Tertarik
untuk mengamati gejala sebagian pasangan muda di Jakarta, dengan
berfikir praktis didukung kemampuan ekonomi, ketika mempunyai anak, maka
langkah awal yang dilakukan adalah mencari baby sitter dan pembantu,
padahal tidaklah mudah mendapatkan baby sitter, dan dibutuhkan merogoh
kantong sampai jutaan rupiah untuk mendapatkan baby sitter.
Masalahnya, bukan berapa uang yang dikeluarkan oleh pasangan muda untuk mendapatkan baby sitter tersebut, namun adakah dampak psikologis terhadap anak-anak pasangan muda, jika sehari-hari anak-anak lebih banyak bersama sang pembantu?
Topik ini bisa debatable, karena tentunya pasangan muda mempunyai alasan dalam memutuskan me-rekrut baby sitter dan pembantu ke wilayah domestik mereka. Salah satu alasannya adalah karena suami istri bekerja, lingkungan eksternal yang semakin menantang seperti macet, membentuk pola berangkat pagi-pagi dan pulang sudah malam.
Sementara keluarga bisa jadi diluar kota, maka tidak banyak pilihan, selain merekrut baby sitter dan pembantu. Alasan lain, memberikan waktu yang cukup kepada pasangan untuk aktualisasi diri, tidak perlu direpotkan urusan domestik berupa mengasuh anak, memasak, mencuci, membersihkan rumah.
Bisa juga, berupa mulai abainya peran, terhadap kasih sayang, dan rasa terhadap anak. Pemenuhan kebutuhan terhadap anak-anak tereduksi dengan memberikan fasilitas yang cukup bahkan melebihi kebutuhan, seperti mainan, liburan, fasilitas antar jemput, bahkan driver sendiri untuk anak-anak.
Apakah ini baik terhadap tumbuh kembang anak, jangka pendek ataupun jangka panjang?
Apakah tidak ada kekhawatiran, sebagian besar hari, anak-anak bersama baby sitter dan pembantu?
Bukankah memandikan anak, mencebok anak, mengendong anak, mencuci pakaiannya, membacakan cerita, mendengarkan celotehan dan keluh kesahnya juga bagian dari pembentukan karakter anak?
Tidakkah miris, melihat anak-anaknya lebih sering digendong dan didekap oleh baby sitter dan pembantu dibanding orang tuanya?
Apakah tidak khawatir, kitalah orang tua biologis anak-anak tersebut, tapi baby sitter dan pembantulah orang tua psikologis anak-anak kita?
Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang bisa dibangun.
Ada baiknya, kita merenung dan bertanya kepada diri, apa yang kita rasakan jika anak-anak tersebut adalah diri kita?, apa yang kita rasakan jika dulu kita tidak pernah diantar oleh orang tua ke sekolah, karena sudah digantikan pak sopir, kita tidak pernah dijemput oleh orang tua kita ke sekolah, ke tempat les, ke tempat olah raga, karena peran itu telah digantikan oleh sopir.
Kita tidak pernah diajarkan sholat, diajak sholat ke masjid dan mengaji oleh orang tua kita, peran inipun saat ini , sudah digantikan oleh guru mengaji atau sekolahnya.
Saat yang sama, terbangun fungsi orang tua adalah mencari penghasilan sebanyak-banyaknya , agar bisa memberikan fasilitas terbaik , mulai dari sekolah terbaik dan mahal, mainan, liburan, mobil dan sopir pribadi.
Lingkungan, memang terus berubah, nilai bisa jadi bergeser, namun kebenaran tidak akan pernah hilang, bertanyalah ke hati yang tidak pernah berbohong, cara seperti itukah yang terbaik untuk keluarga kita. Semoga tidak lahir generasi dekapan pembantu.
Jakarta, 29 Oktober 2013
Masalahnya, bukan berapa uang yang dikeluarkan oleh pasangan muda untuk mendapatkan baby sitter tersebut, namun adakah dampak psikologis terhadap anak-anak pasangan muda, jika sehari-hari anak-anak lebih banyak bersama sang pembantu?
Topik ini bisa debatable, karena tentunya pasangan muda mempunyai alasan dalam memutuskan me-rekrut baby sitter dan pembantu ke wilayah domestik mereka. Salah satu alasannya adalah karena suami istri bekerja, lingkungan eksternal yang semakin menantang seperti macet, membentuk pola berangkat pagi-pagi dan pulang sudah malam.
Sementara keluarga bisa jadi diluar kota, maka tidak banyak pilihan, selain merekrut baby sitter dan pembantu. Alasan lain, memberikan waktu yang cukup kepada pasangan untuk aktualisasi diri, tidak perlu direpotkan urusan domestik berupa mengasuh anak, memasak, mencuci, membersihkan rumah.
Bisa juga, berupa mulai abainya peran, terhadap kasih sayang, dan rasa terhadap anak. Pemenuhan kebutuhan terhadap anak-anak tereduksi dengan memberikan fasilitas yang cukup bahkan melebihi kebutuhan, seperti mainan, liburan, fasilitas antar jemput, bahkan driver sendiri untuk anak-anak.
Apakah ini baik terhadap tumbuh kembang anak, jangka pendek ataupun jangka panjang?
Apakah tidak ada kekhawatiran, sebagian besar hari, anak-anak bersama baby sitter dan pembantu?
Bukankah memandikan anak, mencebok anak, mengendong anak, mencuci pakaiannya, membacakan cerita, mendengarkan celotehan dan keluh kesahnya juga bagian dari pembentukan karakter anak?
Tidakkah miris, melihat anak-anaknya lebih sering digendong dan didekap oleh baby sitter dan pembantu dibanding orang tuanya?
Apakah tidak khawatir, kitalah orang tua biologis anak-anak tersebut, tapi baby sitter dan pembantulah orang tua psikologis anak-anak kita?
Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang bisa dibangun.
Ada baiknya, kita merenung dan bertanya kepada diri, apa yang kita rasakan jika anak-anak tersebut adalah diri kita?, apa yang kita rasakan jika dulu kita tidak pernah diantar oleh orang tua ke sekolah, karena sudah digantikan pak sopir, kita tidak pernah dijemput oleh orang tua kita ke sekolah, ke tempat les, ke tempat olah raga, karena peran itu telah digantikan oleh sopir.
Kita tidak pernah diajarkan sholat, diajak sholat ke masjid dan mengaji oleh orang tua kita, peran inipun saat ini , sudah digantikan oleh guru mengaji atau sekolahnya.
Saat yang sama, terbangun fungsi orang tua adalah mencari penghasilan sebanyak-banyaknya , agar bisa memberikan fasilitas terbaik , mulai dari sekolah terbaik dan mahal, mainan, liburan, mobil dan sopir pribadi.
Lingkungan, memang terus berubah, nilai bisa jadi bergeser, namun kebenaran tidak akan pernah hilang, bertanyalah ke hati yang tidak pernah berbohong, cara seperti itukah yang terbaik untuk keluarga kita. Semoga tidak lahir generasi dekapan pembantu.
Jakarta, 29 Oktober 2013
Pernahkah anda berada pada posisi ikut berdempet-dempetan, ala ikan sarden di dalam kereta api cummuterline di Jakarta?. Pernahkah anda melihat semakin banyaknya orang mengunakan masker di wajahnya, dengan harapan mendapatkan udara yang lebih bersih. Pernahkah anda melihat, tas ransel yang di desain untuk dipasang di punggung, namun jika dikerumunan, baik di busway, di kereta api, dan transportasi publik lainnya, malah dipasang dibagian dada. Pernahkah anda mendengar keluhan, dulu dari Bogor ke Jakarta ditempuh dengan durasi 2 jam, saat ini bisa 3,5 - 4 jam, ada yang bercanda....ada yang memindahkan Jakarta ya...:), sekarang lebih jauh dari Bogor ...dan seterusnya.
Sebagian dari fragmen kehidupan di Jakarta, sambil sesekali merenung, begitu kerasnya kah, perjuangan kehidupan di Jakarta?
Saya juga menyaksikan, motor bergesekan dengan mobil di jalan raya, dan itu sudah biasa, kendaraan tidak bergerak lebih dari satu jam karena lampu merah mati, hujan, banjir...
apakah tidak terfikirkan alternatif lain yang bisa dilakukan?
Yuk kita lihat dari sisi positif, macet, kesembrawutan, ini pertanda bergeliatnya ekonomi Indonesia dari dini hari, ini pertanda semakin banyak orang mendapatkan pekerjaan, pertanda semakin banyaknya orang mendapatkan pendapatan, semakin banyak orang yang tersejahterakan, semakin tinggi jiwa perjuangan penduduk, walaupun harus berjuang dari shubuh, sampai malam untuk mendatangi tempat bekerja, tidak masalah karena bagian dari ibadah dan perjuangan hidup.
Pertumbuhan ini akan terus berlanjut, dan diduga tidak akan mampu dikejar oleh pertumbuhan transportasi umum yang baik dan layak. Pada akhirnya, suatu hari kemacetan akan merata, kesemua wilayah, dan semakin macet, semakin lama orang berpindah dari satu titik ke titik lainnya, dan sebagian dari mereka akan berfikir ulang, cara seperti itukah yang membuat mereka bahagia?
Bisa jadi sebagian dari mereka dengan sadar meredefinisi kebahagiaan dalam kehidupannya, dan bisa jadi kebahagiaan tersebut mereka dapatkan dengan memutuskan diri untuk membangun usaha sendiri. Inilah yang saya katakan bahwa macet, kesemberawutan, lama di jalan, ineffisiensi akan melahirkan wirausaha-wirausaha yang baru dan tangguh. Semoga.
Yuk kita lihat dari sisi positif, macet, kesembrawutan, ini pertanda bergeliatnya ekonomi Indonesia dari dini hari, ini pertanda semakin banyak orang mendapatkan pekerjaan, pertanda semakin banyaknya orang mendapatkan pendapatan, semakin banyak orang yang tersejahterakan, semakin tinggi jiwa perjuangan penduduk, walaupun harus berjuang dari shubuh, sampai malam untuk mendatangi tempat bekerja, tidak masalah karena bagian dari ibadah dan perjuangan hidup.
Pertumbuhan ini akan terus berlanjut, dan diduga tidak akan mampu dikejar oleh pertumbuhan transportasi umum yang baik dan layak. Pada akhirnya, suatu hari kemacetan akan merata, kesemua wilayah, dan semakin macet, semakin lama orang berpindah dari satu titik ke titik lainnya, dan sebagian dari mereka akan berfikir ulang, cara seperti itukah yang membuat mereka bahagia?
Bisa jadi sebagian dari mereka dengan sadar meredefinisi kebahagiaan dalam kehidupannya, dan bisa jadi kebahagiaan tersebut mereka dapatkan dengan memutuskan diri untuk membangun usaha sendiri. Inilah yang saya katakan bahwa macet, kesemberawutan, lama di jalan, ineffisiensi akan melahirkan wirausaha-wirausaha yang baru dan tangguh. Semoga.
Hari ini tanggal 1 Agustus 2013, sembilan tahun yang lalu dua anak manusia diikuti dua keluarga yang berbeda disatukan dalam satu akad nikah, yang merupakan ikatan yang besar dan mulia, ia adalah ikatan yang menghalalkan sesuatu yang haram sebelumnya. Milad pernikahan kali ini saya maknai dengan special, karena kami sedang berada ditanah rantau, bukan hanya sedang ditanah rantau, hari-hari ini kami sekeluarga sedang berdebar-debar menunggu hari h kepulangan kami sekeluarga ke Jakarta, setelah hampir 3 tahun merantau dan tidak pernah pulang, dalam episode perjuangan menyelesaikan studi dinegeri orang.
Hari ini juga special, karena episode perjuangan istri tersayang yang saya tahu persis tidaklah mudah, menghadapi lingkungan yang kurang kondusif, akhirnya setapak demi setapak dilalui, dan sampai pada tahap menunggu waktu ujian akhir. Sebuah perjuangan heroik yang menghabiskan energi, air mata dan pengorbanan banyak pihak.
Walaupun kami diberi kesempatan untuk tinggal di negeri orang, dengan berbagai fasiilitas dan kemudahan yang didapatkan, namun hati kami tetap mengatakan negara kamilah yang lebih nyaman, yang lebih tahu siapa kami dan tempat kami berkarya dan mengabdi. Sangat kami rasakan kecintaan kami terhadap tanah air begitu membuncah, jauh lebih baik ketika kami didalam negeri. Memang negeri orang banyak kelebihannya, namun dengan merasakan dan menikmati negeri orang pulalah, kami lebih bisa memaknai cintah terhadap tanah air itu lebih berkesan dan penuh makna.
Dalam salah satu acara bersama dengan teman-teman setanah air , yang dilaksanakan se-Jerman, ditambah beberapa orang perwakilan dari Austria dan Swiss, kami pernah hampir terisak menangis karena diputarkan lagu Indonesia tanah air beta, begitu merasuk dan penuh makna bagi kami yang sedang berada di negari orang.
Ini yang memberikan keyakinan kepada saya, pada dasarnya orang-orang Indonesia yang sedang berada di luar negeri, dihati kecil mereka tersimpan harapan untuk bisa pulang dan mengabdi ditanah air, namun adakalanya keberanian yang kurang sehingga, dengan berat hati bertahan sampai "beban" semakinn banyak, yang semakin lama, semakin berat untuk ditinggalkan untuk kembali ke tanah air. Akhirnya menerima saja keadaan bahwa dimanapun kita, berusaha saja untuk mengabdi, dan berbuat yang terbaik, ada yang menyerah pasrah, ada pula yang terus mencari-cari jalan untuk bisa pulang dan menikmati masa tua di tanah air.
Kembali ke topik, saya jadi teringgat hari-hari dimana kami sedang mempersiapkan proses pernikahan kami yang akhirnya berlangsung di aula buya Hamka, masjid al-azhar, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Walaupun kami diberi kesempatan untuk tinggal di negeri orang, dengan berbagai fasiilitas dan kemudahan yang didapatkan, namun hati kami tetap mengatakan negara kamilah yang lebih nyaman, yang lebih tahu siapa kami dan tempat kami berkarya dan mengabdi. Sangat kami rasakan kecintaan kami terhadap tanah air begitu membuncah, jauh lebih baik ketika kami didalam negeri. Memang negeri orang banyak kelebihannya, namun dengan merasakan dan menikmati negeri orang pulalah, kami lebih bisa memaknai cintah terhadap tanah air itu lebih berkesan dan penuh makna.
Dalam salah satu acara bersama dengan teman-teman setanah air , yang dilaksanakan se-Jerman, ditambah beberapa orang perwakilan dari Austria dan Swiss, kami pernah hampir terisak menangis karena diputarkan lagu Indonesia tanah air beta, begitu merasuk dan penuh makna bagi kami yang sedang berada di negari orang.
