Hari-hari ini saya memperhatikan media di Indonesia, para tokoh dan politisi membuat analogi dan mencari-cari inspirasi dari beberapa hal, sebutlah Anas Urbaningrum sang ketua partai demokrat, mengeluarkan istilah "sengkuni". Diacara yang lain saya melihat kebiasaan bung Karni Ilyas dalam acara Indonesia lawyers Club nya, membuka atau menyelingi acaranya dengan kisah dari wayang. Kemudian saya juga mengamati Anis Matta mengambil kisah, inspirasi dan pelajaran dari kisah para nabi dan sahabat.
Saya bukanlah peminat pewayangan, apalagi saya dilahirkan di sumatra dari keluarga melayu, jadi bahasa Jawapun tidak bisa, dan juga bukan ahli sejarah. Bagi saya menarik mengamati dan melakukan analisa serta menarik pelajaran dari fragmen para tokoh ini.
Alaminya apa yang kita bicarakan tidak akan terlepas dari input yang masuk dalam media fikiran kita, artinya jika yang menjadi sumber inspirasi bagi kita adalah kisah pewayangan maka itu menunjukkan perhatian yang kuat dalam diri kita tentang pewayangan, kisahnya dan para tokohnya. bagitu pula jika sejarah nabi muhammad dan para sahabat menjadi inspirasi dan pelajaran bagi kita maka input terhadap kisah tersebut begitu membekas didalam diri orang yang bersangkutan.
Saya tidak pada posisi menilai yang satu benar dan yang lain salah, saya hanya memaparkan padangan yang tentunya subjektif dari diri saya.
Hal lain yang bagi saya juga menarik adalah, Anas Urbaningrum mempunyai latar belakang keluarga NU dan dibesarkan di HMI, suatu ormas Islam yang telah banyak melahirkan tokoh-tokoh nasional, sementara Anis Matta dilahirkan di Sulawesi selatan, menempun pendidikan di pondok pesantren muhammadiyah dan seterusnya masuk ke LIPIA Jakarta.
Ada kesamaan diantara kedua tokoh ini, yaitu sama-sama mempunyai latar belakang lingkungan yang beraktivitas dalam kegiatan keislaman, namun kenapa sepertinya cara mengambil inspirasi berbeda?, paling tidak dari pidato-pidato kedua tokoh ini yang ada dan diliput media.
Apakah ini menandakan yang satu cendrung sekuler, dan yang satu cendrung sebaliknya, ataukah sudah mulai luntur dalam jiwa para tokoh ini bahwa sesungguhnya Islam itu mempunyai khazanah pelajaran yang relevan dan layak dalam dimensi kekinian. Atau bisa jadi karna keterbatasan referensi, atau bisa jadi disengaja agar bisa menarik perhatian khalayak ramai.
Bagi saya sejarah Islam itu penuh dengan inspirasi dan pelajaran yang sangat relevan dalam dunia kekinian, namun memang dibutuhkan kedalaman pemahaman dan tafsir yang kuat akhirnya nilai-nilai sejarah Islam bisa diaktualisasi dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh: Jaharuddin
Setiap senin sampai sabtu pagi, saya menyusuri sudut kota Hannover, dari rumah kami menuju kearah gereja markirche, melewati pertokoan menuju Mc D di Kropke, masuk disamping kiri Mc D tembus ke I-Shop, sampai lampu merah didekat kantor polisi, lurus terus melaju sampai ke arah Waidendamm, sampai dipersimpangan dekat kantor pusat DHL, berbelok kekanan masuk kebawah jalan kereta api, dan menyebarang ke arah city ring, sampai didepan Continentall, berbelok kekanan dan terus mengikuti jalan tersebut sampai ketemu Rewe di Volsstrasse.
Disini ketemu dengan beberapa rekan kerja, dan dari sini saya melanjutkan .....
Bukan berarti tidak berempati dari ditangkapnya ustadz LHI, daripada mengutuk kegelapan lebih baik menghidupkan lampu positif melihat tragedi ini:
Positif: Kader akan semakin solid dan militan, karena ujian ini.
Positif: Aroma rekayasa, atau konspirasi atau apapun judul yang mau diberikan, kental dalam kasus ini, bisa berujung pada suasana PKS “terdzholimi”, bukannya PKS ditinggalkan malah semakin banyak orang bersimpati dengan PKS
Positif : Ust LHI mengundurkan diri dari presiden, ini pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia, bahwasanya jabatan bagi kader PKS bukan dikejar, kalau perlu dihindari, akhirnya PKS akan mempunyai presiden yang baru, dengan semangat baru, tidak akan mengangu kinerja partai, insya Allah mendorong semakin progresif capaian kinerja partai.
Positif: Ustadz LHI diberi kesempatan beristirahat, dan bagi seorang pejuang dakwah, penjara merupakan tempat beristirahat dan bisa jadi melahirkan karya-karya besar.
Positif: Media akhirnya mengulas PKS dengan panjang lebar, ini iklan gratis bagi PKS, jika ada yang beranggapan ini adalah iklan negatif, masyarakat sudah semakin cerdas untuk menimbang kualitas informasi di media.
Positif: Terpaan anggin dari luar tidak akan mampu memporakporandakan, karena akarnya kuat menghujam, karenanya anggin yang kuat justru pertanda PKS semakin tinggi menjulang.
