Oleh: Jaharuddin
Kisah ini saya tulis dari pengamatan saya, terhadap perilaku perempuan Jerman yang memilihara anjing, dan biasanya dibawa kemana-mana layaknya anak. Mengapa perempuan karena dari pengamatan saya sebagian besar yang memelihara anjing adalah perempuan. Ngak tahu alasannya kenapa?..yang berminat menjadi bahan riset silakan?...:)
Kisah ini saya tulis dari pengamatan saya, terhadap perilaku perempuan Jerman yang memilihara anjing, dan biasanya dibawa kemana-mana layaknya anak. Mengapa perempuan karena dari pengamatan saya sebagian besar yang memelihara anjing adalah perempuan. Ngak tahu alasannya kenapa?..yang berminat menjadi bahan riset silakan?...:)
Kemudian saya perlu membatasi, apa yang dimaksud dengan perempuan Jerman, karena kenyataanya banyak warga negara Jerman, namun sebetulnya mereka adalah imigran dari eropa timur, turki, timur tengah dan Negara lainnya, mereka sudah dari kecil, bahkan lahir di Jerman, mereka bisa diketahui dari pengamatan terhadap warna rambut dan bentuk wajah, saya di kasih tahu oleh teman yang sudah lebih lama di Jerman, dia bisa membedakan antara Jerman asli dengan orang-orang imigran. Yang saya maksud perempuan jerman di sini adalah semua perempuan di Jerman dengan budaya lokal Jerman saat ini, terutama dalam hal perilakunya terhadap anjingnya.
Pernahkah anda melihat seseorang berbicara dengan anjingnya?, Pernahkah anda melihat seseorang perempuan membawa anjing berjalan-jalan selayaknya anak, di pangku, di beri pakaian, di beri tempat khusus (keranjang, atau seperti kinder hanger/tempat anak di bagian belakang sepeda), di peluk, di cium, …dan seterusnya….bahkan saya menemukan di internet ada yang menikah dengan anjingnya…..
Jalan-jalanlah anda ke jerman….anda akan dengan mudah menemukannya di tempat-tempat umum…
Yang mengelitik bagi saya adalah, kenapa itu dilakukan?...bagi orang Jerman, tulisan ini mungkin di bilang usil, atau sesuatu yang tidak perlu di bahas…namun bagi saya …ini menarik dan kita perlu mengambil pelajaran dari perilaku ini.
Kenapa perempuan yang kebanyakan memelihara anjing?...padahal setahu saya di Jerman, orang yang mau melihara anjing harus mendapat sertifikasi untuk boleh memelihara anjing, dan harus kursus dulu. …serta kenapa mereka para perempuan mau?...karena ini adalah naluri alami seorang perempuan yang sesungguhnya adalah ke-ibu-an.
Namun budaya di Jerman, telah membentuk perempuan tidak pada optimalisasi naluri alami perempuan yaitu ke-ibu-an. Budaya yang terbentuk adalah tidak mau menikah, free sex, dan sangat sedikit yang mau mempunyai anak, menikah formal aja ngak mau, apalagi punya anak…bahasa candanya…mau enaknya, ngak mau anaknya. …yang lebih memprihatinkan, adalah minimnya rasa tanggung jawab untuk mempertahankan generasi yang unggul dan sehat. mereka bilang tidak mau repot, tidak mau ada ikatan,..dan seterusnya…..saya juga sedang menulis, akibat budaya free sex, bisa jadi Jerman akan kehabisan generasi, tanda-tandanya sudah terlihat.
Budaya memelihara anjing, merupakan jelmaan dari rasa kesepian para ibu (yang berumur ibu), karena perempuan membutuhkan teman ngobrol, teman bercanda, sementara itu mereka lebih suka hidup sendiri, akhirnya alternatifnya memelihara anjing. Dulu kala, fungsi anjing adalah untuk menjaga kebun, menjaga dari maling, sekarang fungsi anjing berubah dan naik peringkat.