Ini yang memberikan keyakinan kepada saya, pada dasarnya orang-orang Indonesia yang sedang berada di luar negeri, dihati kecil mereka tersimpan harapan untuk bisa pulang dan mengabdi ditanah air, namun adakalanya keberanian yang kurang sehingga, dengan berat hati bertahan sampai "beban" semakinn banyak, yang semakin lama, semakin berat untuk ditinggalkan untuk kembali ke tanah air. Akhirnya menerima saja keadaan bahwa dimanapun kita, berusaha saja untuk mengabdi, dan berbuat yang terbaik, ada yang menyerah pasrah, ada pula yang terus mencari-cari jalan untuk bisa pulang dan menikmati masa tua di tanah air.
Kembali ke topik, saya jadi teringgat hari-hari dimana kami sedang mempersiapkan proses pernikahan kami yang akhirnya berlangsung di aula buya Hamka, masjid al-azhar, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Saat ini saya sedang berada di bandara international Lotnisco Chopina Polandia, keberuntungan yang mengantarkan saya ke airport ini karena beberapa hari ini saya diundang teman-teman mahasiswa berdiskusi tentang banyak hal tentang kehidupan di dua kota di Polandia, yaitu di Warsawa dan Mikolajki.
Warsawa sudah pernah saya kenal melalui beberapa film yang beberapa kali ku tonton, bayangan saya tentang kota Warsawa adalah kota yang dipenuhi dengan salju karena sedang musim dingin, kemudian bangunannya bangunan kuno yang tidak terawat karena sepengetahuan ku Polandia adalah salah satu sekutu Uni Soviet dalam membendung arus kapitalisme di dunia, artinya saya tidak berharap banyak akan menemukan modernitas seperti Negara Jerman misalnya. Saya berada di kota Warsawa selama tiga hari, sempat mengunjungi beberapa sudut kota seperti centrum, disana terdapat gedung science dan culture di jantung kota Warsawa.
Karena tidak mempunyai ekspektasi tinggi terhadap kota ini, maka saya datang dengan kondisi biasa-biasa saja, dan memang saya mendapatkan kondisi transportasi satu tingkat dibawah Jerman. Namun masih jauh di atas Jakarta. Sebagian dari dugaan saya tidak terbukti, karena di central kota Warsawa saya menemukan mall besar disana, saya juga menemukan beberapa gedung mencakar langit, dan termasuk beberapa diantaranya industri bisnis dan jasa berbasis US seperti JW Mariot, Novotel, dll. Kemudian saya juga menemukan beberapa perusahaan yang juga ada di Jerman seperti C & A, HM, Lidl, dll. Kemudian saya juga menemukan Carefour dan Makro di kota ini.
Lumyan maju dan modern, apalagi bandaranya yang saat ini saya duduk di salah satu sudutnya, seperti layaknya bandara berkelas international, beberapa tingkat di atas bandara Soekarno Hatta. Saya menduga terdapat kemajuan yang berarti di Polandia dari sebelumnya.
Keunikan kota ini adalah culture yang tidak mementingkan mengecat bagian luar rumahnya, tidak terlalu mudah bagi anda yang ingin menemukan rumah yang megah dan anggun di kota ini, karena ternyata setelah saya tanyakan kepada teman yang menemani perjalanan saya, orang Polandia tidak mementingkan bentuk rumah dari luar, mereka lebih mementingkan bentuk dalam rumahnya. Jadi anda akan menemukan rumah yang megah dikawasan tengah kota sekalipun, namun kalau dari luar tidak menunjukkan kemewahannya. Hal yang sama akan anda temui juga dengan bagian luar transportasi publik di kota Warsawa. Namun sedikit berbeda dengan bangunan tua di kota tua kota Warsawa, atau dan beberapa bangunan di seputar pusat kota Warsawa, bagus layaknya kota-kota lainnya.juga sempat meng
Saya juga sempat mengunjungi kota Mikolajki, Mazury, sebuah kota wisata di utara Warsawa, untuk mencapai kota ini anda bisa naik bus atau kereta api dengan lama perjalan sekitar 5 jam, saya sempat dua hari dikota ini untuk berdiskusi dengan teman-teman mahasiswa di acara Perhimpunan Musim Sejuk (PMS) 2011. Kota Mikolajki merupakan kota peristirahatan, dimana dikota ini banyak terdapat hotel, arena wisata dan sarana wisata lainnya. Namun saat ini tidak terlalu ramai karena sedang musim dingin, walaupun untuk tahun ini belum turun salju, penghujung tahun ini biasanya sudah tebal salju menyelimuti.
Dikota ini saya berdiskusi dengan mahasiswa fakultas kedokteran dari Polandia dan Check republic, ada sekitar 30an orang, mereka adalah calon dokter yang ditugaskan negaranya belajar di sini.
Saya cukup kaget dengan semangat mereka yang tinggi, mereka orang-orang yang selain mempelajari dengan sunngguh-sungguh disiplin ilmunya, saat yang sama sangat peduli dengan Islam, dan punya keinginan kuat untuk mengajak orang lain juga menjadi seorang muslim yang baik, saya sempat bertanya di dalam hati, mengapa mereka mampu mempertahankan identitas beragamanya dengan baik, bahkan bersemangat untuk mengajak yang lain, padahal mereka jauh dari orang tua, tinggal di Polandia yang tidak mudah menemukan masjid, termasuk makanan halal, bahkan ternyata sebagian dari mereka terpaksa sholat di gereja (salah satunya di gereja yang tersedia di airport Chopina warsawa ini).
Saya mendapatkan cerita sebagian mereka terpaksa sholat digereja, karena gereja yang disediakan oleh airport (seperti layaknya masjid di Indonesia) di bandara ini, sering kali kosong, jadi dari pada kosong dan tidak tersedia musholla apalagi masjid di bandara ini, akhirnya mereka sholat di dalam gereja tersebut.
Kenapa mereka mampu mempertahankan keimanannya, sementara mereka adalah anak-anak muda yang wajar saja jika mempunyai keinginan untuk jalan-jalan ke Negara lain, mumpung di eropa?, namun yang mereka lakukan adalah melaksanakan pelatihan bagaimana agar mahasiswa Islam lebih berkualitas dan bermanfaat bagi umat Islam, padahal minggu depan mereka akan menghadapi ujian di kampus masing-masing. Ternyata mereka adalah orang-orang yang melakukan proses pembinaan diri (tarbiyah) dan mempunyai kesadaran bahwa tidak cukup hanya pintar dalam disiplin ilmu yang itu adalah kebutuhan akal mereka, dan mereka adalah pribadi-pribadi yang sehat secara fisik karena mereka adalah calon dokter, mereka sangat sadar bahwa hati mereka perlu di isi kebutuhannya yaitu selalu mengingat Allah.
Dan mereka merasakan nikmatnya berilmu, sehat dan beribadah, akhirnya perasaan senang itulah yang ingin mereka bagi kepada teman-teman mahasiswa lainnya. luar biasa!.
Jazakallah khairan katsiro kepada sehabat mahasiswa Polandia dan Check Republik, semoga pertemuan kita beberapa hari ini menjadi amal ibadah, dan saling menguatkan untuk berkontribusi membangun masa depan yang lebih baik, saya mendo’akan anda semua semoga menjadi orang sukses, dan sholeh, selalu berjuang untuk kebaikan manusia dan menjadi batu bata bangunan Islam yang agung, semoga Allah mempertemukan kita kembali dengan suasana yang jauh lebih baik di masa mendatang. Terima kasih atas semua kebaikan anda semua, saya sangat bangga dengan anda semua, dan semoga menjadi motivasi lebih bagi saya untuk terus mengembangkan diri dan berkontribusi bagi kejayaan umat Islam dan kemanusiaan.
Semoga bermanfaat.
Jaharuddin
Jum’at, Musim dingin, 30 desember 2011, Pukul 17.23 CET, saat menunggu penerbangan Warsawa – Frankfurt mengunakan Lufthansa LH 1353/063 pk 18.45, kemudian melanjutkan penerbangan dengan Lufthansa LH 058/055 ke Hannover, Insya Allah sampai di Hannover pukul 21.30 CET
Kabar duka, terdengar dari sahabat dekat di Jambi, melalui fb dikabarkan istri akhuna Joko Suyitno, telah berpulang ke pemilik sesungguhnya diri kita. Beliau adalah alm ukhti Hervaleni, SPd.
Saya mengenal akh Joko, dari aktivitas bersama sejak tahun 1996 s.d 2000, akh Joko adek tingkat di FE Unja, pertemanan kita tidak hanya karena hubungan satu fakultas, namun yang lebih dalam adalah sesama ingin berkontribusi dalam pengembangan dakwah di kampus, tidak hanya sampai disitu persahabatan kita berlanjut diluar kampus, dengan berbagai kegiatan keIslaman dan kemasyarakatan, semisal di KAMMI Jambi dan DPW PKS Jambi.
Saya masih ingat jiwa akh Joko yang selalu bergelora, beliau juga memiliki kemampuan bela diri yang bagus, jadi ingat bagaimana akh Joko siap untuk berkelahi sekalipun, jika itu untuk kepentingan dakwah.
Tahun 2001-an, saya berpindah kota ke Bogor dan berlanjut ke Jakarta, memang secara fisik kita jarang bertemu karena berbeda geografis, namun kita masih sering kontak melalui media fb. Melalui pemilu yang lalu, akh Joko mendapat amanah menjadi anggota DPRD. Kiprah akh Joko, sebagai aktivis dakwah dituntut semakin besar, bahkan saat ini beliau menjadi tokoh masyarakat. Berbagai aktivitas dakwah, sosial kemasyarakatan beliau lakukan, saat yang sama, beliau masih sempat menyelesaikan studi masternya di FH Unja. Suatu prestasi yang sangat membanggakan, dengan berbagai amanah dakwah, dan tuntutan masyarakat, masih sempat menambah ilmu secara formal, prestasi yang pantas diacungi Jempol.
Berbagai keberhasilan tersebut, tentunya tidaklah diukir dengan mandiri, ada seseorang yang luar biasa disamping akh Joko yang menjadi "pemain di balik layar". Dan pemain dibalik layar tersebut adalah istrinya sendiri yaitu Hervaleni Spd.
Hervaleni Spd, adalah seorang aktivis muslimah, yang sudah berkiprah dalam dakwah, sosial kemasyarakatan sejak lama. Sejak di FKIP Unja, berbagai posisi strategis pernah diamanahkan kepada beliau, salah satunya adalah ketua bidang keputrian FSI FKIP. Saya masih bertemu dengan Hervaleni ketika di kampus, saya kenal beliau dan Insya Allah beliau juga kenal saya.
Nah, sejak beberapa waktu yang lalu, pemain dibalik layar itulah yang terbaring tak berdaya di rumah sakit, sampai akhirnya di rujuk ke rumah sakit di kota Jambi. dan akhirnya Allah memanggilnya dibulan ramadhan yang penuh berkah ini. (sedih).
Saya mengenal akh Joko, dari aktivitas bersama sejak tahun 1996 s.d 2000, akh Joko adek tingkat di FE Unja, pertemanan kita tidak hanya karena hubungan satu fakultas, namun yang lebih dalam adalah sesama ingin berkontribusi dalam pengembangan dakwah di kampus, tidak hanya sampai disitu persahabatan kita berlanjut diluar kampus, dengan berbagai kegiatan keIslaman dan kemasyarakatan, semisal di KAMMI Jambi dan DPW PKS Jambi.
Saya masih ingat jiwa akh Joko yang selalu bergelora, beliau juga memiliki kemampuan bela diri yang bagus, jadi ingat bagaimana akh Joko siap untuk berkelahi sekalipun, jika itu untuk kepentingan dakwah.
Tahun 2001-an, saya berpindah kota ke Bogor dan berlanjut ke Jakarta, memang secara fisik kita jarang bertemu karena berbeda geografis, namun kita masih sering kontak melalui media fb. Melalui pemilu yang lalu, akh Joko mendapat amanah menjadi anggota DPRD. Kiprah akh Joko, sebagai aktivis dakwah dituntut semakin besar, bahkan saat ini beliau menjadi tokoh masyarakat. Berbagai aktivitas dakwah, sosial kemasyarakatan beliau lakukan, saat yang sama, beliau masih sempat menyelesaikan studi masternya di FH Unja. Suatu prestasi yang sangat membanggakan, dengan berbagai amanah dakwah, dan tuntutan masyarakat, masih sempat menambah ilmu secara formal, prestasi yang pantas diacungi Jempol.
Berbagai keberhasilan tersebut, tentunya tidaklah diukir dengan mandiri, ada seseorang yang luar biasa disamping akh Joko yang menjadi "pemain di balik layar". Dan pemain dibalik layar tersebut adalah istrinya sendiri yaitu Hervaleni Spd.
Hervaleni Spd, adalah seorang aktivis muslimah, yang sudah berkiprah dalam dakwah, sosial kemasyarakatan sejak lama. Sejak di FKIP Unja, berbagai posisi strategis pernah diamanahkan kepada beliau, salah satunya adalah ketua bidang keputrian FSI FKIP. Saya masih bertemu dengan Hervaleni ketika di kampus, saya kenal beliau dan Insya Allah beliau juga kenal saya.
Nah, sejak beberapa waktu yang lalu, pemain dibalik layar itulah yang terbaring tak berdaya di rumah sakit, sampai akhirnya di rujuk ke rumah sakit di kota Jambi. dan akhirnya Allah memanggilnya dibulan ramadhan yang penuh berkah ini. (sedih).
Saya membaca status akh Joko:
18:49»dibwh
niur tua melambai sedih, tertanam jasad seorang wanita luar biasa, yg
hampir wkt n perhatian hidupnya u org lain, u
anak&kluarganya,binaannya,muri dnya&umat lingkungnnya ,MOHON MAAFKAN KEKHILAFAN HIDUPNYA!dialah istriku tercinta (kotosalak/ kerinci:istriQ inmemoriam)
Mencoba meraba rasakan kesedihan sahabat, tidaklah mudah menghadapi duka yang sangat dalam seperti ini, kekasih yang mengiringi langkah perjuangan, sejak memulai bahtera rumah tangga, ternyata kemarin ditakdirkan lebih dahulu menghadap rabb pemilik sejati jiwa kita
.
.
Saya teringat dengan salah satu taujih ust Anis Matta, kalau kita mau tahu siapa diri kita sesungguhnya, maka bayangkan anda diantarkan orang ramai-ramai ke tempat peristirahatan terakhir, kemudian seluruh prosesi pemakaman selesai, setelah itu dilanjutkan dengan pidato dari orang-orang dekat anda, apapun mereka bisa katakan, dan saat itu anda tidak mempunyai hak jawab.
Berikut ini saya kutipkan beberapa komentar para sahabat terhadap ukthi Hervaleni SPd:
"Selamat jalan kakakku Hervaleni Spd, kau
adalah guru terbaikku, kau hantarkan aku kejalan tarbiyah, kau ajarkan
aku arti hidup yg sesungguhnya, nasihat2 mu masih terngiang jelas
ditelingaku, Blum banyak ku belajar dari mu.namun Allah telah memanggilmu
terlebih dahulu.Allah lebih menyayangimu dan pasti tempat terbaikpun
tlah disediakan untukmu. kami rela atas kehendak-MU Ya Allah.
