Oleh: Jaharuddin
Sangat jelas nilai-nilai ini memberikan manfaat besar bagi siapapun, mari kita ulas satu persatu: (1). Kerja Keras. Secara sederhana kerja keras adalah melakukan kerja diatas rata-rata orang lain bekerja dibidang yang sama. Jika orang lain memulai kerja pukul 08.00 dan berakhir pukul 17.00, maka yang dimaksud kerja keras adalah anda memulai lebih pagi dan mengakhirinya lebih sore/malam. Ditambah dengan kualitas yang juga lebih baik dari standar umum, seperti jika standar produk yang dihasilkan adalah 100, maka dalam waktu yang sama anda bisa menghasilkan produk lebih.
(2). Selalu Memiliki posisi yang ulet. Saya menafsirkan ulet adalah berusaha dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh mengerjakan tugas anda dengan baik dan kualitas terbaik, tanpa melihat reward yang diberikan kepada anda. (3). Tidak Pantang Menyerah. Saya fikir menjadi hukum alam, mencapai sesuatu yang baik dan mulia selalu diikuti dengan tantangan dalam melaluinya. Setiap orang yang sukses berarti dia telah melewati dan mengatasi tantangannya dengan baik dan benar, semakin besar mimpi dan cita serta kesuksesan yang anda inginkan, semakin besar tantangan yang akan anda hadapi. Nah, sikap pejuang yang harus anda miliki adalah, apapun tantangannya anda siap menghadapinya dan menyelesaikan dengan baik, jika terjadi benturan yang luar biasa hebat, anda mundur selangkah, untuk menenangkan diri, evaluasi dan menyusun langkah selanjutnya untuk maju sebagai pejuang dan pemenang.
(4). Jujur. Menjadi sikap yang semakin langka ditemui di era persaingan yang semakin tajam, dengan berbagai dalih yang bisa diungkapkan seperti "berdiplomatis", "berkata lebih cerdas", dan lain-lain. Saya mengingatkan kepada kita semua, hati-hati dengan kata-kata berdiplomatis, bertindak dan berkata lebih cerdas, yang substansi sebetulnya melakukan ketidak jujuran. Yakinlah tindakan ketidak jujuran akan melahirkan kejahatan-kejahatan selanjutnya yang pada akhirnya bisa merusak tatanan kehidupan, dan bisa menghancurkan diri anda sendiri, jadi walaupun berat, bersikap dan bertindaklah secara jujur.
(5).Stay the Core (setia terhadap tujuannya). Saya melihat kasus ini sering menganggu fokus, sebagian orang yang sebetulnya sudah on the track dalam karirnya, namun karena godaan tertentu maka dia kehilangan fokus, seperti disaat sedang memulai usaha dan usahanya mempunyai prospek yang bagus, ditengah jalan dengan berbagai pertimbangan, akhirnya tergoda untuk meninggalkan usahanya dan merintis usaha baru, dan menjadi kebiasaan. Memulai suatu usaha karena ada tantangan, dan membuka lagi dan seterusnya, kondisi ini sama sekali tidak menguntungkan anda, karena anda tidak akan pernah mencapai puncak yang anda inginkan. Jadi berusahalah stay the core sampai anda menemukan titik puncak yang anda harapkan, dan jika itu sudah anda dapatkan, anda dipersilakan untuk merintis hal baru yang menantang andrenalin anda. Dengan demikian bukan berarti tidak boleh keluar dari core anda, namun pastikan anda telah menemukan titik puncak yang anda inginkan pada core sebelumnya.
Selain nilai-nilai yang disampaikan oleh Sandiaga S Uno tersebut, menarik juga dikomentari seputar kemasan di atas, yaitu: gelas yang sama, ukurannya, warnanya, bentuknya, kualitasnya , namun hasilnya bisa berbeda dan tetap menarik. Ini berarti ada unsur kreatifitas dalam mengemasnya, sehingga kelihatan menarik dan kreatif. Menurut saya nilai yang juga tidak bisa dipisahkan dari jiwa entrepreneurship adalah kreatif.
Bisa juga diartikan apapun wadah yang ada, sangat tergantung dari isi yang dimasukkan empunya kedalam wadah tersebut. Isi akan mempengaruhi hasil akhir dan penampilan akhir, jika yang dimasukkan menarik dan enak rasanya maka juga akan melahirkan rasa yang enak dan menarik dan sebaliknya. Anda juga bisa mentafsirkan sesuai dengan persepsi dan pengalaman anda.
Entrepreneurship adalah nilai yang menjiwai apapun aktifitas yang anda lakukan, jadi entrepreneurship tidak hanya wilayah usahawan. Adakalanya entrepreneurship langsung dialamatkan ke sekelompok orang yang ingin berwiraswasta, membuat usaha, para pengusaha dan seterusnya .
Kurang tepat jika entrepreneurship diartikan menjadi sempit seperti itu, entrepreneurship adalah nilai-nilai luhur yang menjiwai apapun bidang yang anda tekuni. Bagi anda yang sudah terlanjur menjadi pegawai negeri, maka jiwa entrepreneurship juga relevan untuk menjadi nilai dalam bekerja, begitu pula karyawan swasta, wirausaha dan lain-lain.
Intinya, dengan nilai entrepreneurship diharapkan anda sukses dibidang masing-masing melebihi kondisi rata-rata.
semoga bermanfaat.
Hannover, musim gugur, 26 September 2012