Makanya, untuk mengusir rasa kesepian, perempuan membawa anjingnya untuk jalan-jalan, dan bermain dengan anjingnya.
Pelajaran .
Ternyata kemajuan teknologi, kemapanan ekonomi, keteraturan, dan banyak positif lainnya dari Negara Jerman, tidak mampu mengisi ke kosongan jiwa penduduknya. Artinya nilai-nilai alami dari setiap orang belum mampu di penuhi dengan baik oleh pembangunan dan kemajuan yang mereka lakukan.
Kita memang harus banyak belajar teknologi, keteraturan, kedisiplinan, menjaga kebersihan, dan hal-hal positif lainnya dari Jerman, namun ada sisi –sisi yang tidak mampu mereka penuhi dengan baik, yaitu optimalisasi fungsi alami dari penduduknya, seperti agama, mempunyai tanggung jawab untuk meneruskan generasi yang unggul dan sehat, menjauhi al-khohol, tidak free sex.
ini berarti, budaya seperti tidak percaya agama dalam berbagai kadar, baik rendah (lalai) maupun tinggi (atheis), free sex, alkhohol. memelihara anjing, telah terbukti merusak. dan ini tidak perlu di contoh. dan kalau kita cinta tanah air kita yang besar bernama Indonesia, cinta dengan budaya yang baik dan sehat, maka budayakan cinta agama dan benar-benar di jadikan agama sebagai way of live, menikah pada saatnya, menjauhi al-khohol, dan membangun anak-anak dan generasi yang sehat dan unggul. suatu saat bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang unggul dimana orang-orang dari belahan dunia lainnya, akan belajar dan banyak menimba ilmu dari bangsa bernama Indonesia. Amin.
Semoga bermanfaat.
Ditulis di ruang kerja leibnizhaus appartemen C.3.1, Holzmarkt 4, Hannover, Jerman, ditemani Alif, pukul 11.59 CET.
ini pesan perpisahan dari guru TK Alif, tanggal 29 Juli 2011...untuk yg akan meneruskan SD.
o..ya saya bercerita sedikit tentang sistim pendidikan TK di Hannover, Jerman. untuk share bagi siapa saja yg mau mengetahui...
menurut saya ada perbedaan sistim pendidikan TK di Indonesia dibandingkan dengan sistim pendidikan TK di kota hannover, Jerman. Alif mulai masuk TK di Hannover Januari 2011 dan Alif Mei 2011, berumur 6 tahun. anak-anak yang umur 6 tahun, dengan sendirinya dicarikan sekolah Oleh Imigrasi Kota (pemerintah Kota Hannover) untuk masuk SD (Grundshule).
selama Alif TK...mata pelajaran utamanya adalah BERMAIN, anak saya (Alif) aktifitas setiap harinya bermain in door dan out door. aktifitas sekolah dimulai jam 10 pagi sampai 12.30, sebelum jam 10 anak-anak sarapan bersama. khusus anak saya, dari awal kami kasih tahu ke guru sekolahnya, anak kami sarapan di rumah, jadi tidak ikut sarapan pagi bersama,ini tidak masalah. hal ini kami lakukan dengan pertimbangan adanya perbedaan budaya sarapan antara indonesia dan jerman, dan anak kami tentunya butuh masa adaptasi. termasuk kekhawatiran kami tentang ke halalan makanan di sekolah.
nah, alif biasanya kami antar ke sekolah sebelum pukul 10 pagi, dan langsung ganti sepatu dengan sandal/sepatu dalam ruang, dan langsung masuk ke arena main. awalnya alif tidak langsung mau bermain, karena sebagai orang asing tentunya ada kendala bahasa.