Wiwit Rafa Azzahra
"KehendakNya
telah berjalan, sebagai hamba terbaik sikap adalah bersabar karena
sesungguhNya Allah SWT sedang mempersiapkan antum Akh Joko untuk
menerima karuniaNya yang lebih baik, yakinlah. Untuk almarhummah tugas
terbaik dalam hidup telah engkau tunaikan dan berakhir dalam bulan suci,
semoga Allah mensucikanmu dengan karyamu saat menghadapNya seperti suci
engkau diutusNya.
Agus Supriadi dan Keluarga
"Kebersamaan dengan mu telah mempertemukan antara kelembutan dan ketegasan dalam sebuah harmoni persahabatan. Kita bersua di jamaah dakwah ini..terkadang kita berbeda tapi aku sangat mengerti engkau pendukung ide perubahan. Sahabat kini..engkau telah pergi..kuhantarkan hingga engkau terlelap dalam tidur panjangmu..dan kuberharap Allah akan mempertemukan kita menjadi anggota jamaah surga-Nya.amin"
Risdayanti Sudarsono
"Kenangan dengan Mba Hervaleni Spd dulu..ketika ana jadi mahasiswa, beliau lah yang menyemangati ana maju jadi ketua HMJ PMIPA, beliau jugalah yang pertama kali menyarankn masuk KAMMI...Semoga amal ibadah beliau diterima disisi Allah Swt,mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah Swt"
Recky Aprialmi
"Inalillahi wainaillahirojiun ...
Selamat jln dek ... Banyak kenangan telah kita ukir bersama ... Ketabahan dan semangat mu dlm dakwah patut jd contoh ... Semoga Allah mempermudahkan semua jalanmu ... Menuju surga - Nya ..
Rts Riana Rita Sari
#ukhti Hervaleni, in memoriam#selamat jalan ukhti hervaleni (MTK FKIP
UNJA'98), semoga Allah SWT akan mengampuni segala kekhilafanmu, menerima
amal ibadahmu, dan menempatkanmu di sisi-Nya yg mulia- kami semua
merasa kehilangan, sungguh- kami
menjadi saksi bahwa engkau telah melukiskan dan menorehkan sejarah dalam
perjalanan aktivitas kita selama ini- darimu, kami semua belajar ttg
keikhlasan dan ketegaran/keteguhan- insya Allah, dua orang putramu yg
gagah ini (muhandis dan faza) akan selalu mengirimkan do'a dan
mengalirkan pahala untukmu- yg lebih penting lagi, mereka siap
meneruskan dan mewujudkan cita2 besarmu, amiin#
Syafrudin Dwi Aprianto
#Renungan#dlm pekan ini- dua orang sahabat terbaik telah berpulang ke rahmatullah- sy mjd teringat salah satu nasehat imam ghazali- dimana beliau menyampaikan bhw yg paling 'dekat' dari diri kita adalah maut- ia datang tanpa pemberitahuan awal- krn itu, mjd semakin tersadar bhw hidup adalah sarana utk penyiapan 'bekal' berupa amal sholeh- jika kita sejenak merenungi hal itu, masih adakah ruang 'kesombongan' dan 'ketamakan' dlm diri kita- apalagi utk hal2 yg bersifat keduniawian?
Syafrudin Dwi Aprianto
Dan maasiiiih banyaaaak komentar tertulis maupun tidak tertulis dari para sahabat terhadap beliau. Mari kita do'akan almarhumah Allahumaghfirlaha warhamha wa'afi'i wa'fu'anha". dan keluarga yang ditinggalkan tabah, sabar, ikhlas atas duka ini. Bagi sahabatku akh Joko, kalaupun harus melakukan konsolidasi sejenak, itu adalah bagian dari upaya untuk melejit jauh lebih tinggi, untuk kegemilangan dakwah Islam, kami sekeluarga yang sedang merantau, tidak bisa hadir langsung bertemu, namun hati kami dekat dengan antum sekeluarga. Do'a dan emphati yang bisa kami berikan, dan ikut meng aminkan do'a sahabat yang lain di bulan penuh berkah ini. Aamin ya robbil alamin.
Musim Panas, Hannover, Jerman, 19 Juli 2013
Kami sekeluarga yang turut berduka atas duka yang menimpa sahabat perjuangan.
Catatan: kalau ada yang kurang berkenan dengan penyebutan "pemain di balik layar', karena ukhti Hervalini SPd, pada dasarnya juga pemain di depan layar, maka untuk itu saya mohon maaf, dan saya belum ketemu kata yang lebih tepat.
"Kebersamaan dengan mu telah mempertemukan antara kelembutan dan ketegasan dalam sebuah harmoni persahabatan. Kita bersua di jamaah dakwah ini..terkadang kita berbeda tapi aku sangat mengerti engkau pendukung ide perubahan. Sahabat kini..engkau telah pergi..kuhantarkan hingga engkau terlelap dalam tidur panjangmu..dan kuberharap Allah akan mempertemukan kita menjadi anggota jamaah surga-Nya.amin"
Risdayanti Sudarsono
"Kenangan dengan Mba Hervaleni Spd dulu..ketika ana jadi mahasiswa, beliau lah yang menyemangati ana maju jadi ketua HMJ PMIPA, beliau jugalah yang pertama kali menyarankn masuk KAMMI...Semoga amal ibadah beliau diterima disisi Allah Swt,mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah Swt"
Recky Aprialmi
"Inalillahi wainaillahirojiun ...
Selamat jln dek ... Banyak kenangan telah kita ukir bersama ... Ketabahan dan semangat mu dlm dakwah patut jd contoh ... Semoga Allah mempermudahkan semua jalanmu ... Menuju surga - Nya ..
Rts Riana Rita Sari
#ukhti Hervaleni, in memoriam#selamat jalan ukhti hervaleni (MTK FKIP
UNJA'98), semoga Allah SWT akan mengampuni segala kekhilafanmu, menerima
amal ibadahmu, dan menempatkanmu di sisi-Nya yg mulia- kami semua
merasa kehilangan, sungguh- kami
menjadi saksi bahwa engkau telah melukiskan dan menorehkan sejarah dalam
perjalanan aktivitas kita selama ini- darimu, kami semua belajar ttg
keikhlasan dan ketegaran/keteguhan- insya Allah, dua orang putramu yg
gagah ini (muhandis dan faza) akan selalu mengirimkan do'a dan
mengalirkan pahala untukmu- yg lebih penting lagi, mereka siap
meneruskan dan mewujudkan cita2 besarmu, amiin#Syafrudin Dwi Aprianto
#Renungan#dlm pekan ini- dua orang sahabat terbaik telah berpulang ke rahmatullah- sy mjd teringat salah satu nasehat imam ghazali- dimana beliau menyampaikan bhw yg paling 'dekat' dari diri kita adalah maut- ia datang tanpa pemberitahuan awal- krn itu, mjd semakin tersadar bhw hidup adalah sarana utk penyiapan 'bekal' berupa amal sholeh- jika kita sejenak merenungi hal itu, masih adakah ruang 'kesombongan' dan 'ketamakan' dlm diri kita- apalagi utk hal2 yg bersifat keduniawian?
Syafrudin Dwi Aprianto
Dan maasiiiih banyaaaak komentar tertulis maupun tidak tertulis dari para sahabat terhadap beliau. Mari kita do'akan almarhumah Allahumaghfirlaha warhamha wa'afi'i wa'fu'anha". dan keluarga yang ditinggalkan tabah, sabar, ikhlas atas duka ini. Bagi sahabatku akh Joko, kalaupun harus melakukan konsolidasi sejenak, itu adalah bagian dari upaya untuk melejit jauh lebih tinggi, untuk kegemilangan dakwah Islam, kami sekeluarga yang sedang merantau, tidak bisa hadir langsung bertemu, namun hati kami dekat dengan antum sekeluarga. Do'a dan emphati yang bisa kami berikan, dan ikut meng aminkan do'a sahabat yang lain di bulan penuh berkah ini. Aamin ya robbil alamin.
Musim Panas, Hannover, Jerman, 19 Juli 2013
Kami sekeluarga yang turut berduka atas duka yang menimpa sahabat perjuangan.
Catatan: kalau ada yang kurang berkenan dengan penyebutan "pemain di balik layar', karena ukhti Hervalini SPd, pada dasarnya juga pemain di depan layar, maka untuk itu saya mohon maaf, dan saya belum ketemu kata yang lebih tepat.
Saat ini, Mesir sedang bergejolak, sejak DR. Mursi menjabat sebagai presiden terpilih melalui proses demokrasi yang bersejarah. Pemerintahan yang mendapat legitimasi dari rakyat tersebut, selalu saja di ganggu, sampai-sampai DR. Mursi, seolah-olah tidak cakap dalam mengelola negaranya. Awalnya saya menduga, salah satu target "merecoki" pemerintahan Mursi, diskenariokan Mursi gagal memperbaiki ekonomi bangsanya, dan ini menjadi senjata bagi oposisi untuk dijadikan bahan kampanye saat pemilu selanjutnya.
Waktu itu saya membayangkan, pihak oposisi akan mengatakan "tuh, lihat kalau aktivis Islam yang menjadi pemimpin, maka ekonomi Mesir semakin porak poranda". Namun kisah Mesir ternyata penuh kejutan. Pihak Oposisi tidak sabar mencatatkan sejarahnya, yang dilakukan adalah kudeta militer, dan dilakukan oleh orang-orang yang tidak tahu berterima kasih, padahal diangkat oleh presiden sah rakyat Mesir yaitu DR. Mursi.
Saya sangat yakin, ketergesaan pihak oposisi, pada dasarnya sedang menggali kuburannya sendiri, dan jadilah kudeta militer berimplikasi serius terhadap kestabilan keamanaan Mesir. Sudah ratusan orang yang menjadi syuhada, dan ribuan orang luka-luka, dan jutaan orang turun ke jalan mensuarakan kebenaran dengan resiko dibunuh dan diintimidasi.
Saat ramadhan ini, mereka rela meninggalkan suasana ceria berbuka puasa bersama istri dan anak-anak, untuk turun ke jalan. Mereka menjadikan jalan-jalan dan lapangan menjadi rumah Allah, disana mereka mengadakan sholat wajib berjama'ah, sholat sunnah, tarawih, sahur, tilawah, tadarus, murojaah hapalan, menambah hapalan, berbuka, bersama-sama di tempat perjuangan.
Yang menjadi pertanyaan bagi saya, kok mereka mau meninggalkan berbuka puasa dengan menu yang enak bersama keluarga, instirahat nyaman dirumah-rumah mereka, untuk sebuah perjuangan, dan saat yang sama mereka sadar sesadarnya bahwa setiap saat mereka bisa ditembak oleh sniper, atau diberondong senjata mesin yang berakibat berpulangnya nyawa ke pemilik sesungguhnya.
Yang menjadi pertanyaan bagi saya, kok mereka mau meninggalkan berbuka puasa dengan menu yang enak bersama keluarga, instirahat nyaman dirumah-rumah mereka, untuk sebuah perjuangan, dan saat yang sama mereka sadar sesadarnya bahwa setiap saat mereka bisa ditembak oleh sniper, atau diberondong senjata mesin yang berakibat berpulangnya nyawa ke pemilik sesungguhnya.
Coba anda bayangkan, istri dan anak-anak merekapun juga sadar akan implikasi bahwa, membolehkan putranya, suaminya, keluarganya, untuk bergabung dengan pejuang lainnya, pertanda bahwa anak-anak mereka, suami dan keluarga mereka bisa jadi sudah tidak pulang lagi kerumah mereka. Bahkan kita menyaksikan kaum wanita dan anak-anak pun, juga ikut berpartisipasi dalam perjuangan ini.
Merinding saya membayangkan jika itu terjadi pada diri kita, sanggupkah kita?
Mengapa mereka mau melakukan itu?
Apa Motivasi mereka?
Apa perjuangan mereka?
Saya menduga motivasi mereka yang paling utama adalah keimanan. Keimananlah yang mengerakkan mereka berjuang melawan kedzholiman yang dilakukan militer dan kelompok pendukung kudeta. Tidaklah mungkin berjuta-juta orang turun ke jalan dengan mengambil resiko maksimal, dikarenakan motivasi duniawi semata.
Saya berkeyakinan bahwa mereka melakukan itu karena sangat yakin bahwa jika resiko terburuk terjadi, seperti kematian, mereka sadar bahwa itu adalah jalan perjuangan yang benar, maka Allah akan membalasnya dengan balasan para syuhada.
Pelajaran
Mari kita telusuri beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah Mesir saat ini :
(a). Totalitas perjuangan didasarkan keimanan.
Fragmen sejarah terus mengingatkan kita bahwa totalitas perjuangan dan kecintaan terhadap bangsa dan negara, terjadi jika motivasi dasarnya adalah keimanan. Jadi teringat dengan pahlawan Indonesia yang juga adalah para ulama, mereka berjuang melawan penjajahan tanpa pernah berfikir akan mendapatkan tanda jasa dari bangsanya. Mereka berjuang karena keimanan dan tidak mau didzholimi oleh bangsa manapun. Sebutlah Imam Bonjol, Teungku Umar, Pangeran Diponegoro, KH. Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asyari, Buya HAMKA, Cut Nyak Din, dan banyak pejuang lainnya, yang mengukir sejarah dalam pendirian Indonesia, saat yang sama mereka adalah para ulama.
Dalam Sejarah Islam, kita akan menemukan banyak contoh serupa, tentara digerakkan karena keimanan, dan sadar sesadarnya pertaruhannya adalah nyawa.
(b). Waspadalah dengan upaya menjauhkan agama dengan negara
Upaya segelintir orang yang menginginkan dijauhkannya agama dengan politik dan negara, perlu dicermati dengan serius, upaya ini a-historis dalam sejarah Indonesia. Segelintir orang tersebut tidak membaca sejarah Indonesia dengan utuh, sisi pejuang yang juga religius dan ulama dihilangkan dalam pemahaman mereka. Jika perjuangan memisahkan agama dengan sendi kehidupan bernegara ini menjadi arus utama, saya sangat yakin, pada dasarnya gerakan tersebut adalah gerakan melemahkan bangsa. Telah banyak bukti ketika nilai agama jauh dari sendi kehidupan bernegara, terjadi "kebingunan massal". Standar apa yang menjadi acuan bersama dalam menentukan kebenaran dalam kehidupan sosial, kemasyarakatan dan bernegara. Muncullah asumsi-asumsi yang kebenarannya nisbi, dan tidak bisa menjadi acuan jika sudah berbeda tempat. Agama jika difahami dengan baik, akan menjadi perekat dan standar yang berlaku dimanapun, dan pasti kebenarannya.
Pelajarilah bangsa-bangsa yang punah, karena jauh dari nilai agama. Contoh yang masih bisa diamati saat ini adalah, Eropa yang hari ini sedang sakit, dan menuju paraduannya karena mencampakkan agama dari nilai kesehariannya masyarakatnya. Fakta menunjukkan bahwa dengan agamalah perjuangan membangun bangsa, berkorban untuk bangsa dan negara menjadi totalitas.