Ditambahkan, para sahabat:
Positif : Dengan semua iklan gratis ini, jika nantinya semua terbantahkan, atau semuanya terberitakan dengan benar..maka yang terbiasa menghujat akan dibukakan pintu hatinya oleh Allah SWT...(Riser Fahdiran)
Positif: Akan nampak siapa kawan (semakian solid insya Allah) dan siapa lawan...(Nurkholis At-Teghalie)
Positif:Ini bukti bahwa apa yg kita lakukan & yakini adalah sesuatu yg benar. Mihnatud dakwah benar adanya (Nurkholis At-teghalie)
Positif : Kader dakwah akan mengambil sebuah pelajaran besar, sebuah keharusan setiap kader harus semakin meningkatkan kualitas tarbiyah karena musuh-musuh dakwah berkeliaran dimana-mana, tingkatkan kapasitas diri dari berbagai sisi (Mailinar Indrawata)
Positif : Bila nanti tidak terbukti maka akan menjadi pencitraan baik bagi PKS untuk melangkah dan menang di Pemilu 2014(Muhammad Syafri)
Positif : Orang-orang semakin penasaran dan mencari tahu tentang PKS maka akan terang benderang kebenaran Allah ungkapkan dan akan banyak orang simpati. Seperti konspirasi zionis terhadap Islam pada 11sept 2001 yang membuka mata dunia tentang Islam yg sebenarnya dan membuat banyak org Amerika dan belahan dunia lainnya masuk Islam. (Ated Favorito)
Positif: Mudah2an ini jadi momentum untuk mendongkrak keimanan dan ketaqwaan kita. Subhanallah memang ujian ktika di sikapi dengan positif akan menghasilkan rentetan2 hal yg positif,tdk ada yg negatif dr اَللّهُ semuanya positif ketika kita mampu menangkap pesan di balik musibah.Allohu Akbar!!!^_^ (Ummi Hannifa)
Positif: Kalaulah dgn 'operasi' ini- anda menginginkan perpecahan dan tercerai-berainya barisan kami- maka rasanya anda 'salah sasaran'- justru atas jasa 'anda-lah', saat ini 'adrenalin' kami tengah bangkit utk mematahkan 'misi' anda- sekaligus mewujudkan 'mimpi' besar kami (Syafrudin Dwi Apriyanto)
Positif: Mereka sangka semangat pejuang melemah dengan Isyu terbunuhnya Rasulullah. Tidak! kita berjuang bukan karena makhluk. Tapi, hanya karena Allah. (Hartanto Saryono, Lc al hafidz)
Positif: akhirnya Anis Matta terpilih jadi presiden PKS, dan sekali lagi memberikan teladan bagi bangsa, dengan mengundurkan diri dari wakil ketua DPR sekaligus dari keanggotaan beliau di DPR
Positif: Allah tidak akan pernah salah memberikan tantangan kepada hambanya...Allah memberikan tantangan tersebut kepada generasi muda...agar bisa melesat lebih cepat dan besar untuk kemaslahatan umat, wabil khusus Indonesia..
Positif + positif and positif und positif wa positif ……
Silakan ditambahkan….:)
Hannover, Jerman, akhir musim dingin, 010213
Jaharuddin
Oleh: Jaharuddin
Saya berpindah dari Jakarta ke Hannover, dengan harapan baru, bergaul dengan banyak orang dilingkungan yang baru, awalnya saya meyakini kepribadian saya sudah terbentuk dengan kuat (berkarakter), belakangan saya menyadari bahwa ternyata saya secara perlahan bergeser. Awalnya saya meyakini bahwa tidak semua orang harus S3, tidak semua orang menjadi ilmuan, bangga dengan pencapaian menerbitkan tulisan pada jurnal internasional dengan kredibilitas tinggi. Lingkungan saya adalah para mahasiswa, sehari-hari saya bergaul dengan mahasiswa, teman-teman dekat saya adalah para S3, perlahan, sayapun terdorong untuk mengambil S3, dan alhamdulillah pintu kearah itu terbuka, saya mendapatkan profesor, diterima dengan tangan terbuka, tahapan "disamakan" dengan teman-teman lain menunggu saatnya saja.
Saya mengajukan beasiswa, saya ikuti seleksi secara bertahap dengan tingkat keyakinan tinggi, pada akhirnya saya dinyatakan tidak mendapatkan beasiswa, ternyata berakhir dengan guncangan yang mengiris rasa optimis, hari demi hari rasa optimis semakin memudar.
Saya disadarkan oleh istri tercinta, mengingatkan bahwa saya berubah ke arah yang mengkhawatirkan, saya pun setuju dengan pandangan tersebut, dan saya HARUS BANGKIT, kekecewaan, kegagalan, dan semua kejadian tidak sesuai rencana jangan sampai menarik rasa percaya diri pada titik nadir, saya harus mampu keluar dari suasana, dan harus mampu melejitkan diri untuk sukses dalam bidang yang saya minati.