namun lama kelamaan tidak ada masalah, karena kebesaran kuasa Allah, anak-anak sangat cepat bisa adaptasi dan memahami bahasa asing dalam hal ini bahasa jerman, padahal anak-anak kami benar-benar tidak mempunyai bekal bahasa jerman awalnya, namun karena tidak merasa malu, mau bermain dan bergaul dengan orang jerman, dan seterusnya.... pembelajaran anak-anak super cepat. dalam hal ini kita orang tua/dewasa perlu belajar dan mengambil pelajaran dari cara anak-anak belajar bahasa asing, walaupun tidak punya basic sama sekali.
bahasa sehari-hari di sekolah mengunakan bahasa jerman, kalau untuk orang tua biasanya ada beberapa guru yg bisa berbahasa inggris, dan kita bisa berbahasa inggris dengan guru, walaupun tentunya mereka lebih senang, jika kita juga bisa berbahasa Jerman.
mengenai bahasa jerman alif, awalnya pasif, namun setelah 2 bulanan mulai aktif bahasa jermannya.
kembali ke sistim pendidikan, tidak ada sama sekali beban MEMBACA, TULIS, DAN HITUNG selama alif di TK, bahkan saya dengar di tinggat SD pun baru diperkenalkan huruf di kelas 2. jadi benar-benar anak-anak di suruh bermain, dan sering sekali di ajak ke luar, bermain bersama. menurut saya malah ini benar-benar menumbuh kembangkan motorik, psiko, dan potensi-potensi anak. apalagi beban PR...sama sekali tidak ada...
o..ya, sebagai informasi, mengenai biaya saya dikenakan iuran 30 euro per bulan. ini bukan biaya sekolah, karena prinsipnya sekolah gratis. ini adalah biaya penganti makan siang untuk alif. mengenai biaya ini, setahu saya ada dua kategori, jika sekolah pemerintah (negeri), maka prinsipnya gratis. namun kalau sekolah swasta, anak kita dikenakan biaya , selain biaya makan, anak saya yg kedua Zaky...dikenakan biaya 175 euro perbulan.untuk zaky setahu saya biaya tersebut terdiri dari biaya sekolah, biaya makan, dan biaya penitipan anak, karena jam sekolah zaky lebih lama, mulai pukul 10.00 s.d 16.30. bahkan kalau kita baru bisa jemput setelah jam 16.30 pun juga bisa.
namun setelah zaky masuk berumur 5 tahun, biayanya turun menjadi 55 euro per bulan. jadi besar kecilnya biaya, juga di tentukan umur anak kita, semakin kecil anak, dimasukkan ke sekolah semakin besar biayanya.
dengan lamanya anak di sekolah, ada hasil yg berbeda tentang kecepatan bahasa. anak saya yang kedua Zaky, lebih cepat aktif bahasa jermannya di banding abangnya Alif, kalau yang lain menurut saya sama aja.
mengenai makan siang bagi orang muslim, bisa di pesankan ke pihak sekolah untuk hanya makan dan minum halal saja. dan pihak sekolah sangat kooperatif, karena mereka juga sudah terbiasa dengan anak-anak muslim. walaupun muslim di kota ini minoritas, namun konsep dasar mereka, tidak boleh ada diskriminasi, dalam apapun.
untuk masuk SD, anak-anak yg akan berumur 6 tahun, akan mendapat surat dari imigrasi kota, untuk mendaftarkan anaknya ke beberapa sekolah yang di rekomendasikan, setahu saya di dasarkan letak geografis rumah kita, artinya di carikan sekolah yang di dekat rumah/tempat tinggal kita berada.
setelah didaftarkan ke sekolah yg kita tuju, pihak sekolah memberi rekomendasi kepada orang tua melalui surat, untuk tes kesehatan ke dinas kesehatan kota. tes kesehatan ini yang di lihat yg paling utama adalah tumbuh kembang anak. kalau tidak ada masalah maka langsung masuk ke SD. Alif, diminta untuk kursus bahasa jerman beberapa minggu di SD nya, setelah itu insya Allah langsung bisa masuk SD. tidak ada tes lainnya...
