satu hari sebelum ramadhan sepertinya denyut kehidupan tidak ada perbedaan dari hari-hari biasanya. Kalau ditanah air, sudah marak iklan sirup, para artis sudah mulai menutup auratnya, masjid-masjid dibersihkan, berbagai macam acara diadakan, makanan untuk ta'ajil dan berbuka sudah dirancang, pasar kaget ramadhan bermunculan. Hal seperti itu tidak terlihat disini.
Yang kami lakukan adalah mengajak masyarakat untuk mengadakan tarhib ramadhan, di acara ini refresh ilmu seputar ramadhan.
Yang lebih menantang, karena saat ini musim panas, maka warga disini sangat suka memakai pakaian yang serba terbatas, dan berjemur dipingir danau, atau sungai. Jadi kalau jalan ke masjid, atau beraktivitas lainnya, maka pemandangan dengan pakaian ala kadarnya susah untuk dihindari.
Yang kami lakukan adalah mengajak masyarakat untuk mengadakan tarhib ramadhan, di acara ini refresh ilmu seputar ramadhan.
Yang lebih menantang, karena saat ini musim panas, maka warga disini sangat suka memakai pakaian yang serba terbatas, dan berjemur dipingir danau, atau sungai. Jadi kalau jalan ke masjid, atau beraktivitas lainnya, maka pemandangan dengan pakaian ala kadarnya susah untuk dihindari.
Ifthar (berbuka)
Cukup banyak masjid mengadakan berbuka puasa, bahkan ada yang melaksanakannya setiap hari, seperti masjid shalaheddin al-eyyubi. Berbuka puasa dilaksanakan dibangunan bawah ruang masjid. Banyak jama'ah hadir, menikmati hidangan yang disediakan. Kalau di masjid Shalaheddin, menu tetapnya adalah sup, ditambah satu menu lainnya. ala menu orang-orang arab.
Komunitas Muslim Hannover (KMH), yang merupakan wadah berkumpulnya masyarakat muslim Indonesia di kota Hannover, rutin setiap pekan mengadakan berbuka puasa di akhir pekan, biasanya bergilir dari satu rumah ke rumah lainnya, atau ruang serbaguna asrama mahasiswa dan kampus. Acara ini selalu meriah, karena bisa saling shilaturahmi antar warga dan saat yang sama bisa mengobati kangen akan kampung halaman, karena bisa bersua dengan saudara seperantauan, dan tidak kalah pentingnya bisa mengurangi kangen terhadap makanan Indonesia. Biasanya masing-masing membawa makanan Indonesia, sekaligus perbaikan gizi ala mahasiswa.
I'tikaf
Beberapa masjid mengadakan i'tikaf, terutama pada malam-malam ganjil, dan cukup banyak pengunjung yang datang. I'tikaf dirangkai dari sholat tarawih, sholat qiyamulail sampai sahur bersama. Biasanya pihak masjid menyediakan sahur, dengan menu ala arab.
Idul Fitri
Kami diperantauan sangat berharap, idul fitri jatuh pada weekend, karena tidak ada libur saat idul fitri. Jika idul fitri jatuh pada hari kerja, sebagian dari warga ada yang terpaksa tidak bisa ikut sholat idul fitri, karena harus masuk kerja/lab/kuliah. Namun ada juga warga yang mengantisipasinya dengan cara mengajukan cuti, ada juga yang mensiasatinya dengan cara datang dulu ke sholat idul fitri, setelah sholat baru langsung ke tempat beraktivitas.
Beberapa masjid mengadakan i'tikaf, terutama pada malam-malam ganjil, dan cukup banyak pengunjung yang datang. I'tikaf dirangkai dari sholat tarawih, sholat qiyamulail sampai sahur bersama. Biasanya pihak masjid menyediakan sahur, dengan menu ala arab.
Idul Fitri
Kami diperantauan sangat berharap, idul fitri jatuh pada weekend, karena tidak ada libur saat idul fitri. Jika idul fitri jatuh pada hari kerja, sebagian dari warga ada yang terpaksa tidak bisa ikut sholat idul fitri, karena harus masuk kerja/lab/kuliah. Namun ada juga warga yang mengantisipasinya dengan cara mengajukan cuti, ada juga yang mensiasatinya dengan cara datang dulu ke sholat idul fitri, setelah sholat baru langsung ke tempat beraktivitas.
Satu hari sebelum 1 Ramadhan 1434H
Musim panas, Hannover, 8 Juli 2013
Musim panas, Hannover, 8 Juli 2013