Teringat seorang motivator, yang sering menginspirasi perjalanan karir saya sebagai manager marketing disalah satu perusahaan swasta di Jakarta, saya coba cari-cari arsipnya, akhirnya ketemu beberapa video Tung Desem Waringin (TDW), yang inspiratif. Ada 3 (tiga) prinsip utama yang diajarkan Anthony Robbins (guru suksesnya TDW) agar potensi diri melejit, yaitu:
"Sukses tersebut bukan karena absennya ketakutan, tapi karena bisa mengelola ketakutan, bahkan merubah ketakutan menjadi kekuatan"
Yakinlah bahwa Allah telah menciptakan diri kita dengan sempurna, setiap diri diciptakan Allah dengan keunikan masing-masing, dalam satu keluarga dengan ayah dan ibu kandung saja, kita berbeda, apalagi dengan orang lain. Termasuk didalamnya adalah potensi setiap manusia juga diciptakan berbeda.Saya berpindah dari Jakarta ke Hannover, dengan harapan baru, bergaul dengan banyak orang dilingkungan yang baru, awalnya saya meyakini kepribadian saya sudah terbentuk dengan kuat (berkarakter), belakangan saya menyadari bahwa ternyata saya secara perlahan bergeser. Awalnya saya meyakini bahwa tidak semua orang harus S3, tidak semua orang menjadi ilmuan, bangga dengan pencapaian menerbitkan tulisan pada jurnal internasional dengan kredibilitas tinggi. Lingkungan saya adalah para mahasiswa, sehari-hari saya bergaul dengan mahasiswa, teman-teman dekat saya adalah para S3, perlahan, sayapun terdorong untuk mengambil S3, dan alhamdulillah pintu kearah itu terbuka, saya mendapatkan profesor, diterima dengan tangan terbuka, tahapan "disamakan" dengan teman-teman lain menunggu saatnya saja.
Saya mengajukan beasiswa, saya ikuti seleksi secara bertahap dengan tingkat keyakinan tinggi, pada akhirnya saya dinyatakan tidak mendapatkan beasiswa, ternyata berakhir dengan guncangan yang mengiris rasa optimis, hari demi hari rasa optimis semakin memudar.
Saya disadarkan oleh istri tercinta, mengingatkan bahwa saya berubah ke arah yang mengkhawatirkan, saya pun setuju dengan pandangan tersebut, dan saya HARUS BANGKIT, kekecewaan, kegagalan, dan semua kejadian tidak sesuai rencana jangan sampai menarik rasa percaya diri pada titik nadir, saya harus mampu keluar dari suasana, dan harus mampu melejitkan diri untuk sukses dalam bidang yang saya minati.
Teringat seorang motivator, yang sering menginspirasi perjalanan karir saya sebagai manager marketing disalah satu perusahaan swasta di Jakarta, saya coba cari-cari arsipnya, akhirnya ketemu beberapa video Tung Desem Waringin (TDW), yang inspiratif. Ada 3 (tiga) prinsip utama yang diajarkan Anthony Robbins (guru suksesnya TDW) agar potensi diri melejit, yaitu:
1. Paint and Pleasure.
Manusia hanya bergerak mencari nikmat dan menghindari sengsara. Kalau kita menjadi master, tuan dari paint and pleasure ini, kita jadi master dalam kehidupan, tapi kalau kita menjadi budak, hanya cari kenikmatan jangka pendek, tidak tahan sengsara jangka pendek, lupa kenikmatan jangka panjang, lupa kesengsaraan jangka panjang, kita jadi budak paint and pleasure, tentu saja kehidupan kita jadi akan berantakan, dan dari paint and pleasure ini, banyak pelajaran yang bisa kita ambil sebagai pemimpin, sebagai penjual, sebagai kepala rumah tangga, bagaimana mengerakkan diri kita, mengerakkan orang lain, paint and pleasure ini dahsyat luar biasa.
Bentuk aplikasi nyatanya adalah .....
Bentuk aplikasi nyatanya adalah .....
2. Fear into Power
Orang mempunyai trauma-trauma masa lalu, ada takut gelap, ada kecanduan merokok, dll. bagaimana cara merubah takut menjadi kekuatan. Ada tiga cara yang dilakukan::
a. Tergantung gerakan kita
semua orang yang sukses mengalami emosi yang tidak pada tempatnya, orang sukses juga cemas, khawatir, malas, ragu-ragu, dll, namun tetap take action.
b. Ubah Fokus dan keyakinan
Fokus tergantung dari pertanyaan, misal "kalau nanti gagal gimana ya?", maka dirubah pertanyaannya "kalau berhasil bagaimana ya?", jadi pertanyaan fokus mengarah pada solusi.
Kemudian keyakinan, perlu
saya adalah ,
1. Role di dalam hati, Bila....maka .....
2. mmm
contoh bila rumah saya besar, maka susah membersihkannya.
Kemudian keyakinan, perlu
saya adalah ,
1. Role di dalam hati, Bila....maka .....
2. mmm
contoh bila rumah saya besar, maka susah membersihkannya.
c. Pilihan kata kita
Pilihan kata akan sangat mempengaruhi emosi anda, misal kalau kita mengatakan "saya binggung" maka otak kita langsung "binggung", bisa dipilih katanya "saya perlu mencari informasi lebih lanjut".
"Saya malas" bisa diganti menjadi "saya lagi cas batry sebentar lagi akan meledak"
"Aku ditipu Rp. 10 juta", bisa diganti "ongkos belajar saya Rp. 10 juta"
Pilihan kata, sangat mempengaruhi emosi kita, tipsnya puasa ngomong negatif 10 hari, lihatlah perubahan besar dalam diri anda.