(c). Mengambil pelajaran dari Sirah Nabawiyah dan para sahabat
Pada dasarnya sejarah terus berulang, kejadian masa modern, dalam lakon dan episode yang tidak jauh berbeda, pada dasarnya pengulangan sejarah dalam waktu yang berbeda. Inilah makna penting "jangan pernah melupakan sejarah". Tinggal kemauan kita untuk membuka, mempelajarinya dan mengaktualisasi sejarah untuk menghadapi tantangan zaman.
(d). Persiapkanlah diri dan keluarga jika Allah memberi kemenangan pada aktivis Islam
Perjuangan meninggikan kalimat Allah, selalu menghendaki cinta yang besar, dan cinta tersebut akan meminta pengorbanan yang paling anda cintai sekalipun. Cinta yang besar terhadap perjuangan Islam, bisa jadi meminta nyawa kita, itulah yang saya fahami dari Mesir hari ini, ketika gerakan dakwah diberi kesempatan untuk memimpin, dan itu baru dalam hitungan bulan, maka Allah menguji para pejuangnya dengan kudeta militer, yang meminta pengorbanan yang besar.
Dan hanya pejuang-pejuang yang tangguhlah, yang akan diuji oleh Allah dengan ujian yang besar. Kita melihat panjangnya perjuangan gerakan dakwah di Mesir untuk mencapai tahapan pengelolaan negara, dan perjuangan tersebut mereka lalui dengan berbagai trubulensi. Penjara, penyiksaan, hilang, dijebloskan ke dalam penjara tanpa pengadilan, sudah menjadi training dakwah dalam keseharian aktivis dakwah di Mesir. Coba anda bayangkan, saat kita di Indonesia, masih menjadikan mukhoyyam, latsar, dauroh, dll sebagai arena menempa diri, agar lebih tangguh dalam menghadapi tantangan dakwah. Saudara kita di Mesir, sudah terbiasa menjadikan hotel prodeo dan siksaan menjadi dauroh bagi mereka. Hasilnya, menghasilkan pejuang-pejuang yang tangguh, dan belum selesai...perjuangan itu saat ini menghendaki cinta dan pengorbanan yang lebih besar.
Cinta akan meminta apapun yang paling kita cintai, dan bergeraklah selalu, selalu luruskan niat, perbaiki amal, karena dengan cara itulah kebahagiaan dan jannah-Nya kita dapatkan.
Jaharuddin
Pelajaran
Mari kita telusuri beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah Mesir saat ini :
(a). Totalitas perjuangan didasarkan keimanan.
Fragmen sejarah terus mengingatkan kita bahwa totalitas perjuangan dan kecintaan terhadap bangsa dan negara, terjadi jika motivasi dasarnya adalah keimanan. Jadi teringat dengan pahlawan Indonesia yang juga adalah para ulama, mereka berjuang melawan penjajahan tanpa pernah berfikir akan mendapatkan tanda jasa dari bangsanya. Mereka berjuang karena keimanan dan tidak mau didzholimi oleh bangsa manapun. Sebutlah Imam Bonjol, Teungku Umar, Pangeran Diponegoro, KH. Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asyari, Buya HAMKA, Cut Nyak Din, dan banyak pejuang lainnya, yang mengukir sejarah dalam pendirian Indonesia, saat yang sama mereka adalah para ulama.
Dalam Sejarah Islam, kita akan menemukan banyak contoh serupa, tentara digerakkan karena keimanan, dan sadar sesadarnya pertaruhannya adalah nyawa.
(b). Waspadalah dengan upaya menjauhkan agama dengan negara
Upaya segelintir orang yang menginginkan dijauhkannya agama dengan politik dan negara, perlu dicermati dengan serius, upaya ini a-historis dalam sejarah Indonesia. Segelintir orang tersebut tidak membaca sejarah Indonesia dengan utuh, sisi pejuang yang juga religius dan ulama dihilangkan dalam pemahaman mereka. Jika perjuangan memisahkan agama dengan sendi kehidupan bernegara ini menjadi arus utama, saya sangat yakin, pada dasarnya gerakan tersebut adalah gerakan melemahkan bangsa. Telah banyak bukti ketika nilai agama jauh dari sendi kehidupan bernegara, terjadi "kebingunan massal". Standar apa yang menjadi acuan bersama dalam menentukan kebenaran dalam kehidupan sosial, kemasyarakatan dan bernegara. Muncullah asumsi-asumsi yang kebenarannya nisbi, dan tidak bisa menjadi acuan jika sudah berbeda tempat. Agama jika difahami dengan baik, akan menjadi perekat dan standar yang berlaku dimanapun, dan pasti kebenarannya.
Pelajarilah bangsa-bangsa yang punah, karena jauh dari nilai agama. Contoh yang masih bisa diamati saat ini adalah, Eropa yang hari ini sedang sakit, dan menuju paraduannya karena mencampakkan agama dari nilai kesehariannya masyarakatnya. Fakta menunjukkan bahwa dengan agamalah perjuangan membangun bangsa, berkorban untuk bangsa dan negara menjadi totalitas.
(c). Mengambil pelajaran dari Sirah Nabawiyah dan para sahabat
Pada dasarnya sejarah terus berulang, kejadian masa modern, dalam lakon dan episode yang tidak jauh berbeda, pada dasarnya pengulangan sejarah dalam waktu yang berbeda. Inilah makna penting "jangan pernah melupakan sejarah". Tinggal kemauan kita untuk membuka, mempelajarinya dan mengaktualisasi sejarah untuk menghadapi tantangan zaman.
(d). Persiapkanlah diri dan keluarga jika Allah memberi kemenangan pada aktivis Islam
Perjuangan meninggikan kalimat Allah, selalu menghendaki cinta yang besar, dan cinta tersebut akan meminta pengorbanan yang paling anda cintai sekalipun. Cinta yang besar terhadap perjuangan Islam, bisa jadi meminta nyawa kita, itulah yang saya fahami dari Mesir hari ini, ketika gerakan dakwah diberi kesempatan untuk memimpin, dan itu baru dalam hitungan bulan, maka Allah menguji para pejuangnya dengan kudeta militer, yang meminta pengorbanan yang besar.
Dan hanya pejuang-pejuang yang tangguhlah, yang akan diuji oleh Allah dengan ujian yang besar. Kita melihat panjangnya perjuangan gerakan dakwah di Mesir untuk mencapai tahapan pengelolaan negara, dan perjuangan tersebut mereka lalui dengan berbagai trubulensi. Penjara, penyiksaan, hilang, dijebloskan ke dalam penjara tanpa pengadilan, sudah menjadi training dakwah dalam keseharian aktivis dakwah di Mesir. Coba anda bayangkan, saat kita di Indonesia, masih menjadikan mukhoyyam, latsar, dauroh, dll sebagai arena menempa diri, agar lebih tangguh dalam menghadapi tantangan dakwah. Saudara kita di Mesir, sudah terbiasa menjadikan hotel prodeo dan siksaan menjadi dauroh bagi mereka. Hasilnya, menghasilkan pejuang-pejuang yang tangguh, dan belum selesai...perjuangan itu saat ini menghendaki cinta dan pengorbanan yang lebih besar.
Cinta akan meminta apapun yang paling kita cintai, dan bergeraklah selalu, selalu luruskan niat, perbaiki amal, karena dengan cara itulah kebahagiaan dan jannah-Nya kita dapatkan.
Jaharuddin
Musim Panas, 2 Ramadhan 1434 H / 11 Juli 2013 M pukul 08.26 CET, di Hannover, Jerman
Jerman, terkenal dengan negara nomor wahid dibidang teknologi. Nah ternyata Islam itu sangat bisa diaplikasikan dalam kehidupan riil. Ada seorang murobbiyah mengambil master dibidang IT, jadilah berbgai macam agenda halaqoh berbasiskan teknologi.
O, ya kami di Jerman, terpisah-pisah antar kota, bahkan ada yang terpisah antar negara, untuk itu diadakanlah halaqoh darat dan online, jadi sebagian yang kotanya berdekatan berumpul pada satu tempat, sementara yang lain karena jaraknya tidak memungkinkan maka mengikutinya via online, bisa mengunakan skype dan YM.
yang datang antar kota, ada yang naik kereta sampai 3 - 4 jam perjalanan, dengan biaya bisa sampai puluhan bakan ratusan euro (kalau di Indonesia setara jutaan rupiah), namun nikmat.
Untuk mutaba'ah yaumiyah, bisa mengunakan aplikasi tertentu di handphone, seperti astrid Task.
Ramadhan kali ini merupakan kali ketiga, saya merasakan ramadhan dinegeri orang, dan beberapa tahun belakangan ini, ramadhan bertepatan dengan musim panas, lumayan terik. Ada beberapa keunikan ramadhan di Hannover, dibandingkan dengan ramadhan yang ngangenin di Indonesia.
Penetapan 1 Ramadhan
Selama ini, persoalan penetapan 1 ramadhan tidak menimbulkan perbedaan, biasanya para pengurus pengajian kota merujuk ke Zentralrat der Muslime Deutschland (www.islam.de), dan nanti akan dikonfirmasi saat malam sebelum ramadhan ke pihak masjid, yang juga akan mengumumkan secara resmi. Pihak pengurus pengajian, biasanya mengutus utusan ke beberapa masjid, dan informasi itu akan dirilis secara resmi oleh pengurus pengajian kota kepada masyarakat muslim Indonesia melalui milis dan fb, serta media lainnya.
Waktu
Selama ini, persoalan penetapan 1 ramadhan tidak menimbulkan perbedaan, biasanya para pengurus pengajian kota merujuk ke Zentralrat der Muslime Deutschland (www.islam.de), dan nanti akan dikonfirmasi saat malam sebelum ramadhan ke pihak masjid, yang juga akan mengumumkan secara resmi. Pihak pengurus pengajian, biasanya mengutus utusan ke beberapa masjid, dan informasi itu akan dirilis secara resmi oleh pengurus pengajian kota kepada masyarakat muslim Indonesia melalui milis dan fb, serta media lainnya.
Waktu
Karena beberapa tahun belakangan ini ramadhan bertepatan pada musim panas, implikasinya waktu berpuasa akan semakin panjang, 18 jam lebih, hampir 19 jam. Kami di Hannoverr, sholat shubuh pada pukul 02.42 dan nanti akan berbuka puasa pada 21.43. Jadwal Sholat juga berubah, sholat Dzuhur pukul 13.27, sholat Ashar 17.49. yang berdekatan adalah sholat waktu sholat Isya pada pukul 23.48 dan sholat shubuh pukul 02.52.
Sholat Tarawih
Karena waktu sholat maghrib sudah larut, apalagi sholat Isya. Ada sebagian masjid yang menjama' taqdim sholat magrib dan Isya, jadi setelah adzan, dilanjutkan berbuka, kemudian sholat maghrib, istirahat sebentar dan dilanjutkan sholat Isya, setelah sholat Isya, maka dilanjutkan sholat tarawih. di Masjid Shalaheddin al- ayyubi di dekat dengan rumah saya, sholat tarawihnya 24 rakaat.
Sahur
Ramadhan yang penuh tantangan karena kami akan sahur sekita pukul 02.00, karena pukul 02.52 sudah sholat shubuh. Ini cukup merepotkan bagi pendidikan anak-anak untuk mulai berpuasa, walaupun biasanya pada saat ramadhan ini, anak-anak sudah mulai libur musim panas.
Ramadhan yang penuh tantangan karena kami akan sahur sekita pukul 02.00, karena pukul 02.52 sudah sholat shubuh. Ini cukup merepotkan bagi pendidikan anak-anak untuk mulai berpuasa, walaupun biasanya pada saat ramadhan ini, anak-anak sudah mulai libur musim panas.
Suasana
Ini yang tidak bisa tergantikan dengan suasana di tanah air. Hari ini, satu hari sebelum ramadhan sepertinya denyut kehidupan tidak ada perbedaan dari hari-hari biasanya. Kalau ditanah air, sudah marak iklan sirup, para artis sudah mulai menutup auratnya, masjid-masjid dibersihkan, berbagai macam acara diadakan, makanan untuk ta'ajil dan berbuka sudah dirancang, pasar kaget ramadhan bermunculan. Hal seperti itu tidak terlihat disini.
Yang kami lakukan adalah mengajak masyarakat untuk mengadakan tarhib ramadhan, di acara ini refresh ilmu seputar ramadhan.
Yang lebih menantang, karena saat ini musim panas, maka warga disini sangat suka memakai pakaian yang serba terbatas, dan berjemur dipingir danau, atau sungai. Jadi kalau jalan ke masjid, atau beraktivitas lainnya, maka pemandangan dengan pakaian ala kadarnya susah untuk dihindari.
Yang kami lakukan adalah mengajak masyarakat untuk mengadakan tarhib ramadhan, di acara ini refresh ilmu seputar ramadhan.
Yang lebih menantang, karena saat ini musim panas, maka warga disini sangat suka memakai pakaian yang serba terbatas, dan berjemur dipingir danau, atau sungai. Jadi kalau jalan ke masjid, atau beraktivitas lainnya, maka pemandangan dengan pakaian ala kadarnya susah untuk dihindari.
Ifthar (berbuka)
Cukup banyak masjid mengadakan berbuka puasa, bahkan ada yang melaksanakannya setiap hari, seperti masjid shalaheddin al-eyyubi. Berbuka puasa dilaksanakan dibangunan bawah ruang masjid. Banyak jama'ah hadir, menikmati hidangan yang disediakan. Kalau di masjid Shalaheddin, menu tetapnya adalah sup, ditambah satu menu lainnya. ala menu orang-orang arab.
Komunitas Muslim Hannover (KMH), yang merupakan wadah berkumpulnya masyarakat muslim Indonesia di kota Hannover, rutin setiap pekan mengadakan berbuka puasa di akhir pekan, biasanya bergilir dari satu rumah ke rumah lainnya, atau ruang serbaguna asrama mahasiswa dan kampus. Acara ini selalu meriah, karena bisa saling shilaturahmi antar warga dan saat yang sama bisa mengobati kangen akan kampung halaman, karena bisa bersua dengan saudara seperantauan, dan tidak kalah pentingnya bisa mengurangi kangen terhadap makanan Indonesia. Biasanya masing-masing membawa makanan Indonesia, sekaligus perbaikan gizi ala mahasiswa.
I'tikaf
Beberapa masjid mengadakan i'tikaf, terutama pada malam-malam ganjil, dan cukup banyak pengunjung yang datang. I'tikaf dirangkai dari sholat tarawih, sholat qiyamulail sampai sahur bersama. Biasanya pihak masjid menyediakan sahur, dengan menu ala arab.
Idul Fitri
Kami diperantauan sangat berharap, idul fitri jatuh pada weekend, karena tidak ada libur saat idul fitri. Jika idul fitri jatuh pada hari kerja, sebagian dari warga ada yang terpaksa tidak bisa ikut sholat idul fitri, karena harus masuk kerja/lab/kuliah. Namun ada juga warga yang mengantisipasinya dengan cara mengajukan cuti, ada juga yang mensiasatinya dengan cara datang dulu ke sholat idul fitri, setelah sholat baru langsung ke tempat beraktivitas.