Sangat jelas nilai-nilai ini memberikan manfaat besar bagi siapapun, mari kita ulas satu persatu: (1). Kerja Keras. Secara sederhana kerja keras adalah melakukan kerja diatas rata-rata orang lain bekerja dibidang yang sama. Jika orang lain memulai kerja pukul 08.00 dan berakhir pukul 17.00, maka yang dimaksud kerja keras adalah anda memulai lebih pagi dan mengakhirinya lebih sore/malam. Ditambah dengan kualitas yang juga lebih baik dari standar umum, seperti jika standar produk yang dihasilkan adalah 100, maka dalam waktu yang sama anda bisa menghasilkan produk lebih.
(2). Selalu Memiliki posisi yang ulet. Saya menafsirkan ulet adalah berusaha dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh mengerjakan tugas anda dengan baik dan kualitas terbaik, tanpa melihat reward yang diberikan kepada anda. (3). Tidak Pantang Menyerah. Saya fikir menjadi hukum alam, mencapai sesuatu yang baik dan mulia selalu diikuti dengan tantangan dalam melaluinya. Setiap orang yang sukses berarti dia telah melewati dan mengatasi tantangannya dengan baik dan benar, semakin besar mimpi dan cita serta kesuksesan yang anda inginkan, semakin besar tantangan yang akan anda hadapi. Nah, sikap pejuang yang harus anda miliki adalah, apapun tantangannya anda siap menghadapinya dan menyelesaikan dengan baik, jika terjadi benturan yang luar biasa hebat, anda mundur selangkah, untuk menenangkan diri, evaluasi dan menyusun langkah selanjutnya untuk maju sebagai pejuang dan pemenang.
(4). Jujur. Menjadi sikap yang semakin langka ditemui di era persaingan yang semakin tajam, dengan berbagai dalih yang bisa diungkapkan seperti "berdiplomatis", "berkata lebih cerdas", dan lain-lain. Saya mengingatkan kepada kita semua, hati-hati dengan kata-kata berdiplomatis, bertindak dan berkata lebih cerdas, yang substansi sebetulnya melakukan ketidak jujuran. Yakinlah tindakan ketidak jujuran akan melahirkan kejahatan-kejahatan selanjutnya yang pada akhirnya bisa merusak tatanan kehidupan, dan bisa menghancurkan diri anda sendiri, jadi walaupun berat, bersikap dan bertindaklah secara jujur.
(5).Stay the Core (setia terhadap tujuannya). Saya melihat kasus ini sering menganggu fokus, sebagian orang yang sebetulnya sudah on the track dalam karirnya, namun karena godaan tertentu maka dia kehilangan fokus, seperti disaat sedang memulai usaha dan usahanya mempunyai prospek yang bagus, ditengah jalan dengan berbagai pertimbangan, akhirnya tergoda untuk meninggalkan usahanya dan merintis usaha baru, dan menjadi kebiasaan. Memulai suatu usaha karena ada tantangan, dan membuka lagi dan seterusnya, kondisi ini sama sekali tidak menguntungkan anda, karena anda tidak akan pernah mencapai puncak yang anda inginkan. Jadi berusahalah stay the core sampai anda menemukan titik puncak yang anda harapkan, dan jika itu sudah anda dapatkan, anda dipersilakan untuk merintis hal baru yang menantang andrenalin anda. Dengan demikian bukan berarti tidak boleh keluar dari core anda, namun pastikan anda telah menemukan titik puncak yang anda inginkan pada core sebelumnya.
Selain nilai-nilai yang disampaikan oleh Sandiaga S Uno tersebut, menarik juga dikomentari seputar kemasan di atas, yaitu: gelas yang sama, ukurannya, warnanya, bentuknya, kualitasnya , namun hasilnya bisa berbeda dan tetap menarik. Ini berarti ada unsur kreatifitas dalam mengemasnya, sehingga kelihatan menarik dan kreatif. Menurut saya nilai yang juga tidak bisa dipisahkan dari jiwa entrepreneurship adalah kreatif.
Bisa juga diartikan apapun wadah yang ada, sangat tergantung dari isi yang dimasukkan empunya kedalam wadah tersebut. Isi akan mempengaruhi hasil akhir dan penampilan akhir, jika yang dimasukkan menarik dan enak rasanya maka juga akan melahirkan rasa yang enak dan menarik dan sebaliknya. Anda juga bisa mentafsirkan sesuai dengan persepsi dan pengalaman anda.
Entrepreneurship adalah nilai yang menjiwai apapun aktifitas yang anda lakukan, jadi entrepreneurship tidak hanya wilayah usahawan. Adakalanya entrepreneurship langsung dialamatkan ke sekelompok orang yang ingin berwiraswasta, membuat usaha, para pengusaha dan seterusnya .
Kurang tepat jika entrepreneurship diartikan menjadi sempit seperti itu, entrepreneurship adalah nilai-nilai luhur yang menjiwai apapun bidang yang anda tekuni. Bagi anda yang sudah terlanjur menjadi pegawai negeri, maka jiwa entrepreneurship juga relevan untuk menjadi nilai dalam bekerja, begitu pula karyawan swasta, wirausaha dan lain-lain.
Intinya, dengan nilai entrepreneurship diharapkan anda sukses dibidang masing-masing melebihi kondisi rata-rata.
semoga bermanfaat.
Hannover, musim gugur, 26 September 2012