"Saya malas" bisa diganti menjadi "saya lagi cas batry sebentar lagi akan meledak"
"Aku ditipu Rp. 10 juta", bisa diganti "ongkos belajar saya Rp. 10 juta"
Pilihan kata, sangat mempengaruhi emosi kita, tipsnya puasa ngomong negatif 10 hari, lihatlah perubahan besar dalam diri anda.
3. Modelling
Sukses meninggalkan jejak, satu cara untuk menjadi orang besar bergaullah dengan orang yang besar, sekali sukses bisa jadi karena beruntung semata, kalau berkali-kali sukses sudah pasti bukan karena keberuntungan semata, ...untuk itu diperlukan mentor dari orang-orang terbaik dibidang yang anda ingin sukses dibidang tersebut.
Ilmu Modelling, atau bisa juga disebut ATM (Amati Tiru dan Modifikasi) dengan lebih baik.
Tiga cara yang sederhana, dan saya meyakini jika diamalkan dengan istiqomah, akan menghasilkan pengaruh yang luar biasa. Bismillahirrahmanirrahim...take action, saat ini juga, saya mengontak calon mentor saya seorang pengusaha muda Nasional, yang beberapa saat yang lalu ketemu di Berlin, mohon do'a pembaca agar saya diterima menjadi binaannya. Amin ya robbil alamin.
BELUM SELESAI
diadaptasi dari TDW di http://www.youtube.com/watch?v=3-2AJJ-Q1Qk
BELUM SELESAI
diadaptasi dari TDW di http://www.youtube.com/watch?v=3-2AJJ-Q1Qk
Semoga bermanfaat.
Hannover, Jerman. Akhir Musim Dinggin, 30 Januari 2012
Lihatlah daftar 10 (sepuluh) orang terkaya di dunia tahun 2012 versi FORBES, (1). Carlos Slim Helu and Family dari Meksiko, dengan kekayaan USD 69 milliar. (2). Bill Gates, Microsoft group, dengan kekayaan USD 61 milliar. (3). Warren Buffet, pemilik Berkshire Hathaway, dengan kekayaan USD 44 milliar. (4). Chairman Louis Vuittin Moet Hennessy Bernard Arnault, dari Prancis, pemilik Louis Vuitton, Bulgari, dll, dengan kekayaan USD 41 milliar. (5). Amancio Ortega, Inditex group, dengan kekayaan USD 37,5 milliar. (6). Larry Ellison, pendiri Oracle, dengan kekayaan USD 36 milliar. (7). Eike Batita, pengusaha minyak dan tambang asal Brasil, dengan kekayaan USD 30 milliar. (8). Stefan Persson, pendiri H&M, dengan kekayaan USD 26 milliar. (9). Li Ka-shing, chairman Hutchison Whampoa Limited, dengan kekayaan USD 25,56 milliar dan 270 ribu karyawan di 53 negara. (10). Karl Albrecht, pengusaha Jerman pemilik Aldi Sud, dengan kekayaan USD 25,4 milliar serta 4500 gerai supermarket.
Bagaimana dengan kondisi Indonesia, siapa 10 (sepuluh) orang terkaya tahun 2012 versi FORBES, dimana posisinya pada daftar orang terkaya di dunia, (1). R. Budi dan Michael Hartono, dengan kekayaan USD 15 milliar. (2). Eka Tjipta Widjaja dan Keluarga, dengan kekayaan USD 7,7 milliar. (3). Susilo wonowidjojo dan keluarga, dengan kekayaan USD7,4 milliar. (4). Anthoni Salim dan keluarga, dengan kekayaan USD 5,2 milliar. (5). Chairul Tanjung, dengan kekayaan USD 3,4 milliar. (6). Sri Prakash Lohia, dengan kekayaan USD 3 milliar. (7). Sukanto Tanoto, dengan kekayaan USD 2,8 milliar. (8). Peter Sondakh, dengan kekayaan USD 2,6 milliar. (9). Boenjamin Setiawan dan keluarga, dengan kekayaan USD 2,35 milliar. (10). Putera Sampoerna dan keluarga, dengan kekayaan 2,3 milliar.
Dari nama yang dipublikasikan FORBES, terdapat satu orang pengusaha muslim yaitu Chairul Tanjung. Muncul pertanyaan untuk direnungkan, mengapa dalam jajaran 10 (sepuluh) pengusaha top dunia tidak ada yang muslim?, mengapa dalam jajaran 10 (sepuluh) pengusaha top Indonesia hanya satu orang yang muslim?, bukankah saat ini umat Islam jumlahnya nomor 2 (dua) terbanyak didunia, bukankah Islam mayoritas di Indonesia. Sewajarnyalah sebagian besar pengusaha top di Indonesia adalah muslim.
Dari nama yang dipublikasikan FORBES, terdapat satu orang pengusaha muslim yaitu Chairul Tanjung. Muncul pertanyaan untuk direnungkan, mengapa dalam jajaran 10 (sepuluh) pengusaha top dunia tidak ada yang muslim?, mengapa dalam jajaran 10 (sepuluh) pengusaha top Indonesia hanya satu orang yang muslim?, bukankah saat ini umat Islam jumlahnya nomor 2 (dua) terbanyak didunia, bukankah Islam mayoritas di Indonesia. Sewajarnyalah sebagian besar pengusaha top di Indonesia adalah muslim.
Menarik untuk kita renungkan...