Beberapa masjid mengadakan i'tikaf, terutama pada malam-malam ganjil, dan cukup banyak pengunjung yang datang. I'tikaf dirangkai dari sholat tarawih, sholat qiyamulail sampai sahur bersama. Biasanya pihak masjid menyediakan sahur, dengan menu ala arab.
Idul Fitri
Kami diperantauan sangat berharap, idul fitri jatuh pada weekend, karena tidak ada libur saat idul fitri. Jika idul fitri jatuh pada hari kerja, sebagian dari warga ada yang terpaksa tidak bisa ikut sholat idul fitri, karena harus masuk kerja/lab/kuliah. Namun ada juga warga yang mengantisipasinya dengan cara mengajukan cuti, ada juga yang mensiasatinya dengan cara datang dulu ke sholat idul fitri, setelah sholat baru langsung ke tempat beraktivitas.
Satu hari sebelum 1 Ramadhan 1434H
Musim panas, Hannover, 8 Juli 2013
Musim panas, Hannover, 8 Juli 2013
Sejak September 2010, kami sekeluarga hijrah untuk menimba ilmu dan pelajaran kehidupan di Hannover, Jerman. Kami beruntung mendapatkan appartemen yang sangat strategis, di pusat kota Hannover, ke central station (Haubbahnhof dan Kropkce) tinggal jalan. Appartemen kami diberi nama Leibnizhaus, sejarahnya dibangunan inilah dulu ilmuan paling terkenal di Hannover, bernama Leibniz tinggal. Nama ilmuan ini pulalah yang diabadikan sebagai nama universitas tertua yang berada di Hannover, yaitu Leibniz Universitaat Hannover.
Hampir semua tempat bersejarah di kota Hannover berada disekeliling Leibnizhaus, seperti Old Rathaus dan New Rathaus yang sangat kokoh, gagah, dilengkapi dengan tamannya yang sangat cantik serta danaunya yang membuat memanjakan mata, Macksee, sebuah danau yang luas dan indah ditaburi ikan yang meliuk-liuk sebesar anak kecil, disampingnya base campnya tim 96 Hannover, salah satu club sepak bola papan atas Jerman, gereja Markirche yang merupakan gereja tertua di Hannover, patung "nanas" simbol kota Hannover, ada sekitar 5 - 7 museum di sekeliling rumah kami, seperti museum sejarah Hannover, persis didepan pintu apparteman kami, cukup melangkah sepuluh langkah sudah sampai di museum tersebut, dan tentunya Leibniz Universitaat Hannover, yang tidak jauh dari rumah kami.
Awal kami datang ke kota Hannover, satu yang agak mengkhawatirkan adalah fasilitas ibadah dan makanan halal. Sebagai seorang muslim ini menjadi pertimbangan mutlak, agar tidak perjuangan di negeri orang bisa dilalui dengan baik, namun alhamdulillah paling tidak ada 28 masjid di kota Hannover, komunitas Islam di Hannover juga relatif banyak, dengan demikian kami tidak kesusahan sama sekali untuk mendapatkan makanan halal dan masjid, tidak jauh dari rumah kami ada 2 masjid, yaitu masjid Kurdi dan masjid Turki, juga untuk makanan halal ke arah kedua masjid tersebut ada beberapa toko Turki yang menjual daging halal dan makanan halal lainnya, bahkan ada sekitar 5 restoran halal yang juga tidak jauh dari rumah kami.
Bayangan Jerman sebagai negara yang susah untuk orang beragama Islam, seiring dengan waktu bisa terkurangi, walaupun tetap saja Islam di Hannover masih minoritas, namun kalau ditinjau dari sisi kacamata Islam sebagai agama minoritas, fasilitas dan penerimaan masyarakat sangat patut disyukuri.
Sebagai fakta, jika anda berdiri di kawasan umum di pusat kota Hannover, seperti Kropcke, maka anda akan dengan mudahnya menemukan perempuan berjilbab, ini pertanda jumlah umat Islam di kota tersebut relatif banyak, jika jumlah umat Islam relatif banyak, maka mengindikasikan fasilitas untuk masyarkat muslim juga tersedia relatif baik. Ini juga bisa anda jadikan salah satu metode survey cepat bagi anda yang mau menetap disuatu kota dimana Islam sebagai minoritas, datanglah ke pusat kotanya saat jam sibuk, amati seberapa banyak perempuan berjilbab di daerah tersebut, jika mudah anda temukan, maka indikasi fasilitas untuk anda sebagai muslim tersedia realitf baik.
Cinta harta melahirkan Qarun
Butanya cinta membakar kedengkian Qabil tuk membunuh Habil
Terkisah cinta yang hilang arah
Namun tatkala cinta lurus tujuannya,
Cinta membuat gelombang samudra tertaklukkan
Membuat arus dahsyat menjadi energi
Menumbuhkan semangat juang
Menghangatkan yang beku
Melahirkan kehidupan
Dari biasa menjadi luar biasa
Dari tidak mampu menjadi mampu
Dari pilu menjadi bahagia
Hadir bak kekuatan tak terduga
Dari pilu menjadi bahagia
Hadir bak kekuatan tak terduga
Cinta itu motivasi
Cinta itu pelita energi
Adakah insan nan hampa dari cinta?
Adakah insan nan hampa dari cinta?
Asahlah ilmu Cinta
Dalami dan telusuri riak dan bara ilmu Cinta
Belum hidup Cinta tanpa kerja
Kerja menguntai kata menjadi aksi
Amal nyata nan mengangkat marwah
Amal nyata nan mengangkat marwah
Kerja membuahkan karya
Nilai pembeda antara pemimpi ataukah arsitek peradaban
Merenda Cinta melalui Kerja bersenyawa Harmoni
Harmoni adalah nafas keselarasan
dibina dalam dekapan ukhuwah
Terasa sakinah terlihat indah
Gapaian bersama menuju cita mulia
Dan dunia pun tersenyum
Belajarlah ilmu cinta,
Hadirkan dalam Kerja,
Selaraskan dengan Harmoni...
Semoga firdaus yang hilang (Indonesia )
Bisa kembali menjadi tanah surga.... bermekaran bak taman bunga terindah di bumi ini :) :) :)
Hannover, Jerman, 28 Juni 2013 pk. 09.45 CET
Jahar&Nana
Hadirkan dalam Kerja,
Selaraskan dengan Harmoni...
Semoga firdaus yang hilang (Indonesia )
Bisa kembali menjadi tanah surga.... bermekaran bak taman bunga terindah di bumi ini :) :) :)
Hannover, Jerman, 28 Juni 2013 pk. 09.45 CET
Jahar&Nana
![]() |
| Rihlah KMH di Bremen 2012 |
Bagaimanapun Indonesia tetap negara yang membanggakan, We love you full...:). Untuk mengabadikan persahabatan yang terjalin selama di Jerman, serta bagian ucapan terima kasih kami kepada para sahabat sekalian, di blog ini saya tuliskan nama-nama sahabat tersebut, didasarkan kota, dan saya mohooon maaaaf sekali, jika ada nama yang salah huruf, dan yang tertinggal.
Hannover
![]() |
| Lomba Futsal KMH, Mei 2013 |
ex. Hannover
Ustadz Agus Widjanarko, Pak Teguh, bu Yanti, Yumna, Daud, pak Hamdan, bu Ismi, Izza, Haqi, pak Widjo Konko, Rajesh, pak Eko, bu Irma, dan anak-anaknya, akh Rofif Berlin, akh Rafiq Malaysia.
Hamburg
Al-akh Irfan, mbak Senny, Rasyid, Hafsah, Jibran, Roby, mas Prio, mas Danang (ex. Hamburg, sepertinya sekarang sudah di Jakarta), mbak Ova, beserta anak-anak, mas Adam, pak Doni ketua IIC, bu Yanti KIMH, bu Belfas, Fathi, ..dan Jama'ah IIC dan KIMH Hamburg...mohon maaf tidak tersebutkan satu persatu.
![]() |
| Shilaturahmi Kader Dakwah, Mei 2013 |
Goettingen
Pak Ichsan, bu Uji (ex. Goettingen sekarang sudah di Aceh), Rifqi, Hasna, akh Reza, mbak Annisa, dan calon buah hati..(semoga suatu hari bisa bertemu. Amin), mas Afik (sekarang lagi di Jambi), akh Rasi P, beserta keluarga, akh Maimun, akh Ahmad, pak Jaenal Effendi beserta keluarga, kang Iqbal beserta keluarga, mas Doni, mbak Hetty, dan putrinya, mas Adnan beserta istri, Rezki, ...
Ustadz Maemun, ustadzah Nida, pak Bintoro, bu Maryam, Hanan, Fadil, Nayla, Ayla, pak Geri, akh Alan, Jismi, akh Furqan (ex Olderburg, sekarang sudah di Indonesia), akh Faerus Malaysia, pak Firdaus.
Braunschweiger
![]() |
| Workhsop Wirausaha FORKOM, 8 Juni 13 |
Wolfsbug dan Claustal
akh Ahmad Lutfi, Rachmat Haekal (ex. Claustal, sekarang sudah di Aceh/Jakarta), Ikhsan Siddiq, Naufal, Yopi, Yuda,
Berliner
Ustadz Makky, bu Indah, pak Alfaferi, Mbak Ira, Usamah, Caca,?,Thariq Aulia, pak Anis, bu Faerus, dan putri-putrinya, Dimas, Andhika, Yopi, pak Dodi, bu Nur, beserta anak-anak, ustadz Aditya, Moes, Chevy, Karimi, Hudzhaifah,
| Fraunze Berlin |
NRW
Al-akh Arif, bu Irma dan putra putrinya, pak Sri, mbak Tieneke, beserta keluarga, akh Taufiq, mbak Andri, Fathiya, dan si kecil, akh Asep dan istri, akh Ajisaka beserta istri dan putra/inya, mas Sukri Tama, akh Aji, akh Ramadhoni, ...
Dresden dan Praha
Al-akh Andi Sastra, mbak Helda, dan putrinya, akh Roni sekeluarga, akh Akhir.....
Nurnberg
Ustadz Bondan, bu Marfuah, beserta keluarga, pak Indra, bu Fitri beserta keluarga,
akh Nugg, mbak...beserta keluarga, mas Hendro dan mbak Anggi
Frankfurt dan sekitarnya
Frankfurt dan sekitarnya
Lain-lain di Jerman
Uda Har, umi Dedeh, beserta anak-anaknya, pak Bambang di Muenchen, akh Heru di Spayer, akh Pietra,.....
Austria
Akh Acha beserta keluarga, akh Bhakti sekeluarga, akh Catur sekeluarga.
Prancis
Ustadz Elvandi sekelurga, dan akh Haris Mae sekeluarga
Polandia dan Czech
akh Saiful, akh ..., akh Aziz, ...dan teman-teman Malaysia lainya.
Juga kepada para ustadz yang pernah mampir ke rumah kami:
Ustadz Yusni, Ustadz Aqib Malaysia, Ustadz Hartanto Suryono, al-hafidz, Ustadz Dedi Martoni, Ustadz Saifuddin Mustafa, Ustadz Abas Mansur Tamam, Ustadz Muhammad Rofi.
Mohon maaf lahir dan bathin jika ada nama yang tidak tertuliskan, juga jika ada nama yang salah ketik, gelar yang tidak tersebutkan. Bisa jadi ada diantara kita yang pernah ketemu, namun tidak hapal namanya satu persatu. Kami menuliskan ini dengan harapan komunikasi dan shilaturahim tetap terjalin dengan baik. Semoga Allah mempertemukan kita kembali dengan suasana yang lebih baik, dan Allah mempertemukan kita semua nanti di Surganya. Amin ya robbil alamin.
Dari ruang tamu, C.3.1 Leibnizhaus, Holzmarkt 4 Hannover, 27 Juni 2013
Kami sekeluarga: Jaharuddin, Radiana D Antarianto, M Dzakwan Alif, M Zaky Taqyudin.
Silakan mampir ke rumah atau kantor kami di Indonesia.
Uda Har, umi Dedeh, beserta anak-anaknya, pak Bambang di Muenchen, akh Heru di Spayer, akh Pietra,.....
Austria
Akh Acha beserta keluarga, akh Bhakti sekeluarga, akh Catur sekeluarga.
| Ruqby di Berlin, yg ditindih pak Anis..:) |
Prancis
Ustadz Elvandi sekelurga, dan akh Haris Mae sekeluarga
| Warsawa, akhir 2011 |
akh Saiful, akh ..., akh Aziz, ...dan teman-teman Malaysia lainya.
Juga kepada para ustadz yang pernah mampir ke rumah kami:
Ustadz Yusni, Ustadz Aqib Malaysia, Ustadz Hartanto Suryono, al-hafidz, Ustadz Dedi Martoni, Ustadz Saifuddin Mustafa, Ustadz Abas Mansur Tamam, Ustadz Muhammad Rofi.
Mohon maaf lahir dan bathin jika ada nama yang tidak tertuliskan, juga jika ada nama yang salah ketik, gelar yang tidak tersebutkan. Bisa jadi ada diantara kita yang pernah ketemu, namun tidak hapal namanya satu persatu. Kami menuliskan ini dengan harapan komunikasi dan shilaturahim tetap terjalin dengan baik. Semoga Allah mempertemukan kita kembali dengan suasana yang lebih baik, dan Allah mempertemukan kita semua nanti di Surganya. Amin ya robbil alamin.
Dari ruang tamu, C.3.1 Leibnizhaus, Holzmarkt 4 Hannover, 27 Juni 2013
Kami sekeluarga: Jaharuddin, Radiana D Antarianto, M Dzakwan Alif, M Zaky Taqyudin.
Silakan mampir ke rumah atau kantor kami di Indonesia.
Kata diatas saya dengar dari wawancara Ustadz Anis Matta ketika ditanya kata yang paling tepat mengambarkan Indonesia, ustadz Anis Matta menjawab "Firdaus yang Hilang". Kata yang menarik untuk di ulas. Mengapa Indonesia pantas disebut firdaus (surga), karena apa saja ada di Indonesia. Indonesia begitu indah, dari manusianya, alamnya, cuaca, budaya, keragaman, religiusitas, dll.
Mari kita inventarisir fakta:
(1). SDM yang unggul
Tahun 2013 ini jumlah penduduk Indonesia, diperkirakan akan sampai 250 juta jiwa. Negara nomor 4 terbanyak penduduknya di dunia. Dengan jumlah tersebut, akan banyak sekali SDM Unggul yang akan menghiasi berbagai sektor dari Indonesia. Bukan hanya di Indonesia, putra-putri Indonesia saat ini juga berkiprah di berbagai sektor di taraf Internasional.