"Ketika seorang teman menyakiti kita, maka hendaklah kita menuliskan kejahatannya itu di atas pasir, agar ada angin toleransi yang meniupnya sehingga ia terhapus dengan mudah.
Tapi ketika seorang teman berbuat baik kepada kita, maka kebaikan itu harus ditulis di atas batu, agar tidak ada jenis angin apapun yang bisa menghapusnya"
(Tarbawi)

"Character cannot be develop in ease and quite. Only through experience of trial and suufering can the soul be strengthened, vision cleared, ambition inspired, and success achieved"
(Karakter tidak bisa berkembang di dalam kemudahan dan kecukupan. Hanya melalui pengalaman cobaan dan penderitaan, jiwa diperkuat, visi menjadi bersih, ambisi diilhami, dan sukses dapat dicapai)
pernyataan diatas perkataan Helen Keller (1880-1968). wanita luar biasa, ia menjadi buta dan tuli di usia 19 bulan, namun berkat bantuan keluarganya dan bimbingan Annie Sullivan (yang dapat melihat secara terbatas) kemudian berhasil menjadi manusia buta tuli pertama yang lulus dengan predikat cum laude dari Radcliffe College di tahun 1904.
sumber: Inspiring words, hal 21-22

Kata-kata tanpa tindakan adalah pembunuhan idealisme. Hanya tindakan yang memberi kekuatan pada kehidupan, dan hanya self control yang membuat sebuah tindakan menjadi mempesona (Paul Richter)
dalam Inpiring word hal. 126.

“Janganlah Melawan kaidah-kaidah yang berlaku di alam ini, sebab ia akan mengalahkanmu. Akan tetapi, tundukkanlah ia, manfaatkanlah ia, alihkan arusnya, dan gunakanlah sebagiannya untuk menaklukkan sebagian yang lain. Setelah itu tunggulah kemenangan yang tidak lama lagi akan datang kepadamu” (Mu’tamar Khamis)

>Barang siapa yang meninggalkan berlebihan dalam bicara, ia akan memperoleh hikmah
>Barang siapa yang meninggalkan berlebihan dalam pandangan, ia akan memperoleh kekhusyu’an
>Barang siapa yang meninggalkan berlebihan dalam makanan, maka ia akan diberi kelezatan beribadah
>Barang siapa yang meninggalkan berlebihan tertawa, ia akan memperoleh kewibawaan
>Barang siapa yang meninggalkan kecintaan dunia, ia akan mendapatkan cinta akhirat
>Barang siapa yang meninggalkan sibuk oleh aib orang lain, maka ia akan memperoleh kesibukan memperbaiki aibnya sendiri
(Seorang ahli hikmah)

Lima hal yang jika ada pada seseorang,berarti Allah telah mengumpulkan keimanan untuknya
1. Nasehat Karena Allah dan Rasulnya
2. Mencintai Allah dan Rasulnya
3. Mencurahkan keridhoan untuk manusia dan menghindari kemurkaan mereka
4. Menyambung shilaturahim
5. Jika keadaannya ketika sendirian sama dengan keadaannya ketika di kermaian
(Hasan bin Athiyah)

“Bersegeralah Kalian menuju amal Shaleh karena akan terjadi fitnah-fitnah seperti potongan gelapnya malam, dimana seorang mukmin bila berada di waktu Pagi dalam keadaan beriman maka di sore harinya menjadi kafir dan jika di sore hari dia beriman maka di pagi harinya dia menjadi kafir dan dia melelang agamanya dengan benda dunia” (HR.Muslim)