Tulisan ini tidak bermaksud mengungkit-ngungkit ketidakadilan peta persaingan yang tidak sempurna, karena mustahil mencari kesempurnaan di dunia ini, yang ada adalah kekuatan dan kecerdasan dalam memanfaatkan peluang ditengah ketidak sempurnaan yang terjadi. Tulisan ini mengajak mendiskusikan persoalan yang tidak simetris, untuk menarik banyak pelajaran dari fenomena yang terjadi, sehingga kedepan umat Islam lebih maju, sambil memformulasikan mimpi kejayaan umat Islam tanpa menciptakan ketidak adilan bagi umat lainnya, akhirnya izzah umat Islam semakin terasa dan maslahat bagi alam semesta. Amin ya robbil alamin.
Mungkinkah, terdapat cara pandang yang kurang tepat dan mind set umat Islam terhadap kekayaan, masihkah kita membuat jarak antara pribadi yang sholeh dengan kekayaan, sama halnya saat awal dakwah masuk ke Indonesia dipersepsikan bahwa orang yang modern dan berpendidikan adalah orang yang Islamnya biasa saja (awam) dan perempuannya tidak berjilbab. Sekarang persepsi itu mampu dibalikkan oleh aktivis dakwah yang tidak pernah berhenti bekerja dan beramal, walau apapun rintangannya.
Masihkah menancap dengan kuatnya, bahwa pengusaha sukses adalah orang yang bergelimang harta dan belum tentu halal, orang yang banyak harta adalah orang yang susah memastikan hartanya bersumber dari sumber yang halal dan susah dipertanggung jawabkan, singkatnya kalau anda ingin sholeh dan tenang dalam menjalani kehidupan, maka ngak usah memaksakan diri dalam mengejar harta, anda cukup beribadah sebanyak-banyaknya untuk persiapan akhirat. Benarkah orang kaya tidak bisa beribadah dengan tenang dan banyak?
Sepertinya, ada dikotomi yang belum tentu benar antara kesholehan dengan kekayaan, menjadi wajar seseorang yang sholeh jika hanya hidup seadanya. Serta muncul persepsi kalau ada orang yang sholeh hidup berkecukupan, tinggal di kawasan Elit, mobilnya mewah, mempunyai villa, resort, hotel, bahkan mempunyai jet pribadi, dan seterusnya, maka perlu dicurigai.
Cobalah berfikir obyektif dan tetap kritis, apakah tidak boleh, sebagai seorang muslim yang baik dan saat yang sama sebagai seorang pengusaha yang sukses yang mempunyai kekayaan top dunia?, bukankah seharusnya kita bangga jika umat Islam yang sholeh dan taatlah yang diamanahkan kekayaan, sehingga alokasi dan distribusi kekayaannya adil dan menentramkan banyak orang, Bukankah ini gambaran ideal yang perlu ditanamkan ke generasi penerus.
Belajar dari Generasi Terdahulu
Telusurilah pejalanan Rasulullah dan sahabat, dengan mudah kita menemukan bahwa Rasulullah sendiri adalah seorang yang mempunyai harta yang tidak sedikit, begitu pula sahabat agung beliau, seperti Abu Bakar ra, Umar bin Khattab ra, Usman bin Affan ra, Abdurahman bin Auf ra, dan sahabat lainnya, mereka adalah sahabat nabi yang tidak diragukan lagi kemantapan aqidah Islamnya, namun saat yang sama mereka adalah pribadi-pribadi dengan kekayaan berlimpah, dan dengan kekayaan tersebutlah dakwah Islam dikembangkan sampai kepenjuru dunia.
Untuk melengkapi data seberapa besar kekayaan yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW dan sahabat, berikut saya tampilkan beberapa data kekayaan Rasulullah dan beberapa sahabat, yang saya konversi dengan nilai kekinian, dengan maksud memudahkan untuk memvisualisasikan besarnya pemberian dan harta kekayaan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat:
a. Nabi Muhammad SAW
Berdasarkan Ekonografi Nabi Muhammad SAW, pada umur 12 tahun beliau sudah aktif sebagai eksportir ke Syam. Di usia 17-19 tahun beliau sudah menjadi pengusaha yang mandiri, beranjak ke usia 22 tahun beliau sudah sangat terkenal di jazirah Arab sebagai seorang profesional. Umur 25 tahun beliau menikah, menjelang usia kenabian beliau mendapat gelar pengusaha terpercaya (al amin), tokoh arbitrer dan konsultan perdagangan internasional, bentuk pengakuan "sertifikasi" paling prestisius di zamannya. Bahkan beliau sudah berbisnis sampai ke 17 negara.
Mengenai kekayaan nabi Muhammad SAW, penulis belum menemukan data lengkap, data yang ada adalah dari Abu Faris (1997), beliau memberikan mahar kepada Khadijah sebanyak 20 ekor unta (Rp. +/- 200 juta) dan 12 uqiyah emas (Rp.+/- 217 juta). Nabi Muhammad SAW pernah membagikan lebih dari 1500 ekor unta (Rp.15 milliar) kepada beberapa orang Quraisy sesudah perang Hunain. nabi Muhammad SAW juga pernah menerima 90.000 dirham (Rp. 6,3 milliar), dan uang tersebut dibagikan kepada orang sampai habis.