Tinggal pemerintah membantu suasana yang kondusif untuk tampilnya generasi unggul tersebut, salah satu caranya adalah memperbanyak kesempatan beasiswa, dan membantu penguasaan bahasa internasional. Sampai saat ini pemerintah cukup banyak memberikan beasiswa, dan yang perlu mendapat perhatian serius adalah membangun suasana yang kondusif kepada putra-putri unggul, namun masih terkendala dengan penguasaan bahasa. Misalnya memberikan paket pendidikan bahasa sebelum diberangkatkan studi keluar negeri dan itu bagian dari beasiswa yang didapatkan. Jadi pelamar beasiswa tidak musti cakap dulu bahasa internasionalnya. Cukup memperlihatkan keunggulan dasarnya, bisa mendapatkan beasiswa. Kemudian juga, pemerintah ikut turun tangan menyediakan kursus-kursus bahasa, agar TOFL/IELT mencapai standar yang diharapkan, dengan gratis atau biaya sangat murah. Kalau di Jerman, disediakan melalui Volkshochschule (VHS) / Sekolah Rakyat. Banyak kursus bahasa dan ketrampilan disediakan melalui VHS ini yang bisa didapatkan dengan harga murah, bahkan gratis oleh warga.
(1). SDM yang unggul
Tahun 2013 ini jumlah penduduk Indonesia, diperkirakan akan sampai 250 juta jiwa. Negara nomor 4 terbanyak penduduknya di dunia. Dengan jumlah tersebut, akan banyak sekali SDM Unggul yang akan menghiasi berbagai sektor dari Indonesia. Bukan hanya di Indonesia, putra-putri Indonesia saat ini juga berkiprah di berbagai sektor di taraf Internasional.
Tinggal pemerintah membantu suasana yang kondusif untuk tampilnya generasi unggul tersebut, salah satu caranya adalah memperbanyak kesempatan beasiswa, dan membantu penguasaan bahasa internasional. Sampai saat ini pemerintah cukup banyak memberikan beasiswa, dan yang perlu mendapat perhatian serius adalah membangun suasana yang kondusif kepada putra-putri unggul, namun masih terkendala dengan penguasaan bahasa. Misalnya memberikan paket pendidikan bahasa sebelum diberangkatkan studi keluar negeri dan itu bagian dari beasiswa yang didapatkan. Jadi pelamar beasiswa tidak musti cakap dulu bahasa internasionalnya. Cukup memperlihatkan keunggulan dasarnya, bisa mendapatkan beasiswa. Kemudian juga, pemerintah ikut turun tangan menyediakan kursus-kursus bahasa, agar TOFL/IELT mencapai standar yang diharapkan, dengan gratis atau biaya sangat murah. Kalau di Jerman, disediakan melalui Volkshochschule (VHS) / Sekolah Rakyat. Banyak kursus bahasa dan ketrampilan disediakan melalui VHS ini yang bisa didapatkan dengan harga murah, bahkan gratis oleh warga.
(2). Indonesia mempunyai musim yang tropis.
Implikasinya tidak ada musim dingin yang membeku dan tidak ada musim panas yang kering. Kami yang saat ini berada di negara empat musim, merindukan suhu bumi Indonesia. Saat musim dingin, kami merasakan betul, membeku, pukul 07.30 masih gelap, dan pukul 16.00 sudah gelap kembali, dan seharian biasanya mendung ke arah gelap. Bisakah anda bayangkan suasana hati kita bekerja dengan suasana yang seperti itu.
(2).Waktu.
Saat Eropa dan Amerika gelap gulita. Indonesia sudah bekerja dengan produktif. Alam memberikan tanda-tanda kepada manusia yang berfikir, bahwasanya seharusnya barat dan Amerika lah yang berkiblat ke Timur, salah satunya Indonesia. Karena Indonesia sudah bekerja beberapa jam, Eropa dan Amerika masih pulas tertidur.
(3). Budaya yang heterogen dan Indah.
Coba kita per
Agenda bersama
Kalau kita tahu apa kekuatan kita, selanjutnya adalah menyepakati agenda bersama untuk kemajuan bangsa. Beberapa diantaranya adalah:
(1). Menanamkan budaya kami bangsa unggul, berakhlak dan religius.
Diperlukan strategi budaya yang baik, untuk mendukung tema diatas. Kebudayaan bukanlah cuma pelengkap penderita dari proses pendidikan yang sekarang terlihat. Budaya merupakan strategi yang perlu didesain, dikembangkan dan dilaksanakan dengan serius, sama seriusnya ketika pemerintah berupaya merubah kurikulum, membuat UAN, memperbaiki mutu pendidikan dan sekolah.
Capaian akhir dari strategi ini adalah setiap anak Indonesia tidak minder melihat orang asing, dia bangga beridentitas Indonesia, dan setara dalam pergaulan International.
(2). Menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.
(3).
Musim Panas, Hannover, 25 Juni 2013
belum selesai.
Agenda bersama
Kalau kita tahu apa kekuatan kita, selanjutnya adalah menyepakati agenda bersama untuk kemajuan bangsa. Beberapa diantaranya adalah:
(1). Menanamkan budaya kami bangsa unggul, berakhlak dan religius.
Diperlukan strategi budaya yang baik, untuk mendukung tema diatas. Kebudayaan bukanlah cuma pelengkap penderita dari proses pendidikan yang sekarang terlihat. Budaya merupakan strategi yang perlu didesain, dikembangkan dan dilaksanakan dengan serius, sama seriusnya ketika pemerintah berupaya merubah kurikulum, membuat UAN, memperbaiki mutu pendidikan dan sekolah.
Capaian akhir dari strategi ini adalah setiap anak Indonesia tidak minder melihat orang asing, dia bangga beridentitas Indonesia, dan setara dalam pergaulan International.
(2). Menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.
(3).
Musim Panas, Hannover, 25 Juni 2013
belum selesai.
Saya bukanlah pakar politik, dan juga bukanlah pakar Islam. Saya orang biasa yang tertarik melihat fenomena, ketika gerakan Islam, yang berawal dari pengajian-pengajian, bergerak membuat yayasan sosial dan pendidikan, bergerak membantu masyarakat, bergerak berdakwah di tengah-tengah masyarakat, melakukan aksi sosial, baik berupa membersihkan masjid, memakmurkan masjid, pengecekan kesehatan gratis, bazar murah sembako, peduli pada pendidikan anak-anak mulai dari pra TK sampai remaja bahkan dewasa. Secara bertahap membuat sekolah, pondok pesantren, dan Universitas.
Gerakan Islam yang seperti ini, cukup adem dari gesekan-gesekan. Jika gesekan terjadi biasanya seputar perbedaan pandangan tentang qunut, yasinan, pakai sarung atau tidak, pakai kopiah atau tidak, jengotan atau tidak, dan seterusnya.
Nah ketika gerakan Islam, masuk dalam wilayah politik, maka gesekannya menjadi kuat dan besar. Entah mengapa?
Lihatlah NII, Majlis Mujahidin, Jama'ah Islamiyah, Hizbut Tahrir, dan seterusnya...gerakan-gerakan Islam ini seolah-olah mendapat pantauan khusus dari pihak tertentu (terasa tapi tidak bisa menunjuk hidung), paling tidak diharapkan jangan membesar.
Apakah gerangan yang menjadi ketakutan?, sehingga gerakan Islam perlu dihalau jauh dari politik. Politik dipersepsikan sebagai wilayah yang "kotor" yang tidak pantas dijamah oleh para aktivis Islam.
Di belahan bumi Allah lainnya, sebutlah HAMAS yang bergerak masuk dalam wilayah politik menjadi "momok" bagi negara-negara besar di dunia. Moersi di Mesir, yang setiap saat diganggu oleh pihak tertentu, sehingga sulit sekali bergerak melakukan konsolidasi nasional pasca tumbangnya diktator dan membangun ekonomi bagsa Mesir. Seolah-olah pihak tertentu tersebut, mau membuktikan kepada rakyat Mesir: "coba lihat jika aktivis Islam yang menjadi presiden maka ekonomi Mesir semakin buruk". Erdogan bersama AKP di Turki, tidak bisa tenang melaksanakan
pembangunan dan visi yang pernah ditawarkan kepada rakyat saat
berkampanye.
Bukankah demokrasi memberi ruang untuk bertarung merebut hati rakyat untuk menjadi pemenang, setelah menjadi pemenang, sang pemenang diberi kesempatan untuk merealisasikan janji-janji kampanyenya. Kemana pihak yang selalu mengaung-gaungkan demokrasi, HAM, toleransi, nasionalisme. Bukankah pemerintah yang terpilih melalui pemilu yang demokratis seharusnya didukung, bukan sebaliknya.
Bukankah demokrasi memberi ruang untuk bertarung merebut hati rakyat untuk menjadi pemenang, setelah menjadi pemenang, sang pemenang diberi kesempatan untuk merealisasikan janji-janji kampanyenya. Kemana pihak yang selalu mengaung-gaungkan demokrasi, HAM, toleransi, nasionalisme. Bukankah pemerintah yang terpilih melalui pemilu yang demokratis seharusnya didukung, bukan sebaliknya.
Begitu pula, PKS di Indonesia. Partai ini memperoleh suara 7,34% pada pemilu 2009, masih jauh dari pemenang, namun, kok kesannya ditakuti dan entah benar atau tidak dibuat suasana agar partai ini jangan sampai berkembang, dikhawatirkan mengancam?.
Terminologi apakah yang dipakai sehingga setiap gerakan Islam yang bermetamorfosis menjadi gerakan politik harus diwaspadai dan kalau perlu dilarang. Jadi teringat kisah dilarangnya partai Masyumi yang didirikan M. Natsir. Masyumi sempat menjadi harapan baru politik umat Islam, namun seiring waktu, partai ini mati muda.
Atau, salahkah pandangan bahwa Islam itu sempurna, segala sesuatu diatur dalam Islam, dan Politik adalah bagian dari muamalah Islam.
Sebagai seorang muslim saya bangga dengan Islam yang mempunyai agama yang sempurna, dan saya meyakininya termasuk politik didalamnya. Tidak lah sempurna jika kegiatan Islam hanya seputar kegiatan sosial, pendidikan, pengajian, perbaikan akidah, mendirikan masjid, pondok pesantren, sekolah, dan Universitas. Pandangan beberapa gerakan Islam yang hanya bergerak pada bidang tertentu, seperti pendidikan saja, sosial kemasyarakatan saja, ibadah saja. Tidak perlu dibenturkan dengan gerakan Islam yang memasuki wilayah politik. Lebih baik bergandeng tangan, berlapang dada, karena musuh Islam itu jelas. Dan gerakan Islam yang segmented tersebut adalah rekan seperjuangan untuk meninggikan kalimat Allah di muka bumi ini.
Islam juga berbicara mengatur negara, Islam juga berbicara kontribusi maksimal terhadap rakyatnya, agar umat Islam sejahtera, dan terjaga kehormatannya.
Jaharuddin
Hannover, 24 Juni 2013
Alhamdulillahiroobil alamin, setelah direncanakan beberapa bulan acara Workshop Wirausaha Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia se-Jerman (FORKOM) berhasil dilaksanakan di Haus Der Kulturen Braunschweig, Jerman, sabtu, 8 Juni 2013. Acara ini digagas oleh FORKOM dalam rangka menumbuh kembangkan semangat wirausaha dikalangan mahasiswa, ilmuan, saintis serta para profesional Indonesia yang sedang menimba ilmu dan berkarya di Jerman.
Para peserta acara ini berasal dari beberapa kota di Jerman, dangan latar belakang yang bervariasi, mulai dari mahasiswa, ilmuan, pekerja dan beberapa dari mereka adalah para pengusaha yang sedang menjalankan usahanya, bahkan ada yang pernah melakukan ekspor import Jerman-Indonesia, dengan kantor pusat di Singapura.
Mengapa Singapura?, dalam forum ini ditemukan cerita menarik bahwa buyer negara tertentu masih merasakan belum stabilnya kepastian hukum di Indonesia, sementara bagi pihak buyer masalah kepastian hukum ini sangat penting, untuk menjaga kontinyuitas dan konsistensi MOU yang diadakan.
Acara inti dari kegiatan ini adalah pemaparan tentang konsep dasar Islamic Entrepreneurship oleh Jaharuddin, kemudian Mengapa start up di Jerman oleh Dr. Ing Suhendra, dilanjutkan Membuat dan praktek Business plans oleh Dr. Ing Suhendra, dan diakhiri dengan pemaparan potensi bisnis di Indonesia dengan judul Peta sukses membangun bisnis di Indonesia, oleh Jaharuddin. Berikut ringkasan pemaparan dari masing-masing pembicara:
1. Islamic Entrepreneurship
Pemaparan diawali dengan data 10 orang terkaya Indonesia versi FORBES (Nov 2012) dan versi Hurun Report (Mar 13), dari data ini diketahui bahwa 4 dari 10 orang terkaya tersebut salah satu usaha utamanya adalah industri rokok. Dari sisi religius hanya 2 orang saja yang muslim, padahal 88,1% (205 juta) penduduk Indonesia adalah muslim. Kalau kita perhatikan data 10 orang terkaya di dunia saat ini, maka tidak ada satupun yang muslim, padahal 23% (1,6M) dari total penduduk dunia yang saat ini berjumlah 7M jiwa adalah muslim. Islam di dunia saat ini adalah agama nomor 2 paling banyak penganutnya,...bukankah harusnya 8 dari 10 orang terkaya di Indonesia, harusnya beragama muslim?, .....2-3 orang dari 10 orang terkaya di dunia adalah muslim?...adakah yang salah terhadap kita?.......mari sama-sama instrospeksi.......
Kita tidak perlu menyalahkan pihak lain secara membabi buta, bahwasanya terjadi ketidak adilan terhadap umat Islam diberbagai belahan dunia, itu sudah menjadi realitas. Yang paling mendasar lagi adalah mari lihat ke internal kita, sehingga kita faham dan tahu kekuatan dan kelemahan umat, dengan cara seperti itu kita bisa menatap dunia yang cerah dimasa mendatang.
Untuk itu kita perlu mengali sejarah kegemilangan Islam yang pernah dibuat secara spektakuler oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, mari kita kaji secara mendalam dan tepat sehingga terjadi pemahaman yang baik serta bermanfaat untuk kemajuan umat Islam dimasa mendatang.
Lima kekuatan yang membuat generasi awal Islam menjadi tangguh dan menjadi super power, yaitu: (1). Kekuatan Iman, yang melahirkan orang-orang sholeh. (2). kekuatan Ilmu, yang melahirkan orang-orang alim. (3). Kekuatan Ukhuwah, yang melahirkan persaudaraan seperti satu tubuh. (4). Kekuatan Harta , yang melahirkan kaum millioner. (5). Kekuatan Tentara, yang melahirkan angkatan perang yang tangguh. Kelima kekuatan ini bersatu padu dalam tubuh umat Islam, bahkan dalam satu tubuh/diri. Lima kekuatan inilah yang menyebabkan ummat Islam mempunyai Izzah (kehormatan) yang tinggi dimata bangsa manapun.