ini sedikit catatan pengalaman saya, dalam menyekolahkan anak di Hannover, Jerman pada tingkat TK, semoga bermanfaat sebagai informasi awal bagi siapa saja yang membutuhkan...o,ya. yang saya dengar sistim pendidikan di masing-masing kota di jerman belum tentu sama, karena masing-masing provinsi bisa membuat regulasinya masing-masing. namun secara umum, dari berbagai informasi yang saya dapatkan dari beberapa teman, ngak usah terlalu khawatir lah dengan anda yang mau study atau mukim di Jerman, secara umum pelayanan publik di Jerman sudah sangat stabil dan baik. saya belum mendengar ada warga asing terlantar di sini. bahkan pihak pemerintah kotanya akan membantu, sampai ke finansial jika , ada warga nya tidak mampu, termasuk warga asing.
ini bukan promosi lho ya..:), namun cuma memberikan informasi bagi siapa saja yang juga ada keinginan untuk melanjutkan study di sini.
satu persatu anak yg akan masuk ke SD di panggil ke depan untuk menerima kenang-kenangan, dan di nyanyikan lagu, dengan menyebutkan nama satu persatu yg akan masuk SD berpisah)...kayak wisuda..padahal ini bukan wisuda lho...karena tidak ada sistim kelas, anak-anak cuma dibagi berdasarkan umur.
alif dkk, saat perpisahan...ini rombongan alif yg akan masuk Grundshule (SD), dari beberapa orang hanya satu yg kemungkinan satu SD dengan Alif
Alif dengan guru-gurunya, di bagian depan sekolah, tepatnya di arena bermain, biasanya alif dkk bermain di sini.
Alif dengan Latar Rathaus hannover, dimana di Rathaus inilah TK Alif berada (Kinder garten disingkat KITA Trammplats)

melaksanakan puasa saat musim panas di Hannover, Jerman...dan negara eropa lainnya, dengan waktu Central European Time (CET). puasa di mulai jam 03.50 an dan nanti berbuka pkl 21.30 an. artinya berpuasa lebih kurang 17,5 jam.
kemudian sholat tarawih dimulai pkl 22.45 an, dan baru selesai sekitar pkl 00.00. dan tidak bisa istirahat banyak karena nanti pukul 03.00 harus sudah sahur.di luar, ketika anda berjalan ke kampus, atau tempat kerja, atau sekedar jalan-jalan untuk mengisi waktu...anda akan di hadapkan dengan pemandangan pakaian yang serba "terbuka". artinya kalau anda mau rehat di taman, atau tempat tempat umum lainnya, maka sangat susah anda benar-benar bisa menjaga pandangan dari "keterbukaan" tersebut.
teringat indahnya berpuasa di Indonesia, dengan waktu puasa 12,5 jam, sholat tarawih tidak terlalu malam, waktu istirahat yang cukup, lingkungan saling menghargai karena orang sedang berpuasa....
menurut saya...sangat aneh, jika masih banyak yang tidak berpuasa...dan ini menunjukkan kadar keimanan seseorang (QS 2:183).artinya sebegitu tipiskah keimanan diri, sehingga tidak tergerak untuk memanfaatkan bulan ramadhan sebagai bulan, memperbanyak bekal untuk menetap nantinya di akhirat.
ingat...tempat menetap kita sesungguhnya adalah akhirat...di dunia ini sementara..dan apa yang dilakukan (amal) di dunia ini akan menentukan kehidupan kita kelak di kampung akhirat.
sekali lagi ..wahai umat muslim, manfaatkanlah bulan yang penuh berkah ini...dan kalau belum bisa memaksimalkan ibadah di bulan ramadhan ini...cari dan perbanyak alasan untuk bergerak, lebih cepat dan lebih cepat untuk memperbanyak bekal akhirat.
kamis, hari ke 4 ramadhan 1432 H/4 agustus 2011
di Hannover, jerman