Syuaibi mencatat beliau membagikan al-kutaibah (pemberian rutin) kepada kerabat dan istri-istrinya beliau, sebagai berikut: kepada Fatimah 200 wasaq, Ali bin Abi Thalib 100 wasaq, Usamah bin Zaid 250 wasaq, Aisyah 200 wasaq, Jafar bin Abi Thalib 50 wasaq, Rabiah bin Harits bin Abdil Muthallib 100 wasaq, Abu bakar 100 wasaq, Aqil bin Abi Thalin 140 wasaq, Bani Jafar 140 wasaq, untuk sekelompok orang dan istri-istrinya 700 wasaq.
b. Abu Bakar ra
Ibnu Umar ra menceritakan, diawal keIslaman Abu Bakar menghabiskan dana sekitar 40.000 dirham untuk memerdekakan budak. Jika harga 1 dirham perak saat ini Rp. 70.000,- artinya yang dibayarkan Abu bakar ra untuk memerdekakan budak sebesar 40.000 x Rp. 70.000,- = Rp. 2,8 milliar. Ketika Abu Bakar ra, berkeinginan membebaskan Bilal ra, dari perbudakan, tuannya Umaiyah bin Khalaf mematok harga 9 uqiyah emas, 1 uqiyah emas senilai 31,7475 gr emas, atau setara dengan 7,4 dinar emas. Saat ini harga 1 dinar emas = Rp. 2.454.000,-, berarti uang yang dikeluarkan Abu Bakar ra, adalah (9 x 7,4 x Rp. 2.454.000,-) = Rp. 163.436.400,-.
c. Umar bin Khattab ra.
Didalam kitab Jami' Bayyanil Ilmi wa fadlih, kaangan Ibnu Abdil Barr, menerangkan bahwa Umar bin Khattab ra, telah mewasiatkan 1/3 hartanya yang nilainya melebihi nilai 40.000 (dinar atau dirham), atau totalnya melebihi 120.000 (dinar atau dirham). Dengan demikian total kekayaan Umar bin Khattab jika dinilai dengan kurs saat ini adalah dalam dirham Rp. 8,4 milliar, sedangkan dalam dinar Rp. +/- 294 milliar.
d. Ustman bin Affan ra
Saat perang tabuk beliau menyumbang 300 ekor unta, setara dengan Rp. 3 milliar, serta dana sebesar 1.000 dinar emas (Rp. +/- 2,4 milliar), Ubaidullah bin Utbah memberitakan, ketika terbunuh ustman bin Affan ra, masih mempunyai harta yang disimpan penjaga gudangnya, yaitu 30.500.000 dirham (Rp. 2.135 trilliun), dan 100.000 dinar (Rp. 245,4 milliar).
e. Abdurrahman bin Auf ra
Ketika menjelang perang Tabuk, Abdurrahman bin Auf ra, mempelopori dengan menyumbang dana sebesar 200 uqiyah emas (Rp.+/- 3,6 milliar), menjelang wafatnya beliau mewasiatkan 50.000 dinar (Rp. 122,7 milliar) untuk infaq fi sabilillah. dari Ayyub (As-syaktiani) dari Muhammad (bin sirrin) memberitaka, ketika Abeurahman bin Auf ra wafat, beliau meninggalkan 4 istri. Seorang istri mendapatkan dari 1/8 warisan sebesar 30.000 dinar emas (Rp. 73,62 milliar), dengan demikian keseluruhan istrinya memperoleh 4 x 30.000 = 120.000 dinar emas (Rp. 294,48o milliar). Maka total warisan yang ditiggalkan oleh Abdurahman bin Auf ra adalah sebesar 960.000 dinar emas (Rp. 2,355 triliun).
Luar biasa bukan, dan realitas saat ini juga menuntut arah yang sama, masuknya generasi dakwah pada tahapan dakwah yang lebih lanjut, menumbuhkan kesadaran bersama bahwa dakwah Islam membutuhkan back up kekayaan, agar mampu bersanding dan bertanding dengan kebathilan yang menghadang.
Semakin tinggi tingkat pemahaman yang diejawantahkan dalam aplikasi keseharian terhadap Islam, berimplikasi terhadap semakin tingginya kebutuhan kekayaan, dengan kata sebaliknya, jika pemahaman keIslaman anda hanya pada tataran pribadi, maka bisa jadi kekayaan anda, hanya untuk kebutuhan pribadi dan keluarga anda, namun jika pemahaman Islam anda semakin baik, maka muncul kepedulian terhadap tetangga, masyarakat, bangsa, negara, bahkan dunia, dan itu semua berimplikasi dibutuhkan kekayaan untuk menopangnya.
Dengan demikian, marilah kita sama-sama menyadari bahwa pentingnya menyeru umat Islam untuk menjadi umat yang kaya raya sama pentingnya dengan upaya yang sistematis dalam membangun aqidah umat, atau tidak perlu dipertentangkan, dan keduanya berjalan beriringan, sehinga mobilitas horizontal dan vertikal dakwah umat Islam semakin maksimal. Akhirnya cita-cita generasi yang dibentuk oleh generasi dakwah saat ini, tidak hanya mempunyai cita-cita menjadi dokter, insinyur, profesor,...juga dokter yang pengusaha, insinyur yg pengusaha, profesor yang pengusaha,......Amin.