Kekuatan Harta
Diuraikan bukti-bukti empiris bahwasanya umat Islam perlu kaya, mengapa?: (1). Karena Islam mengajarkan umatnya untuk kaya, seperti diperintahkan Allah dalam Al-Qur'an Surat (QS) Al-Anfal: 60, kemudian QS At-Taubah: 105, juga QS Al-Jum'ah: 10, QS Ar-Ra'd: 11, dan banyak ayat lainnya. Begitu pula dalam hadist, banyak hadist yang mendorong umat Islam untuk menjadi wirausaha, salah satunya HR Ahmad "Hendaklah kamu berdagang, karena didalamnya terdapat 90% pintu rezeki". (2). Ekonografi nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad pada usia belia yaitu 12 tahun sudah menjadi eksportir ke Syam. Pada usia 17-19 tahun sudah menjadi pengusaha yang mandiri. Pada usia 22 tahun sudah sangat terkenal di jazirah arab sebagai profesional. dan Pada usia 25 tahun mendapat gelar "al-amin" gelar paling prestesius di zamannya, menjadi tokoh arbitrer dan konsultan perdagangan Internasional, serta meminang pujaan hati dengan menikahi Khadijah dengan mahar 20 ekor unta (+/- Rp. 200 juta) dan 12 Uqiyah emas (+/- Rp. 217 juta). Coba anda perhatikan luar biasanya kekuatan harta nabi Muhammad SAW, ini hanya satu kasus, dan banyak lagi kasus lainnya yang menunjukkan Nabi Muhammad SAW adalah seorang hartawan. (3). Para sahabat utama juga adalah hartawan. Banyak sekali bukti para sahabat adalah para hartawan, salah satunya adalah saat perang Tabuk Usman bin Affan ra menyumbang 300 ekor unta (+/- Rp. 3M), serta dana sebesar 1000 dinar emas (+/- Rp. 2,4M). Ketika Usman bin Affan r.a meninggal hartanya sebanyak 30.500.000 dirham (+/- Rp. 2.135T) dan 100.000 dinar (+/- Rp. 245,4M). Coba anda bayangkan bisakah para sahabat menyumbang begitu besarnya untuk jihad dan dakwah Islam kalau mereka sendiri tidak mempunyai harta yang banyak. (4). 9 dari 10 asraatul kiram (orang yang dijamin masuk surga) adalah pedagang. (5). Dalam setiap diri muslim tersimpan genetik pengusaha. (6). Banyak perintah syariat bisa dilaksanakan dengan uang. (7). Salah satu penyebab bahagia di dunia adalah adanya harta. (8). Peredaran uang indikator keshalehan masyarakat. dll
Kemudian diuraikan juga, perbandingan Islamic Entrepreneurship dan Konvensional Entrepreneurship, serta konsep dasar bisnis Islami.
2. Mengapa Start up di Jerman
Pembicara memaparkan kenapa perlu start up di Jerman: (1). Pemerintah yang mendukung. (2). Entrepreneurship culture. (3). Terjangkau. (4). Acces ke pasar dunia. (5). Keragaman populasi = peluang. Dalam sesi ini pembicara mengungkapkan pengalaman pribadinya ketika memulai usaha di Jerman, ketika anda mempunyai proposal yang bagus, maka anda bisa mendapatkan tawaran dana yang jumlahnya jauuh diatas angka proposal yang anda buat. Suatu ketika pembicara membuat proposal dengan angka dibawah 100.000 euro, malah ditawari, kenapa tidak 500.000 euro....wow...begitulah support pemerintah Jerman.
Untuk memulai usaha di Jerman, ada 7 langkah yang disarankan: (1). Tentukan apa passion, ambisi, prioritas dan lingkungan kerja anda yang optimal. (2). Tentukan tujuan personal, financial, target bisnis dan siapa yang menjadi konsumen anda. (3). Lakukan Research. (4). Buat perencanaan. (5). Cari uangnya. (6). Cari bantuan dari professional advisor, peer advisor dan bayar orang. (7). Lounching.
Dan hindari penghematan berlebihan, seperti overestimating revenue, nunggu customer menemukan anda, mengerjakan semua sendiri dan "bekerja" pada bisnis anda.
3. Bussines plan
Dalam sesi ini, pembicara mengajak peserta memahami dan praktek membuat bussines plan, yang diambilkan dari Industrie-und handelskammer (IHK) Jerman, semacam KADIN di Indonesia. Diselingi dengan internalisasi mimpi dari setiap peserta terhadap visi bisnis masing-masing peserta, bahkan peserta berjanji untuk merealisasikan bisnisnya disertai hukuman jika tidak tercapai disaksikan peserta yang lain.
4. Peta sukses membangun bisnis di Indonesia
Sesi terakhir ini pembicara memaparkan tentang alasan mengapa Indonesia saat ini dan mendatang memiliki prospek yang sangat bagus, bahkan para pengusaha dari negara lainpun saat ini melirik Indonesia sebagai negara yang sangat menjanjikan. Paling tidak ada 6 alasan, yaitu: (1). Indonesia merupakan negara yang mempunyai penduduk nomor 4 terbanyak di dunia. ini artinya Indonesia merupakan pasar yang sangat besar. (2). Indonesia merupakan negara nomor 3 demokrasi terbesar di dunia. Maknanya bagi pengusaha adalah ada peluang perbaikan secara bertahap, jauh dari otoriter yang hanya ditentukan oleh segelintir orang. (3). 60% penduduk Indonesia berusia kurang dari 30 tahun. Merupakan umur yang sangat produktif, yang akan menstimulasn kemajuan ekonomi dan saat yang sama melahirkan kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang, serta ini peluang yang sangat menjanjikan. (4). Masuk menjadi anggota G20, ekonomi nomor 16 di dunia, dengan proyeksi pertumbuhan GDP dari USD 3000 menjadi USD 10.000 di tahun 2022, dengan pertumbuhan ekonomi diatas 6%. Ini artinya penduduk yang banyak tersebut akan mempunyai pendapatan, dan melahirkan daya beli terhadap kebutuhan generasi produktif. (5). 82 juta penduduk (30% populasi) mengunakan internet dan diproyeksikan terus tumbuh hingga 138 juta (50 populasi) pada tahun 2015. Ini berarti usaha dengan basis internet akan sangat menjanjikan (6). Penduduk muslim terbesar di dunia dengan 205 juta jiwa (88,1%). Maknanya apapun kebutuhan umat Islam, akan dibutuhkan di Indonesia. Luar biasa bukan!.
Untuk menjadi usahawan di Indonesia, ada dua jalan yang bisa ditempuh, yaitu: (1). Menjadi Investor dan (2). Menjadi Pengusaha. Untuk menjadi Investor, langkah yang bisa dilakukan adalah: (a). Cari usaha yang sudah berjalan dengan baik. (b). Tawarkan pembelian saham sesuai negosiasi. (c). Buat MOU yang jelas di notaris. (d). Pantau pekanan dan bulanan.
Untuk menjadi pengusaha terdapat 8 jurus ampuh: (1). Putuskan Urat malu, tunda kesenangan. (2). The Power of kepepet. (3). Habiskan jatah gagalmu. (4). Libatkan Allah. (5). Tekun dan Fokus. (6). Mulai action sekarang, semakin muda/cepat semakin baik. (7). Modelling. bergaullah dengan pengusaha besar. (8). Ciptakan differensiasi.
Bisa jadi kalau hanya baca ringkasan, ada pesan yang tidak utuh difahami, semoga slide presentasinya nanti bisa upload juga, dan kalau anda ingin benar-benar memahami dengan utuh, silakan di create acara sejenis di kota anda masing-masing.
Komunitas Bisnis Jerman-Indonesia (Gemeinschaft indonesischer Geschaeftsleute in Deutschland)
Acara ini juga melahirkan terbentuknya Komunitas Bisnis Jerman- Indonesia (KBJI). Komunitas ini bermaksud menghimpun potensi masyarakat Indonesia yang ada di Jerman dari sisi bisnis, melalui forum ini terjalin komunikasi yang konstruktif untuk memadukan potensi yang ada dan diharapkan mampu merealisasikan peluang bisnis Jerman - Indonesia.
Pada prinsipnya komunitas ini terbuka, namun untuk mengawalinya diinisiasi oleh alumni workhsop Brauschweig, dan akan ditambah dengan workshop sejenis yang nanti akan diadakan di kota-kota selanjutnya.
Semoga suatu hari komunitas ini terus membesar, menjadi arus dan gerakan, serta suatu hari dideklarasikan, dan bukan hanya tataran komunitas, namun juga melahirkan pengusaha-pengusaha yang tangguh, berasal dari warga Indonesia yang pernah belajar, bekerja dan berkarya di Jerman. Seiring waktu komunitas ini diharapkan memperbesar arus dan gerakannya melibatkan pengusaha dan pemerintah Jerman dan Indonesia. Amin.
Acara ini berhasil dilaksanakan dengan sukses berkat kerjasama FORKOM, Deutsch-Indonesische Gessellschaft (DIG) Niedersachsen e.V, Muslim Braunschweig, Lingkar Pelajar Indonesia Regio Braunschweig dan Holzmarkt Institute (Center for Islamic Economics and Finance Studies) yang saat ini mempunyai base camp di Hannover.
Terima kasih kepada semua pihak, semoga Allah membalas amalan kita dengan pahala yang memberatkan timbangan amal kebajikan kita di akhirat kelak, wabil khusus ucapan penghargaan dan terima kasih kepada tim panitia di Braunschweig (Yopi, Fajar, Wathon, Rian,...ngak hapal satu persatu), yang sudah bekerja sangat profesional, rapi dan saya sangat terkesan, juga kepada seluruh pengurus FORKOM, serta peserta yang luar biasa, ada yang telah berangkat dari kotanya sejak pukul 02.00 dini hari...Luar biasa!.
Semoga ilmu yang didapatkan bisa membuat kita semakin dekat dengan sang pencipta dan action...action..action...:)!!!
Musim Panas, 22 Juni 2013
Acara inti dari kegiatan ini adalah pemaparan tentang konsep dasar Islamic Entrepreneurship oleh Jaharuddin, kemudian Mengapa start up di Jerman oleh Dr. Ing Suhendra, dilanjutkan Membuat dan praktek Business plans oleh Dr. Ing Suhendra, dan diakhiri dengan pemaparan potensi bisnis di Indonesia dengan judul Peta sukses membangun bisnis di Indonesia, oleh Jaharuddin. Berikut ringkasan pemaparan dari masing-masing pembicara:
1. Islamic Entrepreneurship
Pemaparan diawali dengan data 10 orang terkaya Indonesia versi FORBES (Nov 2012) dan versi Hurun Report (Mar 13), dari data ini diketahui bahwa 4 dari 10 orang terkaya tersebut salah satu usaha utamanya adalah industri rokok. Dari sisi religius hanya 2 orang saja yang muslim, padahal 88,1% (205 juta) penduduk Indonesia adalah muslim. Kalau kita perhatikan data 10 orang terkaya di dunia saat ini, maka tidak ada satupun yang muslim, padahal 23% (1,6M) dari total penduduk dunia yang saat ini berjumlah 7M jiwa adalah muslim. Islam di dunia saat ini adalah agama nomor 2 paling banyak penganutnya,...bukankah harusnya 8 dari 10 orang terkaya di Indonesia, harusnya beragama muslim?, .....2-3 orang dari 10 orang terkaya di dunia adalah muslim?...adakah yang salah terhadap kita?.......mari sama-sama instrospeksi.......
Kita tidak perlu menyalahkan pihak lain secara membabi buta, bahwasanya terjadi ketidak adilan terhadap umat Islam diberbagai belahan dunia, itu sudah menjadi realitas. Yang paling mendasar lagi adalah mari lihat ke internal kita, sehingga kita faham dan tahu kekuatan dan kelemahan umat, dengan cara seperti itu kita bisa menatap dunia yang cerah dimasa mendatang.
Untuk itu kita perlu mengali sejarah kegemilangan Islam yang pernah dibuat secara spektakuler oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, mari kita kaji secara mendalam dan tepat sehingga terjadi pemahaman yang baik serta bermanfaat untuk kemajuan umat Islam dimasa mendatang.
Lima kekuatan yang membuat generasi awal Islam menjadi tangguh dan menjadi super power, yaitu: (1). Kekuatan Iman, yang melahirkan orang-orang sholeh. (2). kekuatan Ilmu, yang melahirkan orang-orang alim. (3). Kekuatan Ukhuwah, yang melahirkan persaudaraan seperti satu tubuh. (4). Kekuatan Harta , yang melahirkan kaum millioner. (5). Kekuatan Tentara, yang melahirkan angkatan perang yang tangguh. Kelima kekuatan ini bersatu padu dalam tubuh umat Islam, bahkan dalam satu tubuh/diri. Lima kekuatan inilah yang menyebabkan ummat Islam mempunyai Izzah (kehormatan) yang tinggi dimata bangsa manapun.
Kekuatan Harta
Diuraikan bukti-bukti empiris bahwasanya umat Islam perlu kaya, mengapa?: (1). Karena Islam mengajarkan umatnya untuk kaya, seperti diperintahkan Allah dalam Al-Qur'an Surat (QS) Al-Anfal: 60, kemudian QS At-Taubah: 105, juga QS Al-Jum'ah: 10, QS Ar-Ra'd: 11, dan banyak ayat lainnya. Begitu pula dalam hadist, banyak hadist yang mendorong umat Islam untuk menjadi wirausaha, salah satunya HR Ahmad "Hendaklah kamu berdagang, karena didalamnya terdapat 90% pintu rezeki". (2). Ekonografi nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad pada usia belia yaitu 12 tahun sudah menjadi eksportir ke Syam. Pada usia 17-19 tahun sudah menjadi pengusaha yang mandiri. Pada usia 22 tahun sudah sangat terkenal di jazirah arab sebagai profesional. dan Pada usia 25 tahun mendapat gelar "al-amin" gelar paling prestesius di zamannya, menjadi tokoh arbitrer dan konsultan perdagangan Internasional, serta meminang pujaan hati dengan menikahi Khadijah dengan mahar 20 ekor unta (+/- Rp. 200 juta) dan 12 Uqiyah emas (+/- Rp. 217 juta). Coba anda perhatikan luar biasanya kekuatan harta nabi Muhammad SAW, ini hanya satu kasus, dan banyak lagi kasus lainnya yang menunjukkan Nabi Muhammad SAW adalah seorang hartawan. (3). Para sahabat utama juga adalah hartawan. Banyak sekali bukti para sahabat adalah para hartawan, salah satunya adalah saat perang Tabuk Usman bin Affan ra menyumbang 300 ekor unta (+/- Rp. 3M), serta dana sebesar 1000 dinar emas (+/- Rp. 2,4M). Ketika Usman bin Affan r.a meninggal hartanya sebanyak 30.500.000 dirham (+/- Rp. 2.135T) dan 100.000 dinar (+/- Rp. 245,4M). Coba anda bayangkan bisakah para sahabat menyumbang begitu besarnya untuk jihad dan dakwah Islam kalau mereka sendiri tidak mempunyai harta yang banyak. (4). 9 dari 10 asraatul kiram (orang yang dijamin masuk surga) adalah pedagang. (5). Dalam setiap diri muslim tersimpan genetik pengusaha. (6). Banyak perintah syariat bisa dilaksanakan dengan uang. (7). Salah satu penyebab bahagia di dunia adalah adanya harta. (8). Peredaran uang indikator keshalehan masyarakat. dll
Kemudian diuraikan juga, perbandingan Islamic Entrepreneurship dan Konvensional Entrepreneurship, serta konsep dasar bisnis Islami.