Tulisan ini tidak bermaksud mengungkit-ngungkit ketidakadilan peta persaingan yang tidak sempurna, karena mustahil mencari kesempurnaan di dunia ini, yang ada adalah kekuatan dan kecerdasan dalam memanfaatkan peluang ditengah ketidak sempurnaan yang terjadi. Tulisan ini mengajak mendiskusikan persoalan yang tidak simetris, untuk menarik banyak pelajaran dari fenomena yang terjadi, sehingga kedepan umat Islam lebih maju, sambil memformulasikan mimpi kejayaan umat Islam tanpa menciptakan ketidak adilan bagi umat lainnya, akhirnya izzah umat Islam semakin terasa dan maslahat bagi alam semesta. Amin ya robbil alamin.
Mungkinkah, terdapat cara pandang yang kurang tepat dan mind set umat Islam terhadap kekayaan, masihkah kita membuat jarak antara pribadi yang sholeh dengan kekayaan, sama halnya saat awal dakwah masuk ke Indonesia dipersepsikan bahwa orang yang modern dan berpendidikan adalah orang yang Islamnya biasa saja (awam) dan perempuannya tidak berjilbab. Sekarang persepsi itu mampu dibalikkan oleh aktivis dakwah yang tidak pernah berhenti bekerja dan beramal, walau apapun rintangannya.
Masihkah menancap dengan kuatnya, bahwa pengusaha sukses adalah orang yang bergelimang harta dan belum tentu halal, orang yang banyak harta adalah orang yang susah memastikan hartanya bersumber dari sumber yang halal dan susah dipertanggung jawabkan, singkatnya kalau anda ingin sholeh dan tenang dalam menjalani kehidupan, maka ngak usah memaksakan diri dalam mengejar harta, anda cukup beribadah sebanyak-banyaknya untuk persiapan akhirat. Benarkah orang kaya tidak bisa beribadah dengan tenang dan banyak?
Sepertinya, ada dikotomi yang belum tentu benar antara kesholehan dengan kekayaan, menjadi wajar seseorang yang sholeh jika hanya hidup seadanya. Serta muncul persepsi kalau ada orang yang sholeh hidup berkecukupan, tinggal di kawasan Elit, mobilnya mewah, mempunyai villa, resort, hotel, bahkan mempunyai jet pribadi, dan seterusnya, maka perlu dicurigai.
Cobalah berfikir obyektif dan tetap kritis, apakah tidak boleh, sebagai seorang muslim yang baik dan saat yang sama sebagai seorang pengusaha yang sukses yang mempunyai kekayaan top dunia?, bukankah seharusnya kita bangga jika umat Islam yang sholeh dan taatlah yang diamanahkan kekayaan, sehingga alokasi dan distribusi kekayaannya adil dan menentramkan banyak orang, Bukankah ini gambaran ideal yang perlu ditanamkan ke generasi penerus.
Belajar dari Generasi Terdahulu
Telusurilah pejalanan Rasulullah dan sahabat, dengan mudah kita menemukan bahwa Rasulullah sendiri adalah seorang yang mempunyai harta yang tidak sedikit, begitu pula sahabat agung beliau, seperti Abu Bakar ra, Umar bin Khattab ra, Usman bin Affan ra, Abdurahman bin Auf ra, dan sahabat lainnya, mereka adalah sahabat nabi yang tidak diragukan lagi kemantapan aqidah Islamnya, namun saat yang sama mereka adalah pribadi-pribadi dengan kekayaan berlimpah, dan dengan kekayaan tersebutlah dakwah Islam dikembangkan sampai kepenjuru dunia.
Untuk melengkapi data seberapa besar kekayaan yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW dan sahabat, berikut saya tampilkan beberapa data kekayaan Rasulullah dan beberapa sahabat, yang saya konversi dengan nilai kekinian, dengan maksud memudahkan untuk memvisualisasikan besarnya pemberian dan harta kekayaan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat:
a. Nabi Muhammad SAW
Berdasarkan Ekonografi Nabi Muhammad SAW, pada umur 12 tahun beliau sudah aktif sebagai eksportir ke Syam. Di usia 17-19 tahun beliau sudah menjadi pengusaha yang mandiri, beranjak ke usia 22 tahun beliau sudah sangat terkenal di jazirah Arab sebagai seorang profesional. Umur 25 tahun beliau menikah, menjelang usia kenabian beliau mendapat gelar pengusaha terpercaya (al amin), tokoh arbitrer dan konsultan perdagangan internasional, bentuk pengakuan "sertifikasi" paling prestisius di zamannya. Bahkan beliau sudah berbisnis sampai ke 17 negara.
Mengenai kekayaan nabi Muhammad SAW, penulis belum menemukan data lengkap, data yang ada adalah dari Abu Faris (1997), beliau memberikan mahar kepada Khadijah sebanyak 20 ekor unta (Rp. +/- 200 juta) dan 12 uqiyah emas (Rp.+/- 217 juta). Nabi Muhammad SAW pernah membagikan lebih dari 1500 ekor unta (Rp.15 milliar) kepada beberapa orang Quraisy sesudah perang Hunain. nabi Muhammad SAW juga pernah menerima 90.000 dirham (Rp. 6,3 milliar), dan uang tersebut dibagikan kepada orang sampai habis.
Syuaibi mencatat beliau membagikan al-kutaibah (pemberian rutin) kepada kerabat dan istri-istrinya beliau, sebagai berikut: kepada Fatimah 200 wasaq, Ali bin Abi Thalib 100 wasaq, Usamah bin Zaid 250 wasaq, Aisyah 200 wasaq, Jafar bin Abi Thalib 50 wasaq, Rabiah bin Harits bin Abdil Muthallib 100 wasaq, Abu bakar 100 wasaq, Aqil bin Abi Thalin 140 wasaq, Bani Jafar 140 wasaq, untuk sekelompok orang dan istri-istrinya 700 wasaq.
b. Abu Bakar ra
Ibnu Umar ra menceritakan, diawal keIslaman Abu Bakar menghabiskan dana sekitar 40.000 dirham untuk memerdekakan budak. Jika harga 1 dirham perak saat ini Rp. 70.000,- artinya yang dibayarkan Abu bakar ra untuk memerdekakan budak sebesar 40.000 x Rp. 70.000,- = Rp. 2,8 milliar. Ketika Abu Bakar ra, berkeinginan membebaskan Bilal ra, dari perbudakan, tuannya Umaiyah bin Khalaf mematok harga 9 uqiyah emas, 1 uqiyah emas senilai 31,7475 gr emas, atau setara dengan 7,4 dinar emas. Saat ini harga 1 dinar emas = Rp. 2.454.000,-, berarti uang yang dikeluarkan Abu Bakar ra, adalah (9 x 7,4 x Rp. 2.454.000,-) = Rp. 163.436.400,-.
c. Umar bin Khattab ra.
Didalam kitab Jami' Bayyanil Ilmi wa fadlih, kaangan Ibnu Abdil Barr, menerangkan bahwa Umar bin Khattab ra, telah mewasiatkan 1/3 hartanya yang nilainya melebihi nilai 40.000 (dinar atau dirham), atau totalnya melebihi 120.000 (dinar atau dirham). Dengan demikian total kekayaan Umar bin Khattab jika dinilai dengan kurs saat ini adalah dalam dirham Rp. 8,4 milliar, sedangkan dalam dinar Rp. +/- 294 milliar.
d. Ustman bin Affan ra
Saat perang tabuk beliau menyumbang 300 ekor unta, setara dengan Rp. 3 milliar, serta dana sebesar 1.000 dinar emas (Rp. +/- 2,4 milliar), Ubaidullah bin Utbah memberitakan, ketika terbunuh ustman bin Affan ra, masih mempunyai harta yang disimpan penjaga gudangnya, yaitu 30.500.000 dirham (Rp. 2.135 trilliun), dan 100.000 dinar (Rp. 245,4 milliar).
e. Abdurrahman bin Auf ra
Ketika menjelang perang Tabuk, Abdurrahman bin Auf ra, mempelopori dengan menyumbang dana sebesar 200 uqiyah emas (Rp.+/- 3,6 milliar), menjelang wafatnya beliau mewasiatkan 50.000 dinar (Rp. 122,7 milliar) untuk infaq fi sabilillah. dari Ayyub (As-syaktiani) dari Muhammad (bin sirrin) memberitaka, ketika Abeurahman bin Auf ra wafat, beliau meninggalkan 4 istri. Seorang istri mendapatkan dari 1/8 warisan sebesar 30.000 dinar emas (Rp. 73,62 milliar), dengan demikian keseluruhan istrinya memperoleh 4 x 30.000 = 120.000 dinar emas (Rp. 294,48o milliar). Maka total warisan yang ditiggalkan oleh Abdurahman bin Auf ra adalah sebesar 960.000 dinar emas (Rp. 2,355 triliun).
Luar biasa bukan, dan realitas saat ini juga menuntut arah yang sama, masuknya generasi dakwah pada tahapan dakwah yang lebih lanjut, menumbuhkan kesadaran bersama bahwa dakwah Islam membutuhkan back up kekayaan, agar mampu bersanding dan bertanding dengan kebathilan yang menghadang.
Semakin tinggi tingkat pemahaman yang diejawantahkan dalam aplikasi keseharian terhadap Islam, berimplikasi terhadap semakin tingginya kebutuhan kekayaan, dengan kata sebaliknya, jika pemahaman keIslaman anda hanya pada tataran pribadi, maka bisa jadi kekayaan anda, hanya untuk kebutuhan pribadi dan keluarga anda, namun jika pemahaman Islam anda semakin baik, maka muncul kepedulian terhadap tetangga, masyarakat, bangsa, negara, bahkan dunia, dan itu semua berimplikasi dibutuhkan kekayaan untuk menopangnya.
Dengan demikian, marilah kita sama-sama menyadari bahwa pentingnya menyeru umat Islam untuk menjadi umat yang kaya raya sama pentingnya dengan upaya yang sistematis dalam membangun aqidah umat, atau tidak perlu dipertentangkan, dan keduanya berjalan beriringan, sehinga mobilitas horizontal dan vertikal dakwah umat Islam semakin maksimal. Akhirnya cita-cita generasi yang dibentuk oleh generasi dakwah saat ini, tidak hanya mempunyai cita-cita menjadi dokter, insinyur, profesor,...juga dokter yang pengusaha, insinyur yg pengusaha, profesor yang pengusaha,......Amin.
sumber: www.okezone.com, www.republikaonline.com, www.masterfajar.com, www.wakalanusantara.com, fb: muallaf center indonesia, syariahmaqasid.blogspot.com, dan sumber lainnya.