2. Mengapa Start up di Jerman
Pembicara memaparkan kenapa perlu start up di Jerman: (1). Pemerintah yang mendukung. (2). Entrepreneurship culture. (3). Terjangkau. (4). Acces ke pasar dunia. (5). Keragaman populasi = peluang. Dalam sesi ini pembicara mengungkapkan pengalaman pribadinya ketika memulai usaha di Jerman, ketika anda mempunyai proposal yang bagus, maka anda bisa mendapatkan tawaran dana yang jumlahnya jauuh diatas angka proposal yang anda buat. Suatu ketika pembicara membuat proposal dengan angka dibawah 100.000 euro, malah ditawari, kenapa tidak 500.000 euro....wow...begitulah support pemerintah Jerman.
Untuk memulai usaha di Jerman, ada 7 langkah yang disarankan: (1). Tentukan apa passion, ambisi, prioritas dan lingkungan kerja anda yang optimal. (2). Tentukan tujuan personal, financial, target bisnis dan siapa yang menjadi konsumen anda. (3). Lakukan Research. (4). Buat perencanaan. (5). Cari uangnya. (6). Cari bantuan dari professional advisor, peer advisor dan bayar orang. (7). Lounching.
Dan hindari penghematan berlebihan, seperti overestimating revenue, nunggu customer menemukan anda, mengerjakan semua sendiri dan "bekerja" pada bisnis anda.
3. Bussines plan
Dalam sesi ini, pembicara mengajak peserta memahami dan praktek membuat bussines plan, yang diambilkan dari Industrie-und handelskammer (IHK) Jerman, semacam KADIN di Indonesia. Diselingi dengan internalisasi mimpi dari setiap peserta terhadap visi bisnis masing-masing peserta, bahkan peserta berjanji untuk merealisasikan bisnisnya disertai hukuman jika tidak tercapai disaksikan peserta yang lain.
4. Peta sukses membangun bisnis di Indonesia
Sesi terakhir ini pembicara memaparkan tentang alasan mengapa Indonesia saat ini dan mendatang memiliki prospek yang sangat bagus, bahkan para pengusaha dari negara lainpun saat ini melirik Indonesia sebagai negara yang sangat menjanjikan. Paling tidak ada 6 alasan, yaitu: (1). Indonesia merupakan negara yang mempunyai penduduk nomor 4 terbanyak di dunia. ini artinya Indonesia merupakan pasar yang sangat besar. (2). Indonesia merupakan negara nomor 3 demokrasi terbesar di dunia. Maknanya bagi pengusaha adalah ada peluang perbaikan secara bertahap, jauh dari otoriter yang hanya ditentukan oleh segelintir orang. (3). 60% penduduk Indonesia berusia kurang dari 30 tahun. Merupakan umur yang sangat produktif, yang akan menstimulasn kemajuan ekonomi dan saat yang sama melahirkan kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang, serta ini peluang yang sangat menjanjikan. (4). Masuk menjadi anggota G20, ekonomi nomor 16 di dunia, dengan proyeksi pertumbuhan GDP dari USD 3000 menjadi USD 10.000 di tahun 2022, dengan pertumbuhan ekonomi diatas 6%. Ini artinya penduduk yang banyak tersebut akan mempunyai pendapatan, dan melahirkan daya beli terhadap kebutuhan generasi produktif. (5). 82 juta penduduk (30% populasi) mengunakan internet dan diproyeksikan terus tumbuh hingga 138 juta (50 populasi) pada tahun 2015. Ini berarti usaha dengan basis internet akan sangat menjanjikan (6). Penduduk muslim terbesar di dunia dengan 205 juta jiwa (88,1%). Maknanya apapun kebutuhan umat Islam, akan dibutuhkan di Indonesia. Luar biasa bukan!.
Untuk menjadi usahawan di Indonesia, ada dua jalan yang bisa ditempuh, yaitu: (1). Menjadi Investor dan (2). Menjadi Pengusaha. Untuk menjadi Investor, langkah yang bisa dilakukan adalah: (a). Cari usaha yang sudah berjalan dengan baik. (b). Tawarkan pembelian saham sesuai negosiasi. (c). Buat MOU yang jelas di notaris. (d). Pantau pekanan dan bulanan.
Untuk menjadi pengusaha terdapat 8 jurus ampuh: (1). Putuskan Urat malu, tunda kesenangan. (2). The Power of kepepet. (3). Habiskan jatah gagalmu. (4). Libatkan Allah. (5). Tekun dan Fokus. (6). Mulai action sekarang, semakin muda/cepat semakin baik. (7). Modelling. bergaullah dengan pengusaha besar. (8). Ciptakan differensiasi.
Bisa jadi kalau hanya baca ringkasan, ada pesan yang tidak utuh difahami, semoga slide presentasinya nanti bisa upload juga, dan kalau anda ingin benar-benar memahami dengan utuh, silakan di create acara sejenis di kota anda masing-masing.
Komunitas Bisnis Jerman-Indonesia (Gemeinschaft indonesischer Geschaeftsleute in Deutschland)
Acara ini juga melahirkan terbentuknya Komunitas Bisnis Jerman- Indonesia (KBJI). Komunitas ini bermaksud menghimpun potensi masyarakat Indonesia yang ada di Jerman dari sisi bisnis, melalui forum ini terjalin komunikasi yang konstruktif untuk memadukan potensi yang ada dan diharapkan mampu merealisasikan peluang bisnis Jerman - Indonesia.
Pada prinsipnya komunitas ini terbuka, namun untuk mengawalinya diinisiasi oleh alumni workhsop Brauschweig, dan akan ditambah dengan workshop sejenis yang nanti akan diadakan di kota-kota selanjutnya.
Semoga suatu hari komunitas ini terus membesar, menjadi arus dan gerakan, serta suatu hari dideklarasikan, dan bukan hanya tataran komunitas, namun juga melahirkan pengusaha-pengusaha yang tangguh, berasal dari warga Indonesia yang pernah belajar, bekerja dan berkarya di Jerman. Seiring waktu komunitas ini diharapkan memperbesar arus dan gerakannya melibatkan pengusaha dan pemerintah Jerman dan Indonesia. Amin.
Acara ini berhasil dilaksanakan dengan sukses berkat kerjasama FORKOM, Deutsch-Indonesische Gessellschaft (DIG) Niedersachsen e.V, Muslim Braunschweig, Lingkar Pelajar Indonesia Regio Braunschweig dan Holzmarkt Institute (Center for Islamic Economics and Finance Studies) yang saat ini mempunyai base camp di Hannover.
Terima kasih kepada semua pihak, semoga Allah membalas amalan kita dengan pahala yang memberatkan timbangan amal kebajikan kita di akhirat kelak, wabil khusus ucapan penghargaan dan terima kasih kepada tim panitia di Braunschweig (Yopi, Fajar, Wathon, Rian,...ngak hapal satu persatu), yang sudah bekerja sangat profesional, rapi dan saya sangat terkesan, juga kepada seluruh pengurus FORKOM, serta peserta yang luar biasa, ada yang telah berangkat dari kotanya sejak pukul 02.00 dini hari...Luar biasa!.
Semoga ilmu yang didapatkan bisa membuat kita semakin dekat dengan sang pencipta dan action...action..action...:)!!!
Data menunjukkan bahwa, Indonesia saat ini merupakan negara primadona untuk investasi, didasarkan faktor-fakto berikut: (1). Penduduk nomor 4 terbesar di dunia. (2). Negara nomor 3 demokrasi terbesar. (3). Ekonomi nomor 16 di dunia dan masuk G20. (4). 60% Penduduk Indonesia berusia dibawah 30 tahun. (5). Pertumbuhan ekonomi 6% pertahun
Data tersebut sangat mendukung tumbuh suburnya usaha dan sekaligus pasar yang sangat menjanjikan, penduduk nomor 4 terbesar didunia memberi peluang untuk memasarkan produk secara luas dan massal, pasar domestik saja sudah sangat besar. Demokratisasi memberikan peluang perbaikan secara bertahap. Data demografi menunjukkan sebagian besar penduduk pada usia muda dan produktif, memberikan peluang tumbuhnya kebutuhan kelompok muda terhadap berbagai produk, kelompok muda ini akan bekerja, berpenghasilan, menikah, butuh rumah, punya anak, butuh kendaraan, membutuhkan sekolah berkwalitas tinggi untuk anak-anaknya. Saat yang sama ekonomi tumbuh jauh di atas negara maju, ini memberi arti bahwa generasi muda, secara bertahap akan mempunyai daya beli yang menjanjikan.
Tidak aneh, beberapa merk international, tidak akan membiarkan peluang ini berlalu begitu saja, sebagai contoh Air Asia saat ini menjadikan Indonesia sebagai kantor pusatnya. Bahwasanya ada hiruk pikuk politik lokal dan nasional, serta pemberitaan media yang tidak positif terhadap bangsanya sendiri, adalah bagian dari proses domokratisasi yang dulu terlalu lama dikungkung oleh orde baru. Secara bertahap demokratisasi tersebut, akan sampai pada equibilirium baru, sehingga akan lebih baik, dan saat yang sama, akan muncul kesadaran bahwa cara-cara media mengkuliti bangsanya sendiri secara berlebihan, akan membuat jenuh dan letih masyarakat, dan mulailah muncul kesadaran secara kolektif untuk berbenah, kearah yang lebih mencerdaskan.
Nah, jangan sampai usahawan lokal mengabaikan potensi ini, termasuk bagi anda calon, serta usahawan pemula, kinilah saatnya anda mulai masuk dan serius menjadi pengusaha, karena pasar Indonesia sangat menjanjikan, generasi usia muda akan tumbuh dan membutuhkan banyak kebutuhan, dan ini peluang!. Cobalah anda lihat di Jakarta misalnya, Mall tumbuh terus menerus, appartemen menjamur dan sudah sold out sebelum dibangun, perumahan menjamur dan juga terjual, minimarket menjamur, supermaket menjamur, mobil dan motor terjual dalam jumlah yang spektakuler, sekolah-sekolah berkualitas tinggi menjamur, ....
Mengapa usaha tersebut menjamur dan terus berkembang, jawabannya karena permintaan semakin tinggi, fakta menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia sangat menjanjikan, bahkan diprediksi pada tahun 2025 ekonomi Indonesia akan menjadi nomor 10 di dunia, dan pada tahun 2050 akan menjadi nomor 5 di dunia.
Jangan sampai menjadi penonton
Jangan sampai, saat Indonesia dilihat sangat prospek oleh usahawan dari bangsa lain, orang-orang Indonesia hanya menjadi penikmat (konsumen) dari potensi tersebut. Bagi sahabat yang saat ini sedang di luar negeri, inilah saatnya anda memikir ulang visi kontribusi yang akan anda berikan terhadap Indonesia, jika anda mempunyai visi menjadi usahawan dengan bekal pengalaman dan pengetahuan anda di luar negeri, maka jangan terlalu lama berfikir, bersegeralah action!. Mulailah membangun usaha di Indonesia.
Untuk membangun usaha, ada beberapa langkah yang disarankan oleh pengusaha Nasional sukses, Bapak Teddy P Rachmat yang berhasil membesarkan Astra International, mendirikan United Tractor, ADIRA, PAMA, ADARO dan Triputra. Dalam salah satu diskusi di Jakarta beliau mengungkapkan strategi membangun usaha, sebagai berikut:
1. Cari angin yang paling besar
"Jika anda ingin bermain layang-layang, dan layang-layang anda ingin terbang tinggi, maka carilah angin yang kuat", pelajarannya adalah agar usaha anda tumbuh sukses maka anda harus cerdas dalam menentukan bidang yang tepat yang akan anda kerjakan. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara menentukan angin yang kuat?, caranya adalah perbanyaklah ilmu dan pengetahuan dibidang yang anda ingin geluti, saat yang sama bergaullah dengan orang yang tepat yang juga usahawan. Dan yang terpenting adalah mulailah membangun usaha, dengan cara itu anda belajar lebih cepat dan terus mengasah feeling anda dalam menentukan bidang yang tepat.
2. Ciptakan differensiasi
Selanjutnya adalah ciptakan differensiasi atau keunikan usaha anda. Pertanyaan dasarnya adalah apa bedanya/uniknya usaha anda dengan usaha orang lain yang sejenis. Untuk mengukur seberapa kuat differensiasi usaha anda, maka bayangkan usaha anda berada persis disebelah pesaing anda, apakah produk anda yang dibeli konsumen atau tidak.
Sebagai contoh differensiasi adalah: Lion Air mengunakan differensiasi "dengan pesawat baru, harga paling murah". Air Asia "Effisiensi", ADARO "Cadangan yang banyak".
3. Leveraging dibidang yang kita unggul
Anda harus tahu persis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman usaha anda. Dengan demikian anda tahu peta keunggulan usaha anda agar bisa bersaing dan memaksimalkan keunggulan tersebut, dan meraih peluang maksimal. Saat yang sama menyadari dengan baik kelemahan dan ancaman yang bisa muncul, dan mengantisipasinya dengan membuat mitigasi resiko.
4. Berani mengambil keputusan (Execution)
Berani dengan cepat dan tepat dalam pemilihan orang, mengikuti dan menghargai proses, dan transparan dalam menjalankan perusahaan.
5. Jadilah atau cari leader yang baik.
Untuk menjalankan usaha dengan baik, maka diperlukan leader yang baik, paling tidak ada dua hal yang harus dipenuhi, yaitu mempunyai reputasi dan kompetensi yang baik.
Bersemangatlah untuk menjadi usahawan dan berharap warga Indonesialah yang akan menjadi pemain utama perekonomian Indonesia, semakin besar usaha anda, semakin banyak orang yang bisa mengambil manfaat dari usaha anda, artinya anda mendapatkan pahala yang besar dalam membuka lapangan pekerjaan, anda menjadi wasilah (sarana) banyak orang mendapatkan rezeki, dengan cara itu Indonesia akan lebih sejahtera, semakin bermartabat, dan setara dalam pergaulan international. Tentunya akan semakin besar pula kontribusi Indonesia di dunia, dan ingat sebagian besar penduduk Indonesia adalah muslim, artinya jihad anda membangun usaha di Indonesia dan mensejahterakan Indonesia, pada dasarnya adalah jihad anda meninggikan Izzah (martabat) umat Islam terbesar didunia.
Musim panas, dengan cuaca dingin, Hannover, Jerman, 27 Mei 2013
Referensi: diolah dari berbagai sumber














